Mengawal Stabilitas Ekonomi Indonesia

"Bekerja, bekerja, bekerja" merupakan slogan dalam kepemimpinan Jokowi dalam menakhodai negara ini dan ternyata menghasilkan buah sangat menakjubkan yang belum pernah dicapai oleh presiden-presiden yang ada di dunia dalam jangka 1 tahun awal kepemimpinan. Karena prestasi itu sulit didapat dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang yang masih jauh tertinggal lalu ditambah budaya korupsi dan feodalis yang masih kental melekat di tubuh pemerintah dan perpolitikan yang berorientasi transaksional (proyek dan jabatan) serta masih kuatnya kekuatan lama bercokol di segala lapisan bukanlah suatu yang mudah bagi seorang pemimpin di negara ini untuk melakukan perubahan.

Berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini, tantangan demi tantangan kedepan harus dilewati oleh bangsa ini untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan menjaga stabiitas perekonomian, seperti halnya masalah infrastruktur yang terjadi saat ini mengarah pada kadar persoalan yang semakin berat, misalnya pelayanan infrastruktur transportasi, penyediaan air bersih, pembuangan limbah, serta infrastruktur penunjang produksi lainnya. Solusi yang ditawarkan saat ini yakni penyelesaian persoalan yang parsial sehingga bisa mengatasi ketidakmampuan sistem infrastruktur dalam memerankan fungsinya.

Banyak aspek yang menjadi penyebab, misalnya keterbatasan serta kebijakan alokasi anggaran pembangunan, aspek kejelasan kewenangan serta peraturan, ataupun konflik antar daerah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur.

Kemudian masalah perekonomian yakni kesiapan pemerintah menghadapi MEA atau sebuah masyarakat yang saling terintegrasi satu sama lain (maksudnya antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam lingkup ASEAN) dimana adanya perdagangan bebas diantara negara-negara anggota ASEAN yang telah disepaki bersama antara pemimpin-pemimpin negara-negara ASEAN untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang lebih stabil, makmur dan kompetitif dalam pembangunan ekonomi. Artinya pemerintahan Jokowi ini harus tegas menghadapi MEA.

Pentingnya Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak terlepas dari dampak positif dan manfaat dari diberlakukannya perdagangan bebas diwilayah regional Asia Tenggara tersebut. Mungkin saat ini dampak positifnya belum begitu terasa karena MEA baru saja diberlakukan yaitu pada tahun 2015 lalu, namun diharapkan manfaat besarnya akan terasa pada tahun-tahun selanjutnya. Ketika MEA telah berjalan, pemerintah harus lebih mengkaji bila ingin menaikkan harga BBM. Setiap kenaikan harga BBM akan menghilangkan sekian persen kesempatan atau peluang anak bangsa ini di pasar bebas ASEAN.

Karena nantinya Indonesia akan mempekerjakan orang asing di Indonesia, sedangkan lebih dari 30 persen penduduk Indonesia merupakan pengangguran dengan daya persaingan yang ketat dan dengan data penduduk dimana kebanyakan penduduk yang menjadi pengangguran di sebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sedangkan salah satu persyaratan yang harus dimiliki peserta MEA yaitu menguasai bahasa asing bagaimana dengan penduduk Indonesia yang minim akan pengetahuan, yang jelas tidak bisa berbahasa asing. Begitu juga dengan kebutuhan energi listrik untuk konsumsi industri skala kecil, menengah hingga skala besar.

Optimisme dan pesimisme membayangi kita menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sosialisasi secara intensif harus dilakukan agar tidak terjadi kegaduhan yang akhirnya dipolitisir guna kepentingan yang sifatnya kontra produktif.

Namun Jokowi mampu menghadapi kondisi tersebut untuk menjalankan program-programnya untuk memberikan terbaik kepada rakyatnya tanpa harus membusungkan dada dan tanpa terjadi konflik sosial. Meski Jokowi sadar dirinya adalah penguasa besar di negeri ini yang setiap orang bisa tunduk kepadanya tapi Jokowi menghadapinya dengan memberi keteladanan bekerja sebagai bhakti kepada negerinya menciptakan Indonesia negara besar dan bermartabat. Kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, Jokowi bersama bawahannya terus bergerak bekerja tanpa lelah dan tanpa kenal waktu melakukan terobosan-terobosan di segala sektor.

Dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol. Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk.

Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau. Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain 'Pendulum Nusantara' adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Pembangunan infrastruktur harus memperhatikan aspek keberlanjutan, sehingga dalam jangka panjang keberadaan infrastruktur tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Mekanisme penyediaan infrastruktur harus mendasarkan pada prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, serta memperhatikan aspek efisiensi dan keadilan.

Di samping itu, masyarakat Indonesia sudah seharusnya peka dalam menanggapi isu-isu kekinian dan terus berkembang seiring dengan waktu yang terus berputar. Sekarang mari mendukung Jokowi, tanamkan optimisme tinggi sambil terus kerja dan kerja, jauhi korupsi, jangan hanya berpikir negatif dan terus larut dalam kebencian. Songsonglah kemajuan yang sudah di depan mata yang akan dialami bangsa ini di bawah pimpinan Jokowi. Selamat Pak Jokowi!!!

Pradnya Bayu Wibowo : Penulis adalah Pemerhati Ekonomi, aktif pada Kajian Pengembangan Pembangunan Negara Berkembang.

foto

Terkait

Foto

Misi Indonesia Ditancap di Sunnylands

Riau Book - Matahari di Sunnylands mulai merangkak turun, Minggu 14 Februari 2016, saat para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN satu persatu…

Foto

Dara Manis Jefry Noer Sudah Milik Orang

Riau Book - Mutia Restyana, seorang dari tiga dara manis anak Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer-Eva Yuliana, kini telah resmi…

Foto

Seribu Puisi Untuk Mu Polisi

RIAUBOOK.COM - Polisi, kami butuh ketegasan, bukan kekerasan. Begitu banyak kasus-kasus kekerasan di tengah masyarakat yang harusnya engkau selesaikan. Kami…

Foto

Belajar Hidup Dari Perampok Profesional

Riau Book - Banyak hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang kita alami. Kisah Berikut Hanya Fiktif, namun sarat hikmah.…

Foto

Jefry Noer Sosok Pemimpin Tak Pernah Letih Berbicara dan Bekerja

Riau Book - Siang itu, Senin (16/11/2015), ada ratusan orang termasuk puluhan wartawan yang menantikan kedatangan seorang Irman Gusman, Ketua…

Foto

Jurnalisme Kabut Asap, Dalam Bayang-bayang Bergerak Samar

Riau Book - Persoalan ikut mengabur. Jelaga menyaput akal sehat --membuka pintu atas masuknya prasangka. Praduga. Isu mengelepak dari kuduk…

Foto

Kebijakan Aneh bin Ajaib Tentang Kenaikan 400 Persen Tarif Parkir

Riau Book - Aneh bin Ajaib. Kalimat ini pantas untuk kebijakan Pemerintah Dearah Kota Pekanbaru, Riau, yang terkesan konyol. Aneh,…

Foto

Kisah Pak Raden dan Negeri yang Tak Peduli

Riau Book - Beberapa hari lalu, di sebuah acara makan siang bersama beberapa kawan, saya mengatakan, betapa negara ini tidak…

Foto

Kisah Heroik MPA Tanjung Leban, Padamkan Kebakaran Tanpa Gaji

Riau Book - Bagi Hermansyah, kepedulian terhadap lingkungan adalah harga mati, walau mati karena tak bergaji. Sementara bagi Harianto, loyalitas…

Foto

Ini Enam Sifat Orang Indonesia, Salah satunya Munafik, Bagaimana Anda?

Riau Book - Belanda mewariskan feodalisme yang sampai sekarang masih bertahan. Sistem pertahanan budaya —yang semula diagung-agungkan dengan istilah kearifan…

Foto

Parodi Media, Pers Pisau Bermata Dua

Di tangan seorang pengusaha atau politisi —media sedemikian multi-fungsi. Pers yang diibaratkan bagai pisau bermata dua: bisa disabetkan kepada apa…

Foto

Tahun Kambing Penuh Prahara Bagi SBY Menular ke Jokowi

Riau Book - Jang Imlek Tahun Kambing Kayu 2015 kian hari kian terasa. Pernak-pernik dan kostum Imlek serba merah mulai…

Foto

Ini Klaim Keberhasilan Presiden yang Selalu Disebut Plogo-plongo

Di 6 bulan kerja Presiden Jokowi ternyata banyak sekali tantangan yang datang dari berbagai sektor. Mulai dari beragam kebijakan, hingga…

Foto

Petak Umpet BNN dan Bandar Narkoba

Riau Book - "Mengapa lembaga yang menangani masalah narkoba dinamai Badan Narkotika Nasional? Dalam kamus bahasa Indonesia kalimat itu mengartikan…

Foto

Hukum Menyedihkan, Si Miskin Memilih Mati Menentang

Fakta menyedihkan tentang hukum di negeri ini. "Bukan cuma buta, namun tuli atas jeritan orang-orang benar yang tengah dalam kesusahan,"…

Foto

Wanita Mantan Ajudan, Diperkosa Kini Memperkosa

RiauBook - "Dulu saya seorang ajudan bupati di salah satu kabupaten di Riau. Namun semuanya hancur setelah peristiwa pemerkosaan menimpa…

Foto

Ini Cerita Cicak dan Buaya, Tidak Termasuk Semut

RiauBook - Seekor anak cicak baru saja dilahirkan belasan tahun silam. Beberapa waktu setelah cukup umur, dia bertanya pada ibunya:…

Foto

Padahal BPJS Bayar, Masyarakat Kurang Mampu Tetap Diarahkan ke Puskesmas

RiauBook.com - Kebijakan pemerintah berkaitan dengan kesehatan patut dipertanyakan. Selama ini masyarakat diminta untuk membayar iuran bulanan melalui program Jamainan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan