RiauBook - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2015, secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, Jumat malam (5/6/2015).
“Hendaknya perhelatan MTQ menjadi sebuah motivasi dan spirit umat islam di Kabupaten Bengkalis untuk semakin mencinta Alquran sebagai tuntutan dan pedoman hidup di dunia dan akhirat. Kecintaan terhadap kitabullah ini hendaknya direalisasikan dalam aksi nyata umat Islam, khususnya para generasi muda untuk meningkatkan seni baca Alquran, sekaligus memahami dan mengkaji isi kandungan kalam-kalam Ilahi,” ungkap Suayatno.
Penutupan yang penuh khidmat ini dihadiri sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat, Camat dan kafilah kecamatan, terutama para finalis pada perhelatan MTQ ke-40 Tingkat Kabupaten Bengkalis.
Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wabup Bengkalis Suayatno, Sekretaris Daerah Bengkalis Burhanuddin, Kepala Kantor Kemenag Bengkalis, Jumari, Ketua LPTQ Bengkalis Ariyanto, dan Forkopimda Bengkalis. Dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ ke-40 yang berkibar sejak 30 Mei yang lalu.
Dikatakan Suayatno, perhelatan MTQ ke-40, memiliki makna yang amat penting bagi umat Islam. Karena kegiatan yang religius ini merupakan momentum menjadi sarana untuk memperkokoh silturahmi, ukuwah islamiyah dan pengamalan nilai-nilai Alquran di kalangan umat Islam di Kabupaten Bengkalis.
Selama sepekan perhelatan MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis, dapat menyaksikan penampilan dan mendengarkan keindahan suara seni bacaan Al quran yang dilantunkan oleh para peserta, sehingga menggetarkan dan menyentuh hati setiap orang yang mendengarkan. Hal ini harus menjadi motivasi bagi anak-anak umat Islam di Kabupaten Bengkalis, untuk menjadi kader Alquran yang berkualitas.
Pada kesempatan itu, mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini mengajak seluruh umat Islam di Kabupaten Bengkalis untuk membaca Alquran setiap hari. Terlebih, Pemkab Bengkalis telah mencanangkan program Kabupaten Bengkalis satu hari khatam Alquran.
“Untuk merealisasikan Kabupaten Bengkalis satu hari khatam Alquran ini, bisa dilakukan setiap kelompok masyarakat, dari lingkungan keluarga, desa maupun kecamatan. Jika masyarakat membiasakan membaca Alquran bisa dilakukan secara simultan dan berkelanjutan setiap hari, Insya Allah masyarakat Kabupaten Bengkalis dapat merealisasikan sehari khatam Alquran,” ujar Suayatno.
Dikatakan Suayatno, program satu hari khatam Alquran harus kita jadikan sebuah kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan tumbuh keinginan umat Islam untuk selalu memenuhi. Menunaikan tradisi satu hari khatam Alquran, bisa dilaksanakan usai shalat maghrib maupun waktu-waktu lapang lainnya, seperti sepertiga malam terakhir, usai shalat malam
“Sebagai umat Islam yang sejak kecil mengenal Alquran, terasa rugi apabila lidah kita tidak dibiasakan dibasahi dengan lantunan Alquran. Mulai hari ini mari kita sematkan dalam hati untuk membudayakan tradisi membaca Alquran setiap hari. pada tahap awal, bisa dimulai dengan satu ayat setiap usai shalat lima waktu, sehingga lama kelamaan kita terbiasa dengan kalamullah,” tandasnya. (mc)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…