Inilah Awal Mula Sengketa Lahan di Jalan Pesantren Pekanbaru yang Akhirnya Ricuh

Riau Book - Sengketa lahan di Ibu Kota Riau, Pekanbaru, marak terjadi diduga karena lemahnya undang-undang yang mengatur persoalan itu. Di dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) pelaku penyerobotan lahan hanya dijatuhi hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000.

Belum lagi rumitnya proses hukum karena perkara itu dianggap sebagai perkara tindak pidana ringan. Alhasil, banyak pihak yang kemudian memanfaatkan cela itu untuk "merampok" hak orang lain dengan ragam cara seperti yang terjadi di Jalan Pesantren, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru.

Menurut sejumlah sumber berkompeten, kasus sengketa lahan di Jalan Pesantren yang akhirnya menimbulkan kericuhan pada Kamis (3/12) awalnya dilatar belakangi oleh upaya penyerobotan atas lahan tersebut. Pihak pemilik sesungguhnya dari Kelompok Tani Sukamaju, berdiri sejak tahun 1974 yang diketuai oleh Nawijo dan Saman.

Sengketa

Seorang polisi menyaksikan eksekusi sebuah rumah di Jalan Pesantren Pekanbaru.

"Lahan seluas lebih 300 hektare yang dikelola oleh kelompok tani tersebut kemudian dibagikan ke sejumlah anggota kelompok tani yang berjumlah lebih dari 40 orang," kata J. Tumanggor, warga setempat yang mengaku telah tinggal di daerah itu sejak lebih 30 tahun silam.

Namun kemudian karena beberapa anggota kelompok tani tidak tinggal di sekitar lokasi tanah yang dikelolanya, pada awal tahun 1990 masuk sejumlah warga yang awalnya menumpang untuk membangun pondok sebagai tempat tinggal sementara.

Lahan

Beberapa tahun kemudian, demikian Dasniar, saksi hidup, atau sekitar tahun 1992 jumlah warga dari kelompok penumpang tersebut terus bertambah dan melakukan kegiatan perladangan. "Mereka kemudian melakukan teror, berbagai ancaman bahkan sampai merusak tanaman," katanya.

Dibalik kerusuhan akibat upaya penyerobotan itu, kemudian muncul perusahaan pengembang, PT Panca Belia Karya. Perusahaan ini kemudian melakukan upaya mediasi dan akhirnya membeli sebagian besar lahan tersebut dengan harga sangat murah.

"Seperti sudah ada permainan antara pihak penyerobot tanah dengan perusahaan. Karena kami selalu mendapatkan ancaman hingga tanah kemudian dijual murah. Waktu itu sekitar Rp700 per meter. Bayangkan, bandingkan dengan sekarang yang semeternya seharga Rp500.000," kata dia.

Serebot 2 Kali
Lahan

Pihak penyerobot yang ketika itu berada di pihak perusahaan dan telah mendapatkan bagian dalam transaksi penjualan, dikabarkan diminta untuk melakukan pengawasan atas lahan tersebut. Ketika itu, tersisa sekitar 23 haktera lahan milik 14 anggota kelompok tani yang tidak dijualkan ke PT Panca Belia Karya. Mereka adalah kelompok Saman, dan Arief Kuba serta lainnya.

Namun seiring berjalan waktu, dikabarkan tahun 1995, kelompok penyerobot lahan terus menebar teror dan melakukan perusakan terhadap tanaman di lahan yang tersisa itu. Bahkan mereka membawa sejumlah anggota keluarga untuk turut bercocok tanam di lahan milik Saman dkk.

Beberapa tahun kemudian, PT Panca Belia Karya mengalami kesulitan ekonomi. Pihak penyerobot lahan yang sebagian merupakan anggota salah satu organisasi buruh, kemudian semakin menjadi-jadi. Mereka terus mendatangkan para sanak dari kampung, luar provinsi, untuk tinggal dan menetap di lahan-lahan yang sebenarnya telah dijual itu.

Lahan

Kemudian kelompok penyerobot lahan yang belakangan diketahui diketuai oleh Jaunur Simanjuntak, dan sejumlah anggotanya yakni Hotman Panjaitan, Ayub Sulaiman Matondang, Abu Samah, Timbul Pakpahan, Jhoni Simatupang dan Tahuak Gultom, membentuk Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di hamparan lahan yang mereka klaim. Tujuannya untuk mempermudah proses administrasi dalam pengurusan surat penguasaan atas lahan yang diduga mereka serobot.

Sebagian lahan yang mereka serobot juga telah dijual setelah memiliki dokumen yang disahkan pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Parahnya, tanah pusarah atau kuburan Umat Muslim juga menjadi sasaran penyerobotan dan bahkan telah dijual oleh para pelaku.

Pada tahun 1996, kelompok Saman dkk kemudian melaporkan para pelaku ke kepolisian setempat. Beberapa pelaku seperti Jaunur Simanjuntak dan beberapa lainnya terbukti bersalah dan dikenakan sanksi kurungan penjara.

Kelompok Saman juga melakukan gugatan perdata, dimana ketika itu sekitar 1997, Pengadilan Negeri Pekanbaru memutuskan memenangkan gugatan Saman dkk, begitu juga dengan Pengadilan Tinggi Riau yang menguatkan putusan itu.

Lahan

Namun pihak tergugat melakukan kasasi. Ketika itu hanya tersisa dua orang yakni salah satunya Tahuak Gultom, karena selebihnya telah terbukti bersalah dalam gugatan pidana. Mahkamah Agung ketika itu memutuskan persoalan tersebut untuk dimulai kembali dari bawah karena luasan lahan yang tidak lagi satu hamparan.

Beberapa tahun kemudian sekitar 2009, Chenny Taher, ahli waris dari seorang anggota Saman melakukan gugatan dari awal yang pada akhirnya, pihak pengadilan memenangkannya hingga di tingkat kasasi Mahkamah Agung. Kemudian diputuskan untuk dilakukan eksekusi lahan yang telah berdiri sejumlah bangunan permanen itu.

Pihak terduga penyerobot kemudian melakukan perlawanan terhadap petugas yang tetap menjalankan perintah pengadilan. Rumah-rumah dan kebun sawit milik terduga penyerobot dirubuhkan menggunakan alat berat. (RB/fzr)

IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

foto

Terkait

Foto

3 Awak Kapal Terbakar, Polisi Duga Ini Penyebabnya

Riau Book - Aparat Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menyelidiki terbakarnya kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) seberat 6…

Foto

Eksekusi Lahan di Jalan Pesantren Ricuh, Warga Blokade dan Bakar Ban Halangi Petugas

Riau Book - Eksekusi lahan seluas dua hektar di Jalan Pesantren Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (3/12/2015), berlangsung ricuh.…

Foto

Payah! Pelaksanaan PIOS V Dinilai Gagal, Mahasiswa Berunjuk Rasa Karena Honor Juri Gak Dibayar

Riau Book - Dana penyelengaraan Pekan Ilmiah Olahraga Seni (PIOS) ke-V diduga diselewengkan pihak panitia hingga akhirnya mebuat mahasiswa Sekolah…

Foto

Inilah Kebringasan Oknum Polisi di Pekanbaru Saat Serang Satpol PP

Riau Book - Kaca pos jaga Kantor Sat Pol PP Pekanbaru pecah akibat diserbu sekitar 30 an anggota Shabara Polda…

Foto

Listrik Bengkalis Biarpet, Pembangkit dari Aceh Belum Tuntas Pemasangan

Riau Book - Kondisi kelistrikan di Kabupaten Bengkalis, Riau, sejauh ini masih biarpet. Pemdaman terus terjadi pada jam-jam tak dapat…

Foto

Kelompok Perusuh Kongres HMI Ancam Wartawan, Romli: Kalau Tak Menjauh Kami Bacok

Riau Book - Kelompok Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Sulawesi Selatan dan Barat yang disebut sebagai rombongan liar alias "Romli"…

Foto

Beginilah Kondisi Gelanggang Olahraga Remaja Riau Setelah Kongres HMI, Jorok dan Bau

Riau Book - Beginilah ruangan di Gelanggang Olahraga Remaja setelah pelaksanaan Kongres ke 29 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tempat pelaksanaan…

Foto

Dentuman Sonik F-19 Buat Warga Siak Hulu Panik

Riau Book -Dentuman sonik atau sonic boom dari Pesawat F-16 milik TNI AU Lapangan Udara Roesmin Nurjadin gegerkan warga Desa…

Foto

Jauh-jauh Merantau ke Malaysia, 26 WNI Malah Ketahuan Konsumsi Narkoba

Riau Book - Ada sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan…

Foto

Meresahkan! 75 Anak Punk di Pekanbaru Dijaring, 'Pemilik Ruko jangan Fasilitasi'

Riau Book - Kelompok remaja berpenampilan nyentrik atau yang dikenal anak punk di Pekanbaru, Riau, telah mendatangkan keresahan masyarakat karena…

Foto

Siswi SMP Dibunuh Teman Sekelas, Ada Cairan Diduga Sprema di Rok Korban

RIAU BOOK--Polres Sidaoarjo mendalami kasus pembunuhan siswi SMP PGRI 10 Candi Sidoarjo, Rahayu Dian Pertiwi (14) yang diduga dibunuh teman…

Foto

Tawuran...Doorrr! Seorang Pemuda Meregang Nyawa

RIAU BOOK--Rivaldi alias Ipang (19) meregang nyawa lantaran ditembak orang tak dikenal saat terjadi tawuran di Jalan Kramat Pulo Gundul,…

Foto

Diduga Depresi, IRT di Tenayan Raya Bunuh Diri, Sayat Nadi Pakai Kater

RIAU BOOK--Seorang IRT warga Perumahan BMP di Jalan Bukit Rahayu, Sail, Kecamatan Tenayan Raya, bernama Marsita (43) ditemukan tak bernyawa…

Foto

Hati-hati Minum Minuman Bersoda Ini, Jangan-jangan Ada Kondom di Dalamnya

Riau Book -Tahun 2012 seorang wanita hampir menelan kondom yang tersembunyi di bagian bawah botol minuman soda. "Itu sungguh menjijikkan,…

Foto

Hari Guru Tercoreng, Siswi SMP Jual Diri Seharga Ongkos Angkot, Cuma Rp5 Ribu Sekali Main

Riau Book - Hari Guru Nasional tercoreng oleh kelakuan siswi SMP satu ini. Haya karena keurangan uang jajan, dia lantas…

Foto

Setelah Makassar, Giliran HMI Polewali Mandar Buat Rusuh di Pekanbaru

Riau Book -Setelah ratusan oknum anggota Himpunan Mahasiswa Islam (Islam) dari Makassar, Giliran puluhan anggota HMI…

Foto

Mahasiswa Tolak Ranperda Resi Gudang Inhil, Katanya Lebih Baik Bangun BUMD

Riau Book - Ada puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa (GPM) lakukan aksi demo di kantor…

Foto

Puluhan Senjata Tajam Diamankan dari Oknum Angota HMI

Riau Book -Ratusan personil Polda Riau dan Polresta Pekanbaru mengamankan puluhan senjata tajam dan senjata api rakitan dari peserta kongres…

Foto

Soal Rencana Serangan ISIS ke Indonesia, Ini Tanggapan Kapolri

Riau Book - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dikabarkan akan menyerang Indonesia. Informasi itu sempat memicu kecemasan…

Foto

ISIS Terbukti Jaringan yang Rapih, Kesbangpol Riau Sampai Sulit Mendeteksinya

Riau Book - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau sejauh ini terus melakukan upaya pencegahan dengan cara pemetaan wilayah…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan