Mantan Wako Pekanbaru Herman Abdullah Ketipu Beli Tanah, Malah Mau Dibangun SPBU

Riau Book - Mantan Wali Kota Pekanbaru, Riau, Herman Abdullah diduga ketipu oleh sekelompok orang mafia tanah namun tetap memaksakan lahan yang dibelinya itu untuk dijadikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Hasil penelusuran, Herman membeli tanah tersebut dari kelompok Jaunur Simanjuntak ketika menjabat sebagai wali kota periode pertama atau sekitar tahun 2006 dengan harga yang sangat murah.

Berdasarkan surat keterangan RT dan RW atas dasar kepemilikan tanah tersebut, Herman kemudian memerintahkan perangkat kelurahan untuk menerbitkan legalitas setingkan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang kemudian dia tingkatkan menjadi sertifikat hak milik di Badan Pertanahan Negara (BPN) Pekanbaru.

Namun kemudian, tanah sekitar 6 hektare yang dibeli Herman tersebut bermasalah karena sebelumnya telah lebih dahulu dibeli oleh PT Panca Belia dari pemilik sesungguhnya dengan dasar riwayat kepemilikan tanah yang sah.

"Sengketa ini juga telah naik ke pengadilan dan kami dinyatakan menang, tapi yang bersangkutan tetap menginginkan tanah tersebut," kata seorang petinggi perusahaan pengembang itu.

"Pak Herman berulang kali meminta agar tanah yang telah dibelinya tidak lagi diganggu karena akan ada pembangunan SPBU di lahan tersebut," katanya lagi.

Awal Sengketa

Sengketa lahan di Ibu Kota Riau, Pekanbaru, marak terjadi diduga karena lemahnya undang-undang yang mengatur persoalan itu. Di dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) pelaku penyerobotan lahan hanya dijatuhi hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000.

Belum lagi rumitnya proses hukum karena perkara itu dianggap sebagai perkara tindak pidana ringan. Alhasil, banyak pihak yang kemudian memanfaatkan cela itu untuk "merampok" hak orang lain dengan ragam cara seperti yang terjadi di Jalan Pesantren, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru.

Menurut sejumlah sumber berkompeten, kasus sengketa lahan di Jalan Pesantren yang sebelumnya juga sempat menimbulkan kericuhan pada awalnya dilatar belakangi oleh upaya penyerobotan atas lahan tersebut.

Pihak pemilik sesungguhnya dari Kelompok Tani Sukamaju, berdiri sejak tahun 1974 yang diketuai oleh Nawijo dan Saman.

"Lahan seluas lebih 300 hektare yang dikelola oleh kelompok tani tersebut kemudian dibagikan ke sejumlah anggota kelompok tani yang berjumlah lebih dari 40 orang," kata J. Tumanggor, warga setempat yang mengaku telah tinggal di daerah itu sejak lebih 30 tahun silam.

Namun kemudian karena beberapa anggota kelompok tani tidak tinggal di sekitar lokasi tanah yang dikelolanya, pada awal tahun 1990 masuk sejumlah warga yang awalnya menumpang untuk membangun pondok sebagai tempat tinggal sementara.

Beberapa tahun kemudian, demikian Dasniar, saksi hidup, atau sekitar tahun 1992 jumlah warga dari kelompok penumpang tersebut terus bertambah dan melakukan kegiatan perladangan.

"Mereka kemudian melakukan teror, berbagai ancaman bahkan sampai merusak tanaman," katanya.

Dibalik kerusuhan akibat upaya penyerobotan itu, kemudian muncul perusahaan pengembang, PT Panca Belia Karya. Perusahaan ini kemudian melakukan upaya mediasi dan akhirnya membeli sebagian besar lahan tersebut dengan harga sangat murah.

"Seperti sudah ada permainan antara pihak penyerobot tanah dengan perusahaan. Karena kami selalu mendapatkan ancaman hingga tanah kemudian dijual murah. Waktu itu sekitar Rp700 per meter. Bayangkan, bandingkan dengan sekarang yang semeternya seharga Rp500.000," kata dia

Pihak penyerobot yang ketika itu berada di pihak perusahaan dan telah mendapatkan bagian dalam transaksi penjualan, dikabarkan diminta untuk melakukan pengawasan atas lahan tersebut. Ketika itu, tersisa sekitar 23 haktera lahan milik 14 anggota kelompok tani yang tidak dijualkan ke PT Panca Belia Karya. Mereka adalah kelompok Saman, dan Arief Kuba serta lainnya.

Namun seiring berjalan waktu, dikabarkan tahun 1995, kelompok penyerobot lahan terus menebar teror dan melakukan perusakan terhadap tanaman di lahan yang tersisa itu. Bahkan mereka membawa sejumlah anggota keluarga untuk turut bercocok tanam di lahan milik Saman dkk.

Beberapa tahun kemudian, PT Panca Belia Karya mengalami kesulitan ekonomi, pihak penyerobot lahan yang sebagian merupakan anggota salah satu organisasi buruh, kemudian semakin menjadi-jadi.

Mereka terus mendatangkan para sanak dari kampung, luar provinsi, untuk tinggal dan menetap di lahan-lahan yang sebenarnya telah dijual itu.

Kemudian kelompok penyerobot lahan yang belakangan diketahui diketuai oleh Jaunur Simanjuntak, dan sejumlah anggotanya yakni Hotman Panjaitan, Ayub Sulaiman Matondang, Abu Samah, Timbul Pakpahan, Jhoni Simatupang dan Tahuak Gultom, membentuk Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di hamparan lahan yang mereka klaim, tujuannya untuk mempermudah proses administrasi dalam pengurusan surat penguasaan atas lahan yang diduga mereka serobot.

Sebagian lahan yang mereka serobot juga telah dijual setelah memiliki dokumen yang disahkan pihak kelurahan dan kecamatan setempat, dan parahnya, tanah pusarah atau kuburan Umat Muslim juga menjadi sasaran penyerobotan dan bahkan telah dijual oleh para pelaku.

Pada tahun 1996, kelompok Saman dkk kemudian melaporkan para pelaku ke kepolisian setempat. Beberapa pelaku seperti Jaunur Simanjuntak dan beberapa lainnya terbukti bersalah dan dikenakan sanksi kurungan penjara.

Kelompok Saman juga melakukan gugatan perdata, dimana ketika itu sekitar 1997, Pengadilan Negeri Pekanbaru memutuskan memenangkan gugatan Saman dkk, begitu juga dengan Pengadilan Tinggi Riau yang menguatkan putusan itu. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Buaya Sepanjang 2,3 Meter Masuk Kebun Sawit, Warga Inhu Geger

Riau Book - Seekor biaya sepanjang 2,3 meter Naik ke darat di wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Tesso Indah…

Foto

Terungkapnya Harta Karun Soekarno (bag 2)

Riau Book - Seperti telah uraian Catatan ANS sebelumnya, dapat diketahui betapa pentingnya The Green Hilton Memorial Agreement, namun dari…

Foto

Heboh, Temuan Emas Harta Karun Soekarno di Pekanbaru

Riau Book - Lempengan logam berwarna kuning mengkilau yang diyakini sebagai emas dengan ukiran wajah Presiden RI pertama Soekarno serta…

Foto

Bocah Rohil Dimakan Buaya, Pencariannya Terganggu Dermaga Polair yang Roboh

Riau Book - Sejumlah petugas Timsar, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) maupun anggota TNI yang hendak mencari jasad bocah hilang dimakan…

Pelabuhan Polair Senilai Rp4 Miliar di Rohil Roboh Sebelum Difungsikan

Riau Book - Pembangunan pelabuhan Polair yang berada di Sungai Rokan komplek perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau,…

Foto

Dikira Tubuhnya Pendek, Eh Ternyata Kaki Korban Lakalantas Ini Nyaris Putus

Riau Book-Seorang pria paruh baya meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas, kondisi korban saat dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit…

Foto

Aksi Menegangkan Pencuri Sawit di Kuansing Panjat Atap Saat Rumah Dibakar Warga

Riau Book - Warga membakar rumah milik seorang pelaku pencurian buah sawit berinisial Is (33) yang terletak di Desa Sako…

Foto

Hujan Deras, Jalanan di Pekanbaru Putus Terendam Banjir

Riau Book - Hujan deras mengguyur sebagian besar daratan Pekanbaru, Riau, menyebabkan sejumlah badan jalan terputus akibat terendam. Melintasi…

Foto

Massa HMI Pekanbaru Demo Pimpinan KPK Saut Situmorang

Riau Book - Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru melakukan aksi turun ke jalan, menuntut pernyataan Saut Situmorang, Komisioner…

Foto

Truk Pengangkut Kayu RAPP Tabrak Ruko dan Mobil Bus Karyawan di Palalawan

Riau Book - Akibat rem blong sebuah mobil angkutan kayu mitra usaha PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) BK…

Foto

Masjid ini Selain untuk Ibadah, Juga Bisa Dimanfaatkan Membahas Ilmu Pengetahuan

Riau Book - An Nur Agro Wisata Expo Riau 2016, yang ikut mengembangkan salah satu program Pemerintah Provinsi Riau, yakni…

Foto

Pasar Ramayana Pekanbaru Banjir Pengunjung, Polisi Bingung Atur Kemacetan

Riau Book - Pasar di Kompleks Plaza Sukaramai atau yang dikenal Pasar Ramayana, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, banjir pengunjung.…

Foto

4 Mobil Milik Dishub Pelalawan dan BRI Dibakar OTK

Riau Book - Warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Kamis (5/5/2016) dihebohkan dengan terjadinya pembakaran 4 unit kendaraan roda empat BM…

Foto

Libur Panjang, Jalan Poros Pekanbaru-Bangkinang Padat Merayap

Riau Book - Hari pertama libur panjang, jalan poros Pekanbaru-Bangkinang terlihat sangat padat. Jalan ini juga merupakan jalan yang menghubungkan…

Foto

Kabar Duka, Perwira Densus 88 Meninggal Dunia di Singapura

Riau Book- Kabar duka datang dari institusi Polri. Seorang perwira di Datasemen Khusus 88 meninggal dunia di salah satu rumah…

Foto

Mobil Angkutan Kota Hangus Terbakar, Sembilan Orang Terluka

Riau Book- Sebuah mobil angkutan perkotaan (angkot) trayek 41 jurusan Jonggol - Sukamakmur terbakar, Rabu (4/5/2016). Peristiwa tersebut membuat sembilan…

Foto

Biadab, Kakek 69 Tahun di Malaysia Jadikan TKI Budak Seks Selama Bertahun-tahun

Riau Book - Tangis penyumbang devisa. Aparat kepolisian Diraja Malaysia dilaporkan menangkap seorang pria berusia 69 tahun atas sangkaan menyekap…

Foto

Mistis, Dikandang Buaya 'Amad' Tidak Ada Tetapi Didalam Foto Terlihat Nyata

Riau Book-Banyak cerita mistis saat berlangsungnya evakuasi buaya muara yang dilakukan oleh tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam…

Foto

Masyarakat Dumai Padati Lokasi Evakuasi Buaya Bernama Amad

Riau Book-Buaya peliharaan almarhum Muhammad Imran saat pelaksanakan evakuasi dari kandangnya menjadi tontonan masyarakat jalan Pemuda Darat gang Wakaf, proses…

Foto

Selama Dua Jam Berjibaku, Tim BBKSDA Riau Berhasil Evakuasi Buaya di Dumai

Riau Book-Akhirnya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi buaya yang berada di kediaman almarhum Muhammad Imran, evakuasi…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan