RIAUBOOK.COM -Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H.Said Hasyim minta semua pihak dalam pelaksanaan hari raya keagamaan berjalan aman dan kondusif. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan masyarakat menjelang akhir tahun bahkan di awal tahun, hingga pertengahan Februari mendatang.
Dimulai dari perayaan hari jadi kabupaten yang jatuh pada 19 Desember, kemudian berlanjut dengan perayaan Natal bagi masyarakat Kristen dan Katholik, selanjutnya perayaan Tahun Baru 1 Januari 2018, dan perayaan hari raya Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018.
Semua kegiatan masyarakat tersebut, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya berjalan aman dan lancar. Tahun ini juga hal itu diharapkan bisa berjalan aman, lancar dan lebih meriah lagi.
Demikian paparan Wakil Bupati H Said Hasyim, didampingi Sekdakab Yulian Norwis maupun para pejabat teras lainnya di ruang rapat orange pada rapat koordinasi menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru serta perayaan Imlek di Meranti. Rabu (13-12-17).
Wabub mengungkapkan, pada pelaksanaan hari jadi kabupaten, sudah ada imbauan dari pemerintah daerah agar seluruh lapisan masyarakat menyambut hari jadi tersebut dengan penuh antusias.
Seperti memasang berbagai ornamen kemeriahan, terutama kantor-kantor pemerintahan yang ada, maupun perumahan penduduk terutama di sepanjang jalan protokol dengan memasang umbul-umbul dan lain sebagainya.
Selanjutnya dalam pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru, seperti biasa tidak banyak yang perlu dibahas lagi. Yang penting, aparat keamanan senentiasa menjaga dan menjamin keamanan bagi umat Nasrani yang akan melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut.
Seperti tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan kegiatan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar aman dan kondusif," kata Said.
Yang menjadi perhatian semua pihak dalam pelaksanaan hari raya Imlek. Rangkaian perayaan tersebut cukup panjang, hingga sampai pada kegiatan Cue Lak atau hari ke enambelas setelah Imlek.
Dalam pelaksanaan itu sendiri akan ada pemasangan mercon sebagai bagian dari ritual bagi saudara kita beragama Budha dan Kongfuchu.
Ini sudah diatur dimana pemasangan mercon dibenarkan tapi ada aturan yang mengikat. Demikian juga pada pelaksanaan perang air. Kalau sebelumnya masyarakat bisa seenaknya menyiram orang lain bahkan dengan ember, maupun air es, mulai perayaan tahun depan hal itu akan diatur sedemikian rupa.
Ember tidak lagi dibolehkan untuk menyiram, namun hanya gayung timba saja. Demikian juga air akan disediakan oleh pemerintah daerah. Sehingga air yang ditumpahkan atau ditembakkan kepada orang lain terjamin kesehatannya," jelas Said.
Mengenai kebutuhan buah dalam ritual sembahyang pada hari raya Imlek, diharapkan sinergy dari semua pihak untuk memberikan sedikit kelonggaran keran masuk buah dari luar negeri.
Sehingga kebutuhan buah untuk ritual sembahyang akan bisa terbutuhi. Hal itu juga mengacu pada pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian perayaan Imlek di Meranti tetap bisa berjalan meriah dan dapat mengudang wistawan manca negara. Moment Imlek ini juga kita harapkan menjadi salah satu moment yang dapat mengangkat nama Meranti di berbagai belahan bumi ini.
Jadi kita sangat berharap kepada semua pihak dapat berperan aktif dalam menunjang kelancaran dan keamanan pada pelaksanaan berbagai ivent masyarakat luas tersebut," tambah Said.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri para pejabat terkait seperti pihak Bea Cukai, Danposal, Polres maupun pihak TNI dan instansi vertical lainnya. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak
| | | | | | | | | | |


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…