RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Riau mengapresiasi kartu smart madani dan kartu identitas anak, yang diterbitkan Pemerintah Kota Pekanbaru, bagi para pelajar setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, Kanwil BNI, dan SMP Negeri 4 Pekanbaru yang secara nyata telah mewujudkan komitmen dengan menggunakan instrumen non tunai kartu smart madani," kata Kepala BI Riau Decymus di Pekanbaru, Selasa (15/10).
Decymus bahkan kagum salah satu sekolah SMP Negeri 4 Pekanbaru dapat menjadi pelopor dan contoh bagi sekolah-sekolah lainnya untuk dapat mendorong perwujudan Less Cash Society (LCS).
"Semoga ke depannya, program digitalisasi terus berkembang di sektor lainnya, seperti digitalisasi transportasi, digitalisasi pasar hingga merambah ke berbagai aspek lainnya demi mewujudkan Pekanbaru Smart City yang berkelanjutan demi meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat Kota Pekanbaru dalam menjalankan transaksi keuangan," tutur Decymus.
Acara peluncuran dihadiri Decymus selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau bersama dengan Walikota Pekanbaru, Dinas Pendidikan, Dukcapil, Kepala Sekolah SMP N 4, dan Wakanwil BNI selaku penyelenggara penyerahan kartu smart madani dan kartu identitas anak.
Selanjutnya Decymus menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada di era kekinian dan ditengah generasi millennial. Kondisi ini merupakan anugerah sekaligus tantangan di era digital ini.
Di Indonesia sendiri, proporsi generasi millenial berkisar 34,45 persen dari penduduk negeri ini. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi millennial merupakan generasi yang melek teknologi dan bergantung pada teknologi digital untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah penggunaan transaksi keuangan.
Jika beberapa tahun lalu pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama, kini masyarakat mulai melakukan transaksi secara non-tunai dengan alasan kecepatan dan kepraktisan. Berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebagian besar generasi millenial memiliki akses ke perangkat elektronik yang terhubung dengan internet. Dari 2.384 responden di seluruh Indonesia, sebanyak 54,3 persen responden mengaku menggunakan transaksi non tunai setiap harinya.
"Berdasarkan hal tersebut, Bank Indonesia dari tahun 2014 mencanangkan program Gerakan Nasional Non Tunai dengan tujuan untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai," imbuhnya.
Hingga akhirnya, akan terbentuk suatu komunitas masyarakat yang bertransaksi non tunai dalam kegiatan ekonominya atau yang biasa disebut dengan LCS. Perwujudan Less Cash Society ini penting untuk mendorong perekonomian yang lebih efisien, serta meningkatkan aspek governance dalam pengelolaan keuangan oleh masyarakat, pelaku bisnis maupun instansi pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. (RB/Ver)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…