RIAUBOOK.COM - Punya hobi menulis dan traveling merupakan keserasian yang tepat. Rasanya memang tak lengkap jika berpetualang namun tak sedikit tulisan yang bisa kita share.
Bagi Rafika Indy Lestari, mahasiswa Sosiologi angkatan 2015 dari Universitas Riau ini memang selalu tertarik menceritakan perjalanan yang ia lakukan.
"Bagi saya semua perjalan hidup yang saya alami menarik untuk diceritakan," kata Rafika Indy Lestari atau yang lebih akrab dipanggil Ika.
Satu bulan yang lalu, Ika dan mahasiswa pilihan dari berbagai kampus di Indonesia baru saja mengikuti acara Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kemaritiman Republik Indonesia di Kepulauan Riau.

Foto: Ika ketika mengikuti kegiatan ENJ di pulau Lingga
Disini Ika belajar banyak soal ciri-ciri dan karakter individu.
Iya, memang itulah ilmu Sosiologi, mempelajari manusia dan berbagai corak kehidupanya.
"Yang penting di setiap perjalanan itu saya suka memperhatikan karakter orang-orang disekitar saya,"ujar Ika yang memiliki followers Instagram 2.38k.
Gadis kelahiran Tembilahan yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik ini punya pandangan berbeda tentang generasi milenial yang menjadi sorotan saat ini. Menurutnya masalah generasi milenial sekarang ini yaitu kurangnya fungsi afeksi (kasih sayang)dan proteksi (penjagaan) dalam keluarga.
"Apalagi maraknya teknologi yang membuat pecahnya generasi yang seharusnya sangat berperan penting tetapi malah sebaliknya," papar Ika, saat berbincang dengan Riaubook.com, pada Sabtu malam (21/10/2017) melalui aplikasi WhatsApp.
Organisasi dan Potensi Diri
Perjalanan Ika semenjak mulai masuk kuliah hingga semester 5 saat ini, banyak dihabiskan dalam dunia organisasi kampus. Ika menemukan potensi diri yang ia ketahui ketika gabung dalam organisasi. Organisasi yang ia ikuti seperti Ikatan Mahasiswa Sosiologi (IMS), Himpunan Mahasiswa Tembilahan Pekanbaru, Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Universitas Riau.
"Di organisasi membantu mengubah karakter dan potensi kita yang tersembunyi," terangnya.

Foto: Ika saat mengikuti pelantikan HIMATA Pekanbaru
Masalah krusial terkait banyaknya mahasiswa yang punya mental minder misalnya, justru Ika bisa keluar dari persoalan itu. Ia begitu percaya diri saat aktif berorganisasi.
Anak pertama dari empat bersaudara ini berharap bisa mengikuti event-event internasional, seperti pertukaran mahasiswa antar Negara.
Bagaimana membagi waktu
Diakui Ika sebenarnya untuk membagi waktu itu sangat sulit, apalagi ketika waktunya bentrokan antara kuliah, tugas dan organisasi dan istirahat.
Ika pun pernah mengalami titik jenuh ketika kelelahan tidak bisa membagi waktu dengan istirahat yang membuat kuliah terbengkalai.
"Tetapi saya mikir ulang apa penyebabnya, karena saya tidak pernah melist jadwal saya dengan baik, jadi tips nya semua kegiatan yang ingin saya lakukan beserta deadlinenya tuliskan di kertas dan tempel didinding kamar," kata Ika sambil menceritakan ketika itu ia bermuhasabah (melakukan evaluasi diri).
Selain itu, lanjutnya, Ika juga suka menasehati diri sendiri. Karena kata Ika, apapun yang kamu lakukan itu adalah pilihan kamu dan pastinya disisi pilihan harus ada yang di korbankan. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…