RIAUBOOK.COM - Hingga 29 Juli 2019 luasan lahan terbakar di Provinsi Riau mencapai 27.683, 47 hektar, namun jumlah luasan ini merupakan versi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Perkembangan per 29 Juli 2019 pukul 16.00 WIB luas lahan terbakar di Riau seluas 27.683, 47 hektar. Dampak luas lahan di wilayah Riau merupakan yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo melalui siaran pers yang diterima RiauBook.com, Selasa (30/7/2019).
Sementara, dalam jumpa pers di Posko Utama Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru (29/7/2019), Dansub Satgas Udara, Kolonel Penerbang Jajang Setiawan menerangkan, luasan lahan yang terbakar di Riau sampai dengan 18 Juli 2019 telah mencapai 5.678,09 hektar.
Data tersebut diungkapkan Kolonel Jajang saat memaparkan perbandingan produktivitas kinerja heli water bombing pada operasi pemadaman tahun ini dan tahun lalu.
Dia katakan, total luasan terbakar kurun waktu 5 bulan pada tahun ini dibanding operasi selama sepuluh bulan tahun lalu hampir sama.
"Tahun kemarin itu total operasi sepuluh bulan (5.676, 46 hektar terbakar), tahun ini baru lima bulan (5.678,09 hektar), jadi luas hektarnya hampir sama, berati banyakan sekarang dibanding tahun lalu," kata dia.
"Kita tidak membandingkan dengan matriks bulan yang sama, tetapi membandingkan dengan kapan mulainya operasi. Kalau tahun lalu kita laksanakan operasi di bulan Mei, sekarang kita melaksanakan di Februari, artinya kita masih punya waktu tiga bulan lagi," tuturnya.
Luasan lahan terbakar berdasarkan data Sub Satgas Udara pada tahun ini, yakni tersebar di Kabupaten Rohul 2 hektar, Rohil 744, 25 hektar, Dumai 273,75 hektar, Bengkalis 1.448,08 hektar, Meranti 2.332, 7 hektar, Siak 402,85 hektar, Pekanbaru 87,21 hektar.
Kemudian di Kampar 75,9 hektar, Pelalawan 107 hektar, Inhu 78 hektar, Inhil143,35 hektar dan Kuansing 5 hektar.
Sementara, dalam kesempatan yang sama Satgas Darat Karhuta Provinsi Riau melaporkan ada 3.818, 79 hektar lahan yang terbakar di "Bumi Lancang Kuning".
Luasan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten wilayah setempat, yakni Bengkalis mencapai 1.467,28 hektare, Rohil 800,25 hektare, Siak 469,1 hektare, Dumai 280,28 hektare, Meranti 232,7 hektare, Inhil 194,6 hektare, Kampar 82,9 hektare, Inhu 76 hektare, Pekanbaru 75,21 hektare, Kuansing 5 hektare dan Rohul 2 hektare.
"Data ini merupakan konfirmasi dari Satgas Darat (TNI-POLRI, Manggala Agni, dan BPBD) yang ada di lapangan, setelah satgas melakukan pemadaman, mereka mengukur luasan lahan yang terbakar," Kata Wakil Komandan Satgas Darat, Kalaksa BPBD Riau Edward Sanger saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa (30/7/2019).
"Jadi soal luasan lahan terbakar, dia (BNPB) dasarnya apa dulu? kalau kita kan Satgas Darat, kalau mereka mungkin menggunakan data satelit, kalau pakai satelit mungkin banyak, bisa sampai 27 ribu sekian itu, ya itu tidak salah, kita kan punya dasar masing-masing," tambahnya lagi.
Lebih lanjut, Edward mengatakan, hingga sore ini beberapa titik api masih terdapat di Riau.
"Saat ini saya berada di Pelalawan, titik api di sini sudah mulai berkurang dari yang kemarin, hanya saja cuaca panas, angin kencang dan sumber air susah," kata dia. (RB/Dwi).



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…