RIAUBOOK.COM - Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau terancam batal dilaksanakan tahun ini, pasalnya Kabupaten Kepulauan Meranti berkirim surat kepada Kementerian Agama RI memohon untuk memberangkatkan jemaah calon hajinya langsung ke Embarkasi Haji Batam karena berbagai pertimbangan.
Kementerian Agama RI lantas mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Riau terhadap pelaksanaan EHA tahun ini, mengingat seluruh kabupaten/kota di wilayah sebelumnya telah menyatakan dukungan tertulis terhadap wacana tersebut.
"Dia ini (Bupati Kepulauan Meranti) ada anti valen, waktu surat kita yang ke pusat pertama itu semua bupati/walikota termasuk dia itu menandatangani untuk mendukung, itu yang di tanyakan orang pusat kepada Pak Ahmad Syah Harrofie (Asisten I Setdaprov Riau) apakah surat itu sohih, kita bilang itu memang sohih," kata Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim kepada RiauBook.com, Jumat (15/2/2019) di Pekanbaru.
Menindak lanjuti hal itu, dikatakan Wan Thamrin, ia akan menghadap langsung ke Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umrah untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
"Saya insyaallah kalau memang nanti pelantikan Syamsuar tanggal 20 nanti, saya ke Jakarta untuk melaporkan ini ke Dirjen, masak ia kita korban kan 5000 orang dengan 70 orang," tutur Wan Thamrin.
Melalui sambungan telepon, kata dia, pihak Kementerian Agama RI telah melakukan konfirmasi kepada Pemprov Riau terkait keabsahan surat dukungan EHA Riau yang sebelumnya ditandatangani oleh seluruh kepala daerah.
"Pak Azis Zaenal menandatangani dukungan itu pada hari-hari terakhir masa hidupnya, dan ternyata si Irwan Nasir seperti ini, saya kira ada hal lain, tak boleh seperti itu, hidup ini jangan terlalu banyak politisnya, berarti dia (Irwan) hinati agreement masyarakat Riau ini, jangan gara-gara nila setitik rusak susu satu belanga," demikian Wan Thamrin.
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir melalui Kabag Humas, Herry Syahputra SH menerangkan jika surat bernomor 180/HK/14 yang dikirim kepada Menteri Agama itu adalah permohonan dispensasi pemberangkatan jemaah calon haji tetap melalui Batam karena pertimbangan efisiensi anggaran, efisiensi waktu serta kondisi kesehatan jemaah calon haji.
"Memang pembentukan Embarkasi itu sudah menjadi komitmen pemerintah se-Riau, hanya kita meminta dispensasi untuk Meranti, kita mempertimbangkan kalau Meranti harus ke Pekanbaru kemudian ke Batam kan jauh, kita minta dispensasi dengan pertimbangan jarak tempuh," kata dia.
Kata dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan nanti kepada pusat, "dalam hal ini mungkin Pemrov sebagai perwakilan pusat bisa menyampaikan ini".
"Artinya seperti ini, kabupaten lain mungkin harus ke Pekanbaru karena jarak tempuh kabupaten lain cukup jauh dari Batam, tapi kalau Meranti lebih dekat ke Batam dari pada ke Pekanbaru, begitu juga dengan biaya transportasi, kita ke Pekanbaru mesti transit dua kali, sementara ke Batam Naim Fery langsung samapai," tutur Herry.
Selain itu, sebutnya kondisi kesehatan jemaah calon haji yang sebagian besar berusia diatas 50 tahun juga menjadi salah satu alasan permohonan tersebut.
"Kita ketahui bersama, jemaah itu rata-rata usianya di atas 50 tahun, mereka harus transit lagi, membawa barang yang lagi, ini juga menjadi pertimbangan kita," tuturnya. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…