RIAU BOOK- Sebelum berkunjung ke Siak, ternyata Asisten III Pemko Bukitinggi Zey Buyung mengaku telah membuka website Pemerintah Kabupaten Siak.
''Dari informasi yang kami peroleh bahwa Pemerintah Kabupaten Siak sudah empat kali berturut-turut menerima penghargaan Opini WTP tanpa paragraf dari Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan Riau,'' jelasnya. Selain itu, Siak sudah duluan mencanangkan zona integritas wilayah bebas korupsi.
"Kami ditugaskan pimpinan untuk belajar," kata Zei Buyung, Rabu (25/5). Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Siak Irwan Saputra , Kadis PPKAD yang diwakili oleh Tengku Musa, Kabag Umum Roni Rahmat serta perwakilan dari SKPD terkait.
Zey menambahkan, ia datang ke Kabupaten Siak bersama rekannya empat orang antara lain, Inspektur Hermansyah, Kadis Pasar Elvis Sahri Munir, Pimpinan Bank Nagari Buktinggi Del Efdi Syahruddin dan Kabag Keuangan Noviza Agus.
Kedatangan jauh-jauh ke sini untuk silaturahmi sekaligus sharing informasi mengenai pengelolaan keuangan berbasis akrual, BPJS, kepala daerah, analisis tunjangan daerah, serta masalah retribusi pasar.
Asisten III Setdakab Drs H Jamaluddin MSi mengatakan, hampir setiap pekan pemkab menerima kunjungan kerja dari kabupaten/kota se-Indonesia. Sesuai dengan visi dan misi dalam RPJMD 2011-2016, terwujudnya masyarakat Kabupaten Siak yang sehat, cerdas dan sejahtera dalam lingkungan masyarakat yang agamis dan berbudaya Melayu serta mewujudkan pelayanan publik terbaik di Provinsi Riau 2016.
"Pimpiman kami, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Jamal. Ketua Harian Kwarcab Pramuka Siak ini menambahkan, selain itu juga mengembangkan perekonomian daerah, menanggulangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, meratakan pembangunan infrastruktur dan mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Tak lupa ia membeberkan sejumlah program pembangunan yang prorakyat kepada rombongan Pemko Bukitinggi. Selain itu, lelaki kelahiran Siak ini menyebutkan potensi yang ada di Kabupaten Siak, seperti potensi sektor migas, perkebunan dan pariwisata.
Saat ini, Siak sedang gencar-gencarnya mempromosikan potensi pariwisatanya mengingat dana bagi hasil minyak dari pemerintah pusat terus berkurang. Hal itu berdampak pada penurunan APBD Kabupaten Siak. "Bebagai upaya sedang kami lakukan untuk meningkatkan PAD, salah satunya melalui pariwisata ini," kata Jamal.(RB)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…