RIAUBOOK.COM - Oleh: Jufri Hardianto Zulfan, S.H
Kita mengingat perkataan Presiden pertama Republik ini, Ir. Soekarno menyatakan "Jas Merah" yang bermaksud jangan pernah melupakan sejarah, hal ini tentu saja merupakan salah satu barometer dari penghargaan suatu bangsa terhadap negaranya, yang terkait erat dengan para pahlawannya dan menjadikan suatu kewajiban untuk negara yang berdapab agar kembali mempelajari sejarahnya untuk mendapatkan hikmah dan ilmu serta pengalaman silam yang didapat.
Dalam studi ilmu tata negara, dikenal beberapa sebab diakuinya suatu negara tertentu dan ilmu ini telah menjadi kajian utama untuk para pencari ilmu khususnya jurusan hukum, penulis mengemukakan diantara nya adalah, (a) adanya wilayah, (b) adanya pemerintahan, (c), adanya rakyat, dan (d), adanya pengakuan dari negara lain. Dalam judul diatas, penulis ingin mengungkapkan bagaimana kemesraan hubungan negara ini dengan negara Mesir dan Palestina sehingga penulis merasa wajib dilakukan untuk pemerintahan negeri ini membantu jika negara tersebut dalam keadaan yang tidak diinginkan, seperti halnya yang dikatakan oleh pepatah "hutang harta dibayar harta hutang budi dibawa mati"
Penulis sampaikan, setelah proklamasi kemedekaan, dicatat bahwa negara-negara timur tengah termasuk yang pertama kali mengakui posisi Indonesia sebagai negara merdeka, penulis mengutip sebagian isi buku yang berjudul "Indonesia, Islam dan Demokrasi" yang ditulis oleh Azzumardi Azra, disebutkan bahwa pertama kali, kemerdekaan Indonesia diakui oleh Mesir ( yang secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946 dan pada tanggal 10 Juni 1947 mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia secara de jure) dan Arab Saudi. Disamping mengakui keberadaan negara Indonesia, negara-negara timur juga mengirimkan bantuannya, seperti halnya yang diungkapkan oleh A. H Nasution, "karena itu tercatatlah, bahwa negara-negara Arab yang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomtiknya ke Jogja dan yang paling dahulu memberi bantuan biaya untuk diplomat-diplomat Indonesia di luar negeri.
Disisi lain, tercatat bahwa negara Palestina justru secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu tepatnya pada tanggal 06 September 1944. Pengakuan tersebut disebarluaskan ke seluruh dunia Islam oleh seorang Mufti besar Palestina Syehk Muhammad Amin Al-Husaini.
Lalu dewasa ini, peristiwa yang memilukan kembali terjadi terhadap negara yang berjasa tersebut terhadap negeri ini, sudah puluhan tahun negara tersebut dijajah oleh Israel, penulis tidak dapat menyebut Israel dengan sebutan "negara" karena dari sejarah keberadaan negara ini memang diperdebatkan dan dipermasalahkan dan hal ini tentu saja menggugurkan salah satu kriteria dari ciri-ciri negara yang utuh yang salah satunya adalah diakui oleh dunia Internasional.
Jika Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Ir H, Joko Widodo sebagai Presiden ingin membalas budi baik negeri Palestina maka moment inilah yang harus dimamfaatkan, karena pergerakan seorang Presiden dengan kebijakan yang ada pada dirinya dengan cepat akan segera dilakukan oleh orang-orang yang menjadi bawahannya dan menjelaskana permusuhan dengan Israel. Sejarah mencatat, Presiden Soekarno mengutuk keras dan menolak menjalin hubungan dengan Israel serta agresi Israel terhadap negara-negara Arab dan mendukung negara-negara Arab dalam perjuangan melawan Israel. Bahkan hingga bergantinya kepemimpinan negeri ini oleh Soeharto, Indonesia tetap sangat setuju dengan perjuangan rakyat Palestina dan hal ini menggmbarkan sudah puluhan tahun hubungan mesra ini tetap dijaga oleh para pemimpin negara tersebut dengan baik.
Akhirnya penulis sampaikan, "Open Your Eyes" Palestina merupakan saudara kita, bukankah dalam pembukaan konstitusi kita disampaikan dengan jelas, "oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan kerena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan". Dengan harapan semoga saja para penguasa negeri ini memahmi apa yang sedang terjadi dan lebih dari itu juga melakukan tindakan atas apa yang terjadi tersebut. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…