RIAUBOOK.COM - Oleh Juprizal
Beruntung Betul PDIP Mendapatkan Andi Rachman, Gubernur Riau, Calon incumbent yang akan di usung pada Pilgubri 2018.
Dengan Mengusung Andi Rachman dan Suyatno, PDIP berharap mendapatkan dua kemenangan. Menang di Pilgubri dan Kader Jamiluddin yg merupakan Wakil Bupati Rohil, akan naik menjadi Bupati.
PDIP sangat berkepentingan merebut Rokan Hilir dari Golkar untuk dijadikan daerah basis dari Partai Pendukung Ahok ini. Sebab PDIP menilai struktur masyarakat Rokan Hilir secara ekonomi telah di kuasai masyarakat keturunan Cina dan Batak Kristen sebagai basis dukungan PDIP.
Dengan menggunakan strategi "makan bubur" ini ( mengambil dari pinggir ) PDIP berharap dapat menghubungkan Rokan Hilir dengan daerah basis Partai Merah ini yakni Sumatera Utara.
Yang sangat disayangkan adalah Gubernur Riau Andi Rachman. Sebagai Politisi kawakan yang bersuku minang, Andi Rachman belum mampu membaca suasana psikologis para dunsanak yang ada di Kampuang maupun yang ada di perantauan di Riau.
Kita sama-sama mengetahui bahwa daerah minangkabau adalah daerah yang paling sulit ditaklukkan oleh PDIP. Pada saat pilpres pun daerah minangkabau tak mendukung jokowi. Bagi para dunsanak minangkabau, hal ini sangat membanggakan mereka. Mereka mengatakan "kincie-kincie urang awak lai bajalan". Begitulah permisalan yang dipakai untuk masyarakat yang "melek politik" di ranah minang.
Riau adalah rumah kedua puak minang. Disamping kedekatan budaya minang dan budaya melayu, Riau merupakan daerah tujuan utama dari perantauan para dunsanak minangkabau. Tak heran bila basis-basis puak minang di Riau sangat sulit ditaklukkan PDIP. Dan tak satupun Kepala Daerah di Riau Baik Bupati maupun Walikota yang merupakan kader PDIP. PDIP baru bisa mengirimkan wakil bupati untuk daerah Rohil dan Inhu sebagai syarat untuk mendapatkan dukungan PDIP dan dukungan Presiden Jokowi.
Hari ini setelah peristiwa penistaan agama yang dilakukan ahok, PDIP sebagai partai yang "mati-matian" mendukung penista agama tersebut, merasakan dampaknya. Dukungan politik kepada PDIP sebagai pemenang pemilu semakin melemah. Calon-calon yang diusung PDIP bertumbangan di setiap Pilkada. Peristiwa penistaan agama tersebut tak akan pernah dapat dilupakan oleh ummat Islam. Begitu juga dengan partai-partai yang terang-terangan mendukung ahok pada saat itu. Apalagi untuk Daerah Riau dan Sumatera Barat yang merupakan daerah Basis Alumni 212 yang paling besar di Pulau Sumatera. Sepertinya sangat sulit bagi Andi Rachman untuk memenangkan Pilgubri dengan perahu PDIP ini.
Jadi bagi PDIP beruntung mendukung incumbent, karena akan dapat menggunakan seluruh infrastruktur kepala daerah untuk sosialisasi partai gunakan menghadapi pemilu dan pilpres 2019. Sementara sangat merugikan Andi Rachman, karena secara psikologis bertentangan dengan sikap puak minang di Riau yang sangat anti dengan partai pendukung penista agama ini. Padahal basis dukungan utama Andi Rachman di Riau adalah para dunsanak perantau minang. Namun Andi Rachman selaku tokoh yg berdarah minang menyia-nyiakan dukungan tersebut dengan menggaet partai pendukung penista agama. Semoga cepat disadari. Wallahu'alam bish shawab.
*Juprizal adalah Presidium KA KAMMI Riau. Tulisan ini diambil dari akun facebook @JuprizalHumam, di unggah pada tanggal (18/12/2017). (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…