RIAUBOOK.COM - Akhir-akhir ini ramai dibicarakan rencana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke suatu tempat di luar Jawa.
Pemindahan ibukota ini ditujukan untuk pemerataan pembangunan. Sementara itu, DKI Jakarta, akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, menyatakan sudah berbicara dengan Presiden Jokowi tentang hal ini.
Menurut Bambang Brodjonegoro, persiapan pindah ibu kota akan dimulai pada tahun 2018. Akan seperti apakah wujud ibukota baru tersebut?
Yang jelas, ibukota baru tersebut akan dibangun di lahan yang masih sangat luas dan sepi.
Pemindahan ibukota sebenarnya sudah dilakukan beberapa negara di dunia. Salah satunya adalah Myanmar yang memindahkan ibukota dari Yangon ke Naypyidaw. Yang serupa dengan Indonesia, ibukota baru ini juga dibangun di lahan yang lumayan besar.
Dikutip dari grid.id, ibukota Myanmar yang baru ini, Naypyidaw, berukuran 7.054 km persegi. Atau sekitar empat setengah kali ukuran London (1.569 kilometer persegi).
Tapi kota baru itu bisa disebut kota hantu, dengan penduduk hanya 924.608 jiwa. Ibu kota Myanmar dipindahkan dari Yangon ke Naypyitaw, oleh rezim militer pada bulan November 2005 lalu.
Menurut The Guardian, diperlukan biaya $ 4 miliar (Rp 53 triliun) untuk membangun kota baru tersebut.
Di dalamnya ada jalan raya 20 jalur dan jalan lebar yang dirancang untuk kebutuhan di masa depan yang lebih luas. Kota baru ini memiliki listrik yang dapat diandalkan.
Ada pula lapangan golf, hotel, pusat perbelanjaan, dan restoran dan kafe dengan wifi cepat dan gratis, yang jarang tersedia di seluruh wilayah negara ini.
Namun, meski bermiliar-miliar investasi pemerintah sudah digelontorkan, kota ini masih terus berjuang untuk menarik penduduk lokal agar tinggal atau wisatawan agar berdatangan.
Menurut wartawan Guardian yang mengunjungi kota tersebut pada bulan Maret 2015 mengatakan, "Jalan raya yang luas benar-benar kosong dan ada keheningan di udara. Tidak ada yang bergerak."
Fotografer Taylor Weidman pun menangkap jalan-jalan sepi Naypyidaw di bawah gambar di bawah ini. Hasilnya:
1. Naypyidaw, ibu kota Myanmar.
Meski luasnya empat kali lebih dari luas kota London, namun jumlah penduduknya sembilan kali lebih kecil.
2. Jam sibuk tidak ada dalam Naypyidaw. Di sini, pengendara motor sendirian mengendarai jalan raya 20 jalur.
3. Sebuah bus tua berjalan sendirian di atas jalan yang lebar. Meskipun jalan-jalan semua diaspal dengan sempurna dan indah, tapi tidak ada yang menikmatinya.
4. Banyak persimpangan yang sepi dan tampak dibuat berdiri sendiri. Termasuk tempat ibadah utama yaitu Pagoda Uppatasanti, benar-benar kosong, meski sedang musim liburan di kota-kota lain.
5. Mal perbelanjaan, dibangun dengan prediksi kota yang sedang berkembang, juga sepi. Begitu juga dengan hotel, tidak banyak tamu di hotel besar yang dibangun di area hotel yang diijinkan, termasuk The Mingalar Thiri Hotel. (grid.id)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…