Eksekusi Lahan di Jalan Pesantren Ricuh, Warga Blokade dan Bakar Ban Halangi Petugas

Riau Book - Eksekusi lahan seluas dua hektar di Jalan Pesantren Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (3/12/2015), berlangsung ricuh. Warga menuding pelaksanaan eksekusi tidak tepat, karena masih melakukan upaya perlawanan di pengadilan.

Pantauan di lapangan, puluhan warga tampak memadati ruas jalan menuju lahan yang dipersengketakan antara 17 Kepala Keluarga (KK) dan Chenny Taher. Warga juga menutup jalan dengan tumpukan kayu dan ban, kemudian dibakar untuk menghadang petugas eksekusi menjalankan tugasnya.

Proses eksekusi ini dikawal puluhan bersenjata lengkap. Petugas juga membawa tameng dan pemukul. Api dari tumpukan ban disemprot dengan slang yang telah disiapkan.

Tidak terima, warga kemudian menghujani petugas dengan batu dan benda-benda lainnya. Bahkan, sejumlah wanita tampak menangis histeris menghadapi proses eksekusi tersebut.

"Seperti ini nasib rakyat kecil. Kalian (polisi,red) bukannya membantu kami malah tegak bersama mereka (eksekutor,red)," teriak seorang ibu sambil menghadang pergerakan polisi yang mencoba mensterilkan jalan.

Sang ibu juga sempat mengancam untuk mengorbankan nyawanya, jika petugas meneruskan proses eksekusi lahan yang mulai dipersengketakan semenjak tahun 1900-an tersebut.

"Kalian maju, aku siap mati. Aku tak peduli," lanjutnya meradang. Namun, hal tersebut urung terjadi karena ibu tersebut langsung diamankan warga lainnya.

Petugas terus bergerak menyisir jalanan, sehingga warga yang sebelumnya memadati jalanan bergeser ke tepi. Sementara, alat berat berupa eskavator mengikuti di belakang brikade pasukan polisi yang mensterilkan jalan.

Karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ratusan warga hanya bisa memandangi petugas melaksanakan eksekusi. Sejumlah pohon sawit dan tanaman lain yang berada di atas lahan, ditumbangkan. Begitu juga rumah-rumah yang sebelumnya telah dikosongkan penghuninya dalam sekejap rata dengan tanah.

17 KK melalui kuasa hukumnya, menyayangkan proses eksekusi yang terkesan dipaksakan tersebut. Menurut Rohyal Hasibuan, selaku Ketua Tim Kuasa Hukum warga menyebut kalau objek sengketa antara kedua belah pihak kabur.

"Menurut saya, eksekusi ini tidak benar. Seharusnya, dalam Berita Acara eksekusi harus jelas dulu batasnya. Pelaksanaan eksekusi harus berdasarkan surat ukur. Sekarang kan tidak, ini main tunjuk aja. Tidak pernah dilakukan rekonstruksi surat ukur," ungkap Rohyal Hasibuan di sela-sela proses eksekusi.

Lebih lanjut, Rohyal menduga kalau objek sengketa ini kabur. Menurutnya, Jalan Pesantren ada dua. Dia menduga, objek sengketa yang dipermasalahkan pihak pemohon eksekusi adalah bukan objek yang dieksekusi sekarang.

"Sertifikat awalnya itu ada Bukit Barisan, Tangkerang Timur. Sebagian lahan itu ada di Tangkerang Timur. Sementara, surat orang itu (pemohon,red) kulim semuanya.
Pelaksanaan eksekusi yang dibacakan tadi, berada di Kulim semua," lanjutnya.

Rohyal juga mengatakan proses eksekusi tersebut tidak tepat. Karena kliennya masih ada upaya perlawanan yang diajukan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Saat ini, proses tersebut masih bergulir di pengadilan.

"Upaya perlawanan masih dilakukan, namun mereka langsung saja mengeksekusi. Ini tidak benar. Juga, tidak terlihat pihak BPN disini," pungkasnya.

Di tempat sama, Kuasa Hukum pihak pemohon, Andika Surya Saputra, menyebut kalau pelaksanaan eksekusi ini diawali keputusan Mahkamah Agung (MA) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Perkara ini sudah inkrah. Makanya, dilakukan eksekusi," sebut Andika.

Dikatakannya, objek yang dieksekusi ini telah dipersengketakan kedua belah pihak sejak 2010 silam. "Sebelumnya, pada 1996 sudah juga dimulai. Disitu perkara induknya," lanjut Andika.

Saat ditanya mengenai tudingan pihak warga kalau objek sengketa tidak jelas, Andika menjawab diplomatis. "Silahkan saja. Yang jelas, dalam putusan tersebut sudah sah dan menyatakan klien kami menang. Perintah pengadilan, lahan ini harus dikosongkan," tegasnya.

Dijelaskannya, kliennya telah lama memiliki lahan tersebut. Karena, Chenny Taher selaku pemohon tidak berdomisili di wilayah tersebut, lahan tersebut akhirnya ditempati oleh warga.

"Mereka numpang nanam. Hingga mereka membuat rumah permanen. Bahkan, sudah ada RT dan RW. Mereka lah yang buat surat tanah itu," terangnya.

Namun, menurut Andika, surat warga yang memiliki alas hak berupa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) telah dibatalkan pihak pengadilan. "Mereka punya surat SKGR. Sementara, kita sertifikat," pungkasnya.

foto

Terkait

Foto

Payah! Pelaksanaan PIOS V Dinilai Gagal, Mahasiswa Berunjuk Rasa Karena Honor Juri Gak Dibayar

Riau Book - Dana penyelengaraan Pekan Ilmiah Olahraga Seni (PIOS) ke-V diduga diselewengkan pihak panitia hingga akhirnya mebuat mahasiswa Sekolah…

Foto

Inilah Kebringasan Oknum Polisi di Pekanbaru Saat Serang Satpol PP

Riau Book - Kaca pos jaga Kantor Sat Pol PP Pekanbaru pecah akibat diserbu sekitar 30 an anggota Shabara Polda…

Foto

Listrik Bengkalis Biarpet, Pembangkit dari Aceh Belum Tuntas Pemasangan

Riau Book - Kondisi kelistrikan di Kabupaten Bengkalis, Riau, sejauh ini masih biarpet. Pemdaman terus terjadi pada jam-jam tak dapat…

Foto

Kelompok Perusuh Kongres HMI Ancam Wartawan, Romli: Kalau Tak Menjauh Kami Bacok

Riau Book - Kelompok Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Sulawesi Selatan dan Barat yang disebut sebagai rombongan liar alias "Romli"…

Foto

Beginilah Kondisi Gelanggang Olahraga Remaja Riau Setelah Kongres HMI, Jorok dan Bau

Riau Book - Beginilah ruangan di Gelanggang Olahraga Remaja setelah pelaksanaan Kongres ke 29 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tempat pelaksanaan…

Foto

Dentuman Sonik F-19 Buat Warga Siak Hulu Panik

Riau Book -Dentuman sonik atau sonic boom dari Pesawat F-16 milik TNI AU Lapangan Udara Roesmin Nurjadin gegerkan warga Desa…

Foto

Jauh-jauh Merantau ke Malaysia, 26 WNI Malah Ketahuan Konsumsi Narkoba

Riau Book - Ada sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan…

Foto

Meresahkan! 75 Anak Punk di Pekanbaru Dijaring, 'Pemilik Ruko jangan Fasilitasi'

Riau Book - Kelompok remaja berpenampilan nyentrik atau yang dikenal anak punk di Pekanbaru, Riau, telah mendatangkan keresahan masyarakat karena…

Foto

Siswi SMP Dibunuh Teman Sekelas, Ada Cairan Diduga Sprema di Rok Korban

RIAU BOOK--Polres Sidaoarjo mendalami kasus pembunuhan siswi SMP PGRI 10 Candi Sidoarjo, Rahayu Dian Pertiwi (14) yang diduga dibunuh teman…

Foto

Tawuran...Doorrr! Seorang Pemuda Meregang Nyawa

RIAU BOOK--Rivaldi alias Ipang (19) meregang nyawa lantaran ditembak orang tak dikenal saat terjadi tawuran di Jalan Kramat Pulo Gundul,…

Foto

Diduga Depresi, IRT di Tenayan Raya Bunuh Diri, Sayat Nadi Pakai Kater

RIAU BOOK--Seorang IRT warga Perumahan BMP di Jalan Bukit Rahayu, Sail, Kecamatan Tenayan Raya, bernama Marsita (43) ditemukan tak bernyawa…

Foto

Hati-hati Minum Minuman Bersoda Ini, Jangan-jangan Ada Kondom di Dalamnya

Riau Book -Tahun 2012 seorang wanita hampir menelan kondom yang tersembunyi di bagian bawah botol minuman soda. "Itu sungguh menjijikkan,…

Foto

Hari Guru Tercoreng, Siswi SMP Jual Diri Seharga Ongkos Angkot, Cuma Rp5 Ribu Sekali Main

Riau Book - Hari Guru Nasional tercoreng oleh kelakuan siswi SMP satu ini. Haya karena keurangan uang jajan, dia lantas…

Foto

Setelah Makassar, Giliran HMI Polewali Mandar Buat Rusuh di Pekanbaru

Riau Book -Setelah ratusan oknum anggota Himpunan Mahasiswa Islam (Islam) dari Makassar, Giliran puluhan anggota HMI…

Foto

Mahasiswa Tolak Ranperda Resi Gudang Inhil, Katanya Lebih Baik Bangun BUMD

Riau Book - Ada puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa (GPM) lakukan aksi demo di kantor…

Foto

Puluhan Senjata Tajam Diamankan dari Oknum Angota HMI

Riau Book -Ratusan personil Polda Riau dan Polresta Pekanbaru mengamankan puluhan senjata tajam dan senjata api rakitan dari peserta kongres…

Foto

Soal Rencana Serangan ISIS ke Indonesia, Ini Tanggapan Kapolri

Riau Book - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dikabarkan akan menyerang Indonesia. Informasi itu sempat memicu kecemasan…

Foto

ISIS Terbukti Jaringan yang Rapih, Kesbangpol Riau Sampai Sulit Mendeteksinya

Riau Book - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau sejauh ini terus melakukan upaya pencegahan dengan cara pemetaan wilayah…

Foto

Waduh, Jauh-jauh dari Makasar Oknum HMI Bawa Golok, Buat Rusuh di Pekanbaru

Riau Book - Aparat kepolisian melakukan penyisiran di sejumlah lokasi untuk menangkap pelaku kerusuhan acara Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)…

Foto

Wapres Sentil HMI Riau Karena Kuras APBD

Riau Book - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau karena teloh menyedot APBD senilai Rp7 miliar…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan