RIAUBOOK.COM - Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution yakin Pekan Ekonomi Syariah atau Riau Sharia Week 2020 akan menjadi salah satu sumber pendorong pertumbuhan ekonomi Riau secara khusus dan nasional umumnya.
"Dorongan Bank Indonesia melalui ekonomi syariah sangat diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi di tengah situasi krisis akibat pandemi COVID- 19 bahkan bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution saat membuka Pekan Ekonomi Syariah atau Riau Sharia Week 2020 secara virtual di Pekanbaru, Senin (24/8/2020).
Dikatakannya, pengembangan ekonomi dan syariah melalui upaya kreatif dan inovatif terutama sektor UKM dan UMKM yang terdampak covid 19 diperlukan untuk menumbuhkan perekonomian.
"Maka kami dari Pemerintah Provinsi Riau mendukung pelaksanaan pekan ekonomi syariah apalagi melibatkan banyak pihaknya khususnya otoritas keuangan," katanya.
lewat virtual juga Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Decymus menjelaskan, Riau Sharia Week 2020 merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh BI Riau dan merupakan bagian dari Festival Ekonomi Syariah (FeSyar) di tingkat regional Sumatera dan ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) untuk tingkat nasional dan internasional.
"Kegiatan Riau Sharia Week 2020 akan dilaksanakan selama satu minggu, yaitu dari tanggal 24 sampai dengan 30 Agustus 2020 secara semi virtual," katanya.
Dia katakan, pangsa pasar syariah yang besar dan terus bertumbuh di Indonesia, khususnya di Riau adalah peluang yang menjanjikan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan dan mengedepankan prinsip - prinsip keadilan.
Selain itu, gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi barang dan jasa bersertifikat halal yang terus meningkat dan bertambahnya global player dalam memasok rantai nilai halal dunia (Global Halal Value Chain) membuat ekonomi syariah menjadi penting.
"Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri ataupun di Riau tidak boleh berhenti dari sisi sebagai konsumen utama rantai nilai halal dunia, tetapi juga harus bisa memperluas media penetrasi domestik terhadap barang - barang halal bersertifikat halal yang berkualitas dan berstandar internasional," urainya.
Apalagi ditengah pandemi dan kondisi ekonomi saat ini, diperlukan dukungan kepada pelaku Pesantren, Lembaga ZISWAF, UMKM dan Pekerja Ekonomi Kreatif untuk diberikan motivasi dan wadah naik kelas agar bisa menembus pasar domestik dan internasional dengan berlandaskan prinsip ekonomi dan keuangan syariah.
"Sehingga diharapkan Riau Sharia Week 2020 dapat dijadikan wadah untuk mewujudkan hal tersebut. Adapun target peserta Riau Sharia Week adalah seluruh masyarakat Riau yang memenuhi kategori atau kriteria yang diperlombakan. Untuk info lebih lanjut mengenai Riau Sharia Week dapat diakses pada laman riaushariaweek.com. Berbagai kegiatan dalam Riau Sharia Week nantinya dapat pula diakses secara live (streaming) melalui media BI Riau Channel (You Tube). Untuk saat ini, sudah ada puluhan peserta yang mendaftar dan pendaftaran masih dibuka kepada seluruh masyarakat Riau," rincinya.
Riau Sharia Week 2020 diharapkan dapat menjadi sebuah event yang dapat menjadi outlet/platform untuk menyiarkan ajaran islam, terutama ekonomi dan keuangan syariah, yang tidak sebatas hanya pada aspek kajian namun juga dalam bentuk praktik.
Kemudian, diharapkan melalui kegiatan ini lahir agen - agen ekonomi dan keuangan syariah dari pihak pesantren, lembaga ZISWAF, pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang dapat menularkannya kepada orang disekitarnya.
Selanjutnya, diharapkan usaha maupun bisnis agen – agen ekonomi dan keuangan syariah yang terlibat dalam Riau Sharia Week dapat direplikasi atau menjadi motivasi bagi orang lain dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru dan berkontribusi dalam pembentukan PDRB Riau maupun Indonesia.
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu minggu tersebut adalah terbagi menjadi 2 besaran kegiatan yaitu, Syariah Forum dan Syariah Fair, terdiri dari berbagai webinar dan berbagai workshop.
Sedangkan Syariah Fair terdiri dari 7 Perlombaan, yaitu Pemilihan Pesantren Unggulan se - Riau, Lembaga ZISWAF terbaik se - Riau, Wirausaha Muda Syariah (khusus milenial, max 30 tahun), Kreasi Busana Muslim menggunakan kain khas daerah Riau, Kesenian Tari Islam (khusus milenial, max 22 tahun), Acapella Nasyid (khusus milenial, max 25 tahun), dan Kreasi Hijab.
Kemudian Showcasingproduk – produk UMKM unggulan berkualitas premium secara virtual (bagian dari Karya Kreatif Indonesia). (RB/Vera)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…