Riau Book - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer memberikan cara simple menjadi orang kaya dengan penghasilan lebih Rp10 juta. Salah satunya dengan memanfaatkan atau mengelola lahan hanya seribu meter persegi.
Seperti biasanya, Jefry menganjurkan agar para alumni Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya Masyarakatn (P4S) Kubang Jaya, Siak Hulu untuk segera melaksanakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) di pekarangan masing-masing tanpa harus menunggu aliran dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) Bank Riau Kepri.
"Kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD serta Camat, kita jangan sampai dituntut oleh mereka dan ditanya oleh malaikat di alam kubur. Jagan kita pandai bicara saja tetapi tidak pandai berbuat, untuk itu kepada para Kepala SKPD perhatikan wajah-wajah peserta P4S, setelah mereka pulang nantinya suruh anggota SKPD dan UPTD menemui mereka atas apa yang bisa diberikan kepada mereka dalam hal program RTMPE yang akan dibuat mereka dengan tidak menuggu dana dari KKPE Bank Riau," kata Jefry saat memberikan arahan saat menutup Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya Masyarakatn (P4S) angkatan 13 di lokasi P4S Kubang Jaya, Siak Hulu, Kamis (17/9/2015).
Jefry menekankan kepada para alumni agar ketika pulang dari pelatihan, nantinya ketika bagun pagi hari pertama, langsung berpikir dan bergerak untuk memulai apa yang akan dikerjakan.
"Mulailah bagi para alumni yang sudah punya lahan segera membersikan serta mematok posisi-posisi lahanya untuk RTMPE, agar harapan para isteri dal anak kita pulang memaulai hidup dengan ekonomi yang meningkat," katanya.
Jefry mengatakan, gunakan sebaik mungkin ilmu dan kesempatan yang didapatkan dari pelatihan. Sambil mengunguu pinjaman dana KKP-E dari Bank Riau, segera mulai dari hal semampunya walaupun hanya baru membeli sapi 3 ekor, itu harus disegerakan.
"Jangan menunggu untuk bisa langsung membeli 6 ekor. Begitu juga baru hanya mamapu untuk membuat ayam petelur, segera buat, yang jelas para alumni pulang pelatihan sudah memperlihatkan hasilnya diklat dan mau merobah hidupnya," kata dia.
Jefry melanjutkan, dengan dimulainya usaha khususnya RTMPE, secara otomatis pasti langsung termotivasi untuk mengembangkannya. "Karena kita sudah merasakan sedikit demi sedikit bagaimana hasil dari RTMPE yang kita olah senidiri dengan keluarga sehari-harinya," katanya.
Dengan berjalannya waktu, ungkap Jefry, alumni pasti tidak akan puas dengan hasil, makanya niat dan usaha untuk selalu mengembangkan sesempurna mungkin hingga terdapatnya kolam ikan, kebun bawang serta cabai di RTMPE akan terlaksana, agar tercapainya penghasilan diatas Rp10 juta per bulan nantinya.
Dengan demikian, kata Jefry, apabila para alumni sudah memulai dengan sekecil dan sesederhana apapun, tetap akan terlihat keseriusan dalam berusaha dalam RTMPE. "Insya Allah perbankan akan segera mengucurkan dana pinjamannya, baik pinjaman dana bergulir melalui PD BPR Sarimadu maupun dana KKP-E dari Bank Riau Kepri," ujarnya.
Program jitu RTMPE kata Jefry harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyaralat, sebab sederhana tetapi hasilnya sangat memuaskan. Dimana RTMPE cuma dengan lahan lebih kurang 1.000 meter dan dikelolah tiga orang dalam rumah tangga Insya Allah selesai.
Caranya, demikian Jefry, habis Shalat Subuh bapak langsung membersihkan kadang sapi serta memberikan makannya, ibu langsung membersihkan lahan pertanin bawang, cabai serta sayur-sayurnannya.
"Sedangkan anak sebelum berangkat sekolah bisa membantu mengumpukan telur ayam untuk dijual," kata Jefry.
Selanjutnya yang harus ditanamkan dalam diri, kata dia, bahwa RTMPE adalah program untuk orang-orang miskin menjadi kaya dan Insya Allah akan masuk surga.
"Di samping itu juga tanamkan syarat-syarat orang miskin jadi kaya antara lain jadikan 24 jam beribadah, perbanyak sedekah, Cintai pekerjaan, Disiplin serta jauhkan dari hal-hal yang mubazir," katanya.
Akan tetapi, lanjut dia, harus juga diingat bahwa dalam pengolahan RTMPE yang utama juga mesti ilmu pertanian, perikanan dan peternakan. Makanya pelatihan P4S menjadi langkah awal untuk hal tersebut, sebab para alumni dididik selama 15 hari di P4S, agar para alumni juga dalam pengolahan biogas dan biourine bisa tahu bagimana caranya.
"Begitu juga dalam hal menanam bawang dan cabai. Jangan mimpi akan berhasil menanam bawang dan cabai apabila PHnya di bwah 6, maka ilmu pertanian terutama mesti dimiliki tentang PH tanah, dengan demikian sanagt perlu dan beruntung para masyarakat yang bisa sempat mengikuti pelatiha P4S Kubang," ujar dia.
Sementara itu Zainal Abidin salah seorang peserta mengungkapkan kesannya selama aberada di Pelatihan P4S dalam Program RTMPE. Dia mengucapkan terimah kasih, karena telah diberikan ilmu dibidang pertanian, perikanan, peternakan serta pengolahan RTMPE.
"Semoga masyarakat nantinya bisa mencontoh kami di daerah kami masing-masing," katanya. (rls)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…