Pendekatan Budaya dalam Penyelesaian Berbagai Masalah

BangsaIndonesia merupakan negara dengan banyak multikultur yang bisa dilihat dari sisi ras, agama, bahasa, suku dan adat istiadat. Keanekaragaman tersebut juga mengandung potensi konflik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mengancam keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, seperti gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini bisa diakibatkan dari ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan berujung terjadinya disintegrasi bangsa. Ancaman disintegrasi bangsa dibeberapa wilayah sudah berkembang , bahkan mendapatkan dukungan dari sebagian pihak, segelintir elit politik lokal maupun elit politik nasional dengan menggunakan beberapa isu global yang meliputi isu demokratisasi, HAM, lingkungan hidup dan lemahnya penegakan hukum serta sistem keamanan wilayah perbatasan.

Indonesia memiliki keragaman budaya dan tradisi daerah yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakatnya. Keanekaan budaya dan tradisi itu perlu dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan pemahaman budaya dan tradisi serta kearifan lokal setempat berbagai kendala dan masalah separatisme atau terorisme dan isu-isu lainnya yang mengancam stabilitas bangsa dapat diminimalisir bahkan diantisipasi.

Penanganan masalah dengan menggunakan pendekatan kekeluargaan dan musyawarah termasuk penerapan kearifan lokal yang berlaku dalam masyarakat setempat cukup efektip denga tetap tidak menyampingkan hukum yang berlaku jika sudah membahayakan kepentingan nasional. Harapannya melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai dan norma yang berlaku, peran lembaga lokal serta tokoh masyarakat diaktualisasikan dalam penanganannya. Mengingat keanekaragaman bangsa Indonesia tersebut sangat rawan menimbulkan konflik horizontal.

Jika kita mencermati banyak hasil penelitian menunjukan bahwa akar permasalahan terjadinya konflik di beberapa daerah diindonesia adalah karena masih adanya marginalisasi dan tindakan diskriminatif dalam pembangunan ekonomi terhadap orang penduduk asli, kurangnya pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Disinilah peran pemerintah khususnya lembaga negara seperti TNI/Polri, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga pemerintah serta stakeholders lainnya yang terkait untuk menyelesaikan masalah-masalah atau isu-isu global yang melanda Indonesia.

Selama-bertahun-tahun Indonesia mengalami persoalan yang menyangkut persatuan bangsa yaitu munculnya gerakan separatisme di berbagai daerah. Berdirinya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Republik Maluku Serikat (RMS), dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia yang harus segera diselesaikan karena hal tersebut menyangkut keutuhan persatuan suatu bangsa.

Pada dasarnya organisasi-organisasi tersebut menuntut untuk melepaskan diri dari wadah Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Alasan Pembentukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menolak pembangunan ekonomi, serta modernitas. Keinginan diri untuk melepaskan diri dari wilayah NKRI adalah suatu bentuk gertakan kepada pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan daerah tersebut.

Keinginan mereka untuk melepaskan diri dari NKRI sebagai protes karena anggapan adanya ketidakadilan pemerintah Indonesia dalam mensejahterakan masyarakat. Biasanya ketika harapan dan kenyataan tidak sesuai, di situ acap sekali konflik akan lahir. Di sinilah yang harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan akan ditunggangi atau dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang akan mengambil keuntungan secara politis maupun ekonomi.

Namun ketika peran lembaga negara seperti TNI/POLRI, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga pemerintah lain belum maksimal dalam menyelesaikan beberapa persoalan di Negara Indonesia ini maka peran masyarakat sangatlah diperlukan misalnya dengan musyawarah, yakni sebagai pemecah kebuntuan ketika masyarakat menghadapi masalah, dengan adanya musyawarah akan banyaknya pemikiran yang dapat dipersatukan dan menjadi tanggung jawab bersama setelah keputusan diambil.

Musyawarah juga menghasilkan solusi yang solutif, keputusan musyawarah akan menjadi solusi bersama dan akan diterima oleh semua pihak, hal ini didasari keputusan diambil secara bersama melalui musyawarah. Selain pemecah kebuntuan, musyawarah juga menghasilkan islah perdamain dan pengurai konflik. Ketika konflik terjadi baik itu ditingkat masyarakat desa maupun kota, musyawarah merupakan media yang paling tepat untuk meyelesaikannya. Inilah yang sering kita sebut dengan kearifan lokal.

Musyawarah merupakan sebuah media atau alat untuk pemersatu, satu dalam kebinekaan merah putih untuk menjemput hari esok yang lebih baik. Musyawarahlah yang mempersatukan warna-warni keberagaman budaya bangsa ini menjadi indah, dan mengikat kita dalam satu kibinekaan yang membuat kita kuat dalam satu kesatuan.

Melihat persoalan-persoalan bangsa ini, hendaknya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal terus dapat ditanamkan kepada setiap generasi muda penerus bangsa. Kewajiban ini tidak hanya berada di pundak pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa.

Setiap kita dapat memainkan peran sesuai dengan porsi kita masing-masing. Jika tanggung jawab ini hanya diberikan kepada pemerintah semata, rasanya tidak adil.

Lilies Suryanti : Penulis adalah pemerhati sosial budaya dan aktif pada Forum Kearifan Lokal untuk Kebangsaan.

foto

Terkait

Mengawal Stabilitas Ekonomi Indonesia

"Bekerja, bekerja, bekerja" merupakan slogan dalam kepemimpinan Jokowi dalam menakhodai negara ini dan ternyata menghasilkan buah sangat menakjubkan yang belum…

Foto

Misi Indonesia Ditancap di Sunnylands

Riau Book - Matahari di Sunnylands mulai merangkak turun, Minggu 14 Februari 2016, saat para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN satu persatu…

Foto

Dara Manis Jefry Noer Sudah Milik Orang

Riau Book - Mutia Restyana, seorang dari tiga dara manis anak Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer-Eva Yuliana, kini telah resmi…

Foto

Seribu Puisi Untuk Mu Polisi

RIAUBOOK.COM - Polisi, kami butuh ketegasan, bukan kekerasan. Begitu banyak kasus-kasus kekerasan di tengah masyarakat yang harusnya engkau selesaikan. Kami…

Foto

Belajar Hidup Dari Perampok Profesional

Riau Book - Banyak hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang kita alami. Kisah Berikut Hanya Fiktif, namun sarat hikmah.…

Foto

Jefry Noer Sosok Pemimpin Tak Pernah Letih Berbicara dan Bekerja

Riau Book - Siang itu, Senin (16/11/2015), ada ratusan orang termasuk puluhan wartawan yang menantikan kedatangan seorang Irman Gusman, Ketua…

Foto

Jurnalisme Kabut Asap, Dalam Bayang-bayang Bergerak Samar

Riau Book - Persoalan ikut mengabur. Jelaga menyaput akal sehat --membuka pintu atas masuknya prasangka. Praduga. Isu mengelepak dari kuduk…

Foto

Kebijakan Aneh bin Ajaib Tentang Kenaikan 400 Persen Tarif Parkir

Riau Book - Aneh bin Ajaib. Kalimat ini pantas untuk kebijakan Pemerintah Dearah Kota Pekanbaru, Riau, yang terkesan konyol. Aneh,…

Foto

Kisah Pak Raden dan Negeri yang Tak Peduli

Riau Book - Beberapa hari lalu, di sebuah acara makan siang bersama beberapa kawan, saya mengatakan, betapa negara ini tidak…

Foto

Kisah Heroik MPA Tanjung Leban, Padamkan Kebakaran Tanpa Gaji

Riau Book - Bagi Hermansyah, kepedulian terhadap lingkungan adalah harga mati, walau mati karena tak bergaji. Sementara bagi Harianto, loyalitas…

Foto

Ini Enam Sifat Orang Indonesia, Salah satunya Munafik, Bagaimana Anda?

Riau Book - Belanda mewariskan feodalisme yang sampai sekarang masih bertahan. Sistem pertahanan budaya —yang semula diagung-agungkan dengan istilah kearifan…

Foto

Parodi Media, Pers Pisau Bermata Dua

Di tangan seorang pengusaha atau politisi —media sedemikian multi-fungsi. Pers yang diibaratkan bagai pisau bermata dua: bisa disabetkan kepada apa…

Foto

Tahun Kambing Penuh Prahara Bagi SBY Menular ke Jokowi

Riau Book - Jang Imlek Tahun Kambing Kayu 2015 kian hari kian terasa. Pernak-pernik dan kostum Imlek serba merah mulai…

Foto

Ini Klaim Keberhasilan Presiden yang Selalu Disebut Plogo-plongo

Di 6 bulan kerja Presiden Jokowi ternyata banyak sekali tantangan yang datang dari berbagai sektor. Mulai dari beragam kebijakan, hingga…

Foto

Petak Umpet BNN dan Bandar Narkoba

Riau Book - "Mengapa lembaga yang menangani masalah narkoba dinamai Badan Narkotika Nasional? Dalam kamus bahasa Indonesia kalimat itu mengartikan…

Foto

Hukum Menyedihkan, Si Miskin Memilih Mati Menentang

Fakta menyedihkan tentang hukum di negeri ini. "Bukan cuma buta, namun tuli atas jeritan orang-orang benar yang tengah dalam kesusahan,"…

Foto

Wanita Mantan Ajudan, Diperkosa Kini Memperkosa

RiauBook - "Dulu saya seorang ajudan bupati di salah satu kabupaten di Riau. Namun semuanya hancur setelah peristiwa pemerkosaan menimpa…

Foto

Ini Cerita Cicak dan Buaya, Tidak Termasuk Semut

RiauBook - Seekor anak cicak baru saja dilahirkan belasan tahun silam. Beberapa waktu setelah cukup umur, dia bertanya pada ibunya:…

Foto

Padahal BPJS Bayar, Masyarakat Kurang Mampu Tetap Diarahkan ke Puskesmas

RiauBook.com - Kebijakan pemerintah berkaitan dengan kesehatan patut dipertanyakan. Selama ini masyarakat diminta untuk membayar iuran bulanan melalui program Jamainan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan