CATATAN KRITIS KEBIJAKAN DAN SERAPAN ANGGARAN PROPINSI RIAU TAHUN 2015

CATATAN KRITIS

KEBIJAKAN DAN SERAPAN ANGGARANPROPINSI RIAU TAHUN 2015

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu instrumen pembangunan yang tidak terlepas dari pokok-pokok pikiran kebijakan yag tertuang dalam beberapa dokumen perencanaan pembangunan dan penganggaran.

Target capaian pembangunan pada tahun anggaran 2015 sepertinya kurang mendapat energi positif, hal itu terlihat dari rendahnya target serapan anggaran yang hanya mencapai 63%. Hal itu tentunya menjadi catatan tersendiri karena dari tahun ke tahun daya serap anggaran jauh dari target yang realistis, sehinga indikator pembanguannya tidak bisa terlihat secara jelas dan spesifik seperti pembangunan infrastruktur, pemertaan pembangunan serta target penurunan angka kemiskinan masih jauh dari yang di harapkan. Data Badan Pusat Statistik Propinsi Riau Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Riau Maret 2015 sebesar 531,39 ribu jiwa (8,42 persen). Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2014 yang berjumlah 499,89 ribu jiwa (8,12 persen), penduduk miskin di Riau mengalami kenaikan sebanyak 31,50 ribu jiwa. http://riau.bps.go.id/websiteV2/brs_ind/brsInd-20150915130929.pdf

Dalam dokumen APBD Riau 2015, pemerintah provinsi Riau merencanakan belanja daerah sebesar RP. 10,7 trilun. Berdasarkan potensi realisasi yang hanya mampu terserap 63% maka SILPA dari belanja daerah yang tidak terserap sebesar Rp. 3,7 T pada tahun 2015. SILPA ini belum yang berasal dari realisasi pendapatan yang juga dimungkinkan melebihi target yang ditentukan.

penyerapan anggaran pada pos belanja langsung terhadap total belanja langsung adalah sebesar 45%, atau sebesar Rp. 1,9 triliun dari total belanja langsung sebesar Rp. 6,3 triliun. 45% tersebut 30 % dari proses lelang 15% nya merupakan pengadaan tanpa melalui mekanisme lelang.

Untuk belanja tidak langsung, dihitung berdasarkan realisasi tahun 2014 lalu. Perkiraan belanja tidak langsung mampu terserap cukup tinggi sebesar 85% atau sekitar Rp. 3,7 Triliun dari total 4,4 triliun, dengan masing-masing item belanja tidak langsung terserap sebesar 85% jika mengacu pada realisasi Belanja Tidak Langsung tahun 2014.

Paling tidak ada Empat hal yang menjadi catatan kritis untuk pemerintah daerah provinsi riau, mengapa persoalan serapan anggaran propinsi riau dari tahun ketahun sangat rendah.


Pertama, Memaksakan Pagu Anggaran Tinggi,

setiap SKPD cendrung memberikan pagu anggaran yang tinggi di setiap item kegiatannya. Hal itu bisa dilihat dari realisasi masing-masing program dan kegiatan justru jauh dari anggaran yang sebenarnya. Selain itu juga pagu anggaran yang dibiarkan terus ditetapkan jauh dari angka sebenarnya akan rentan dengan praktek korupsi.

Kedua, Realisasi Kegiatan Molor,

menjadi tradisi setiap tahun, pada 30 hari menjelang akhir tahun SKPD memaksakan kegiatan dan program yang belum terealisasi. Di tambah lagi pemrintah Riau memaksakan perubahan amgaran 2015 untuk di bahas dan di sahkan sehingga kegiatan yang di laksanakan hanyalah bersifat seremonial sehingga tidak begitu berdampak pada kebutuhan masyarakat secara luas. Hal itu juga mengakibatkan rendahnya penyerapan anggaran serta tidak maksimalnya sasaran kegiatan program yang menggunakan dana APBD.

Ketiga, Aparatur Tidak Profesional,

buruknya kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan peyerapan APBD dalam pelaksanaan program dan penyerapan anggaran setiap tahunnya juga karena tidak profesionalnya aparatur yang menjalankan program dan kegiatan SKPD. Selain itu juga program — program yang dibuat asal jadi, dan serapan anggarannya maksimal.

Keempat, Perubahan SOTK,

Pada tahun 2015 ada persoalan perubahan Sistem Organisasi Tata kerja (SOTK) baru sehingga aturan ini di anggap sebagai penghambat kinerja anggaran pemerintah daerah. Dengan alasan kehati-hatian pemerintah daerah tidak maksimal dalam melakasanakan program dan kegiatan sehingga wujud pembangunannya tidak dapat di rasakan oleh masyarakat secara luas, mestiya kalau memang benar-benar pemerintah berhati-hati dalam melaksanakan program angka serapan bisa di tekan. Namun yang terjadi adalah bentuk kehati-hatian itu tidak di imbangi dengan semangat kerja yang baik pada tingkat aparatur.

Buruknya serapan anggaran¸yang berakibat pada buruknya kinerja dan program pemerintah harus segera berbenah, agar hal itu tidak terus berulang setiap tahunnya. DPRD Provinsi Riau juga harus berperan aktif dalam proses control pemerintah dalam proses penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi anggaran pemerintah daerah.Mengahadapi moment pelaksanaan APBD 2016 yang yang telah di sahkan oleh DPRD propinsi Riau pada rapat paripura sebesar Rp. 11,24 T. DPRD Riau juga harus aktif dalam mengawasi anggaran di setiap SKPD. DPRD harus melihat dan menganalisis serapan selama satu semester ini dan dijadikan rujukan untuk menetukan anggaran SKPD. Selain itu, DPRD juga harus berani mengambil langkah pemotongan anggaran di SKPD — SKPD yang dinilai tidak layak dan tidak mampu mnyerap anggaran."Jangan sampai semakin tinggi APBD, semakin tinggi pula SILPA tahun berjalan, dan Korupsinya".

buruknya pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan daerah oleh Birokrasi Pemerintah Provinsi Riau, merupakan bentuk sistem birokrasi pemerintah daerah yang amburadul, tidak kredibel dan merugikan rakyat. Karena, kondisi seperti ini terjadi berturut-turut setiap tahun. Seharusnya pemerintah daerah Provinsi harus lebih baik dalam menjalankan fungsi mendistribusikan, melaksanakan dan menjalankan program pembangunan. Karena pemerintah provinsi Riau merupakan penopang pembangan Daerah Riau. 28%-30% biaya pembangunan daerah Riau itu, dikelola oleh pemerintah Provinsi. Namun kondisi yang seprti ini menunjukkan pula bahwa provinsi Riau gagal menjadi penopang pembangunan daerah.

Untuk itu, FITRA Riau merekomendasikan kepada pemerintah dan DPRD Riau, untuk :

  1. Pemerintah harus Memperbaiki sistem perencanaan keuangan dan pembangunan Daerah, yang paling utama adalah memperbaiki sistem dan mekanisme perencanaan yang terintegrasi yang terukur indikator capaian kinerjanya dengan mengedepankan semangat Transparansi dan pastisipatif.
  2. Pemerintah dan DPRD Riau juga harus memperbaiki sistem birokrasi dan manajemen pengelolaan program dan anggaran disetiap SKPD. Apalagi ada informasi perubahan SOTK baru.
  3. Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan anggaran tahun 2016 yang sudah di rancang dalam dokumen perencanaan penganggaran dan pembangunan Daerah dengan sebaik dan se efisien mungkin sehingga kualitas pelaksanaan APBD pada tahun 2016 tidak amburadul dan asal-asalan.
  4. Pemerintah dan DPRD membuat sistem monitoring penyerapan anggaran yang lebih transparan, partispatif dan akuntable. Sehingga penyerpaan anggaran dapat dimonitoring dan dievaluasi setiap sewaktu-waktu, bahkan perhari. Jadi tidak ada SKPD yang lengah dalam menjalankan kegiatan dan program dan tidak harus menuunggu evaluasi di akhir semester.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Inilah 13 Pejabat Baru Kampar yang Baru Dilantik

Riau Book - Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Riau, Zulfan Hamid telah resmi melantik sebanyak 13 orang pejabat di lingkungan pemerintahan…

Foto

Malam Natal Pekanbaru Tanpa Teror, Plt Gubernur: Tetap Antisipasi Hal tak Diinginkan

Riau Book - Perayaan malam Natal dan jelang Tahun Baru di Ibu Kota Riau, Pekanbaru, berjalan lancar tanpa ada aksi…

Foto

Siap-siap, Kata Kemendagri Plt Gubernur Riau Bisa Rombak Pejabat Setelah Dilantik

Riau Book - Kepala daerah termaauk Gubernur Riau memiliki kewenangan untuk melakukan pergantian kabinet dalam waktu kurang dari dua tahun…

Foto

Siapa Sekda Definitif Riau?

Riau Book - Sampai hari ini Sekretaris Daerah Riau masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) M Yafiz. Kapan jabatan strategis…

Foto

Katanya Proses Assesment Pejabat Riau Ada Unsur Nepotisme, Benarkah? Ini Jawaban Plt Gubernur

Riau Book - Belakangan sejumlah pihak mencurigai adanya unsur nepotisme dalam proses assesment dan pelantikan pejabat tinggi pratama (eselon II).…

Foto

Keadaan HAM Tanah Air Masih Cukup Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan Bersama, kata Jokowi

Riau Book -  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman turut hadir dalam acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia…

Foto

Inilah Tanda-tanda Calon Kepala Dearah Malah Mendukung Korupsi

Sejumlah daerah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah selesai melaksanakan pemilihan langsung calon kepala daerah. Begitu juga dengan sejumlah daerah lainnya…

Foto

Hot... Inilah Bintang Porno Jepang yang Buat Panas Mata Orang Indonesia

Riau Book - Ada sederetan bintang film porno asal Negeri Sakura yang kerap tampil dengan begitu fulgar. Tidak sedikit orang…

Foto

Saksikan, Presiden Jokowi Bakal Pantau Pilkada Serentak di Riau Lewat Teleconference

Riau Book - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Riau digelar serentak pada Rabu (9/12). Selain meninjau langsung beberapa daerah,…

Foto

Jaringan Al-Qaeda Menurun, BNPT: Namun Muncul ISIS Jadi Ancaman Baru Indonesia

Riau Book - Sinergitas kelembagaan dan kemasyarakatan sangat penting di lakukan dalam upaya membangun kerjasama seluruh komponen bangsa dalam upaya…

Foto

Oalah... Orang Mau Pilkada Serentak Malah Kongres HMI Nggak Selesai-selesai

Riau Book - Pihak Kepolisian Resort Kota Pekanbaru dan unsur pimpinan di Provinsi Riau memerintahkan kepada panitia agar Kongres Himpunan…

Foto

Tahukah? Mangrove Jaga NKRI, Pakar: Kerusakan Ekosistem Tenggelamkan Kedaulatan

Riau Book - Mangrove merupakan ekosistem yang esensial untuk memelihara keutuhan wilayah Nasional Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demikain Guru Besar…

Foto

Terpilih Jadi Ketum Kohati PB HMI, Farihatin: Suara Terbanyak Sebenarnya Yanti, Tapi Dilimpahkan

Riau Book - Kongres ke XXIX Himpunan Mahasiswa Indoensia (HMI) untuk Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar PB Kohati (Kops HMI…

Foto

Kabupaten/Kota Manakah di Riau Terbaik dalam Keterbukaan Informasi Publik?

Riau Book - Pihak Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau tahun ini kembali melakukan penganugerahan dan pemeringkatan keterbukaan informasi bagi badan…

Foto

Ironi Kompleks Perumahan Bertuah Sejahtera Dipenuhi Masyarakat Beragam Kesusahan

Riau Book - Lihatlah, di tengah Kota Bertuah, "berjibun" berbagai jenis kendaraan mewah, terparkir di sepanjang jalan yang mengintari gadung…

Foto

Luar Biasa, Tunjangan Perumahan Legislator Riau Bakal Naik Jadi Rp30 Juta

Riau Book - Luar biasa. Ungkapan itu pantas untuk banyaknya pemasukan kalangan legislator di DPRD Riau. Tidak hanya gaji dan…

Foto

Benarkah HMI Terpecah Jadi 3 Bagian? Hebohnya Petinggi Partai Terlibat Skenario Kerusuhan

Riau Book - Kongres Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Riau tercoreng dengan rentetan aksi kerusuhan. Dimulai sejak pembukaan oleh…

Foto

Inilah 3 Indikasi Penyebab Kongres HMI di Riau Rusuh

Riau Book - Kongres Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Kampar, Riau, memicuh kerusuhan di berbagai wilayah Ibu Kota…

Foto

Ironi, Masyarakat Diminta Taat Pajak, Ribuan Mobil Dinas Milik Pemda Riau Malah Nunggak

Riau Book - Spanduk-spanduk besar bertuliskan ajakan masyarakat untuk taat pajak terlihat di berbagai wilayah pusat kota Pekanbaru, Riau. Namun…

Foto

Lho, Jabatan Sekda Riau Belum Jelas, Katanya Nunggu Instruksi

Riau Book - Pemerintah Provinsi Riau sejauh ini belum melakukan proses seleksi Jabatan Sekretaris Daerah. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan