Ribut-ribut Dana Eskalasi Riau, Ada 'Uang Lelah' Wakil Rakyat yang Hilang?

Riau Book - Lebih satu bulan 'gonjang-ganjing' dana eskalasi atas sejumlah proyek di Riau bergulir. Malah untuk membuktikan kebenaran, seorang pimpinan DPRD Riau, Noviwaldy Jusman mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar awal mencuat. Kalangan legislator menuding pihak pemda telah melakukan pelanggaran administrasi setelah melakukan pelunasan penambahan dana atas sejumlah proyek senilai Rp220 miliar.

Sejumlah proyek yang mengalami pembengkakan anggaran itu meliputi proyek pembangunan Jembatan Perawang yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, kemudian proyek pembangunan Jalan Bagan Jaya, Kuala Enok dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan.

Selanjutnya yakni proyek pembangunan Jalan Dalu-dalu, Sp Manggala dikerjakan oleh PT Adhi Karya, Proyek Pembangunan Jalan Sorek, Teluk Meranti dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, proyek pembangunan Jalan Sei Anggar,Bakan Jaya dikerjakan oleh PT Hutama Karya JO dan PT Duta Graha Indah, serta proyek pembangunan Jembatan Teluk Masjid dikerjakan oleh PT.Waskita Karya.

Ada juga proyek pembangunan Jalan SP Kumu, Sontang, Duri dikerjakan oleh PT Istaka Karya dan proyek pembangunan Jalan Sei Paning-Teluk Masjid-SP Pusako dikerjakan oleh PT Modern Widya Jo dan PT Anisa Putri Ragil, serta proyek Jalan Pelitung-Sepahan-Sei Paning dikerjakan oleh PT Harap Panjang.

Diberitakan banyak media sebelumnya, bahwa dana eskalasi terkait sejumlah proyek pembangunan gedung di Riau dipertanyakan karena sesungguhnya untuk pembayaran utang terhadap proyek multiyears 2004-2009 yang jumlahnya mencapai Rp1 triliun dari puluhan proyek yang akan dibayarkan dari APBD-P 2015.

Sejumlah legislator Riau termasuk Anggota Komisi E DPRD Riau, Muhammad Adil malah meminta KPK turun tangan menangani dugaan penyimpangan pembayaran utang eskalasi proyek multiyears tersebut, sebab hal ini tidak pernah dibicarakan atau mendapat persetujuan dari DPRD Riau.

"Terkait sudah dibayarkannya utang eskalasi oleh Pemprov, tentunya anggota DPRD Riau tak akan bertanggung jawab. Karena sebelumnya, DPRD Riau sepakat tidak membayar utang eskalasi ini dalam APBD-P 2015, karena ada beberapa versi putusan hukum yang membingungkan," katanya.

Selain Muhammad Adil, legislator lainnya yang 'menjerit' adalah Abdul Wahid. Anggota DPRD Provinsi Riau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, urgensi dari dana eskalasi itu adalah tidak adanya pembahasan di dewan sebelum dilakukannya pencairan. Ia menyebut, tandatangan ketua dewan terakhir pada pembahasan APBD-P adalah pada 14 Desember 2014.

"Nah, pencairannya dilakukan pada 16 Desember 2015. Hanya dua hari setelah ditandatangani. Sementara, pembahasannya tak pernah dilakukan," katanya menguraikan.

"Tiba-tiba, dana yang tak pernah masuk dalam pembahasan bisa dicairkan. Ini kan aneh saja, kok bisa begitu" tambahnya kemudian.

Berbeda dengan Legislator Riau dari Fraksi Demokrat, Aherson. Dia malah meminta agar gonjang-ganjing pembayaran hutang eskalasi oleh Pemerintah Provinsi Riau pada kontraktor sekitar Rp 220 miliar tidak perlu diributkan karena sudah ada payung hukumnya yaitu Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kemndagri).

"Kita menilai tidak ada yang salah dalam pembayaran ini oleh Pemerintah Provinsi Riau. Pemprov berani melakukan pembayaran tentu ada alasan kuat. Kalau tidak, tentu tidak akan dilakukan pembayaran," kata dia.

Anggota DPRD Riau, Musyafak Asikin yang sempat menjadi anggota Badan Anggaran (Banggar) terkait dana eskalasi tersebut mengungkap, bahwa selama ini pihaknya tidak pernah menyetujui pembayaran dana eskalasi itu.

"Sejauh ini, seperti yang saya ketahui, dana eskalasi tersebut disetujui untuk tidak dibayarkan, artinya Banggar tidak menyetujui untuk dibayarkan," kata Musyafak.

Nah, lanjut dia, ketika itu anggota Banggar termasuk dirinya menyetujui untuk dana eskalasi itu tidak dibayarkan seluruhnya. Namun pada kenyataannya dibayarkan tanpa sepengetahuan Banggar.

Namun dibalik 'gonjang-ganjing' dana eskalasi senilai Rp220 miliar tersebut, beredar informasi adanya 'uang lelah' dari kalangan legislator yang tak terealisasi setelah dilakukannya pelunasan.

Sejumlah legislator yang dikonfirmasi tidak memberikan komentar berkaitan dengan informasi tersebut. Namun Musyafak mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan jika hal tersebut benar.

"Tapi saya sangat mengharapjan hal itu tidak benar atau tidak ada. Kalau ada yang namanya uang lelah, itu tentu salah. Saya rasa, kalau benar ada uang lelah, hal itu terlalu berani. Yang jelas kalau ada sagat disayangkan dan saya tidak tahu," katanya. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Netizen Bingung Zaskia Gotik Jadi Duta Pancasila, 'Kok Bisa'?

Riau Book - Usai dituding melecehkan Pancasila dengan menyebut lambang sila kelima 'bebek nungging', pedangdut Zaskia Gotik malah ditunjuk sebagai…

Foto

PLN Butuh 5.558 Pekerja Berkualitas Lulusan SMA Sampai S1, Simak Ulasannya

Riau Book - PT PLN (persero) dan anak perusahaannya membutuhkan tenaga kerja berkualitas sebanyak 5.558 orang untuk menunjang pembangunan program…

Foto

Kain Sarung Rp1 Miliar Pemko Pekanbaru Dikhawatirkan untuk Kampanye Firdaus

Riau Book - Pengadaan kain sarung di APBD Kota Pekanbaru yang angkanya mencapai Rp1 miliar lebih masih menjadi pro dan…

Foto

Jokowi: Jangan Mentang-mentang Bupati Baru, Mobil Dinas Juga Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah, terutama yang baru dilantik, untuk menggunakan kendaraan dinas yang lama daripada membeli…

Foto

Merampas Tanah Tuhan Atas Nama Tuhan

Riau Book - Dia sakit. Namun memaksa turun dari ranjang dan berjalan pelan keluar lewat pintu samping rumah buruk di…

Foto

Senin, Riau Buka Pendaftaran Seleksi Sekdaprov, Minat?

Riau Book - Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Sekdaprov Riau mulai bekerja pekan depan. Senin (11/4/2016), panitia akan membuka pendaftaran bagi…

Foto

Ratusan PNS Dumai Disumpah, Zulkifli Berharap Menjadi Amanah

Riau Book - Wali Kota Dumai, Riau, Zulkifli AS memimpin proses pengambilan sumpah atau janji aparatur sipil negara pengangkatan honorer…

Foto

Soal Utang Eskalasi Pemprov Riau, Noviwaldy ke KPK, Gerindra Cabut Hak Angket

Riau Book - Fraksi Gerindra Sejahtera DPRD Riau tiba-tiba berubah pikiran menggunakan hak angket terhadap persoalan utang eskalasi Provinsi Riau.…

Foto

Ada 'Uang Lelah' yang Tak Diberikan Lewat Pencairan Dana Eskalasi, Apakah Penyebab Noviwaldy Datangi KPK?

Riau Book - Desas-desus adanya permintaan 'uang lelah' dari kalangan legislator Riau berkaitan dengan pencairan dana eskalasi Pemprov Riau senilai…

Foto

LSM Menara Akan Sambut Jokowi Dengan Sejumlah Tuntutan di Dumai

Riau Book- Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo ke kota Dumai yang direncanakan pada tanggal 11 April mendatang akan disambut…

Foto

Noviwaldy 'Menghilang' Katanya ke KPK, Tapi Ada yang Bilang 'Sembunyi' di Hotel

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dikabarkan 'menghilang'. Dia meninggalkan tugas melayani masyarakat karena ingin menyelesaikan 'gonjang-ganjing'…

Foto

Noviwaldy Dikabarkan Laporkan Pencairan Dana Eskalasi ke KPK

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dikabarkan telah berangkat ke Jakarta untuk melaporkan 'gonjang-ganjing' pencairan dana eskalasi…

Foto

Beginilah Perasaan Legislator Musyafak Asikin Kalau Ada' Uang Lelah' Terkait Dana Eskalasi Riau

Riau Book - Dugaan kasus pelanggaran administrasi dan mark up terkait pembayaran dana eskalasi proyek di lingkungan Pemprov Riau masih…

Foto

Diklat PNS Riau Jangan Sekedar Habiskan Anggaran, 'Ilmunya harus Diterapkan'

Riau Book - Setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) oleh para pejabat dan kalangan PNS di Pemprov Riau identik dengan…

Foto

Riau Dukung Dewan Pers Tinjau Ulang Izin Perusahaan Media

Riau Book - Provinsi Riau berencana akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Dewan Pers belum lama ini. Dimana izin sejumlah perusahaan…

Foto

Di Negara Ini Alkohol Dilarang Dijual dan Dikonsumsi

Riau Book - Sejumlah negara berkembang mulai melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan pelarangan perdagangan…

Foto

Jokowi Disarankan Ganti Menteri-menteri yang Sudah Tua

Riau Book - Selain kinerja yang kurang memuaskan, faktor lain yang juga bisa jadi pertimbangan Presiden Joko Widodo untuk segera…

Foto

Di Daerah ini 65 Persen Pengguna dan Pengedar Narkoba Kalangan Pelajar

Riau Book - Peredaran narkoba terbukti masih terus merajalela. Bahkan penggunanya telah merambah berbagai kalangan, termasuk pelajar mulai dari tingkat…

Foto

Mendagri Tak Kunjung Definitifkan Gubernur Riau

Riau Book - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, sejauh ini belum didefinitifkan menjadi Gubernur Riau oleh Menteri…

Foto

Duh, Perusahaan Garap Hutan Riau Secara Ilegal, Legislator: Pelaku Harus Didenda Rp12 Miliar

Riau Book - Kalangan legislator dari Komisi A DPRD Riau terus memperjuangkan sekitar 70 ribu hektar lahan yang dicaplok oleh…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan