RIAUBOOK.COM - Peringatan milad Kota Pekanbaru yang ke-235 tahun ini berbeda karena digelar aksi bersih Sungai Siak oleh Waliko Pekanbaru Firdaus beserta Forkopimda Pekanbaru, Kepala Dinas/Instansil/Badan Pekanbaru, Balai Wilayah Sungai III, BKSDA, BPBD, Basarnas, Kodim 0301 Pekanbaru, Koramil 03/Senapelan, Polresta Pekanbaru, Polsek Senapelan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh peduli lingkungan dan dibuka oleh Sekda Provinsi Riau, Ahmad Hijazi dan masyarakat Kamis (20/6/2019).
"Kegiatan ini diberi nama aksi bersih Sungai Siak sempena Hari Jadi Pekanbaru ke -235," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, Senin(24/6).
Dalam aksi bersih DAS Sungai Siak, Firdaus dan ASN ikut naik perahu membersihkan sejumlah sampah termasuk eceng gondok yang berkembang biak pesat di permukaan aliran Sungai Siak dan sudah menutupi alur transportasi kapal.
Firdaus mengatakan, aksi bersih sungai Siak bukan hanya seremonial, tapi aksi ini dapat menjadi stimulan bagi masyarakat Pekanbaru khususnya di sepanjang DAS Sungai Siak agar lebih peduli terhadap lingkungan dan menimbulkan budaya bersih Sungai Siak.
Sungai Siak adalah sungai yang memiliki fungsi strategis bagi Pekanbaru saat ini diketahui berada dalam kondisi memprihatinkan.
Sungai Siak merupakan sungai yang paling dalam di Indonesia, namun DAS Siak saat ini termasuk kritis, kawasan rawan bencana banjir dan longsor, erosi, dan pendangkalan, serta terjadi berbagai macam pencemaran.
Salah satu yang mencemari Sungai Siak adalah sampah (organik dan non organik) serta tumbuhan air (gulma) seperti eceng gondok.
Pemko Pekanbaru dalam rangka Hari Jadi Pekanbaru ke - 235, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pekanbaru dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai prihatin dengan kondisi DAS Sungai Siak yang mengalami kondisi kerusakan.
Untuk itu perlu dilakukan sebuah aksi yang melibatkan semua pihak dalam aksi bersih.
Aksi bersih sungai yang dipimpin oleh Walikota Pekanbaru. Dengan perahu karet BASARNAS, Walikota Pekanbaru bersama tim membersihkan gulma yang ada di sepanjang tepian sungai Siak. Aksi ini juga dilakukan oleh Tim lainnya menggunakan perahu karet dari BPBD serta perahu masyarakat sekitar.
Selain di sungai juga dilakukan aksi bersih di sempadan sungai Siak oleh ASN, petugas kebersihan, komunitas, dan berbagai stakeholder lainnya.
Aksi bersih sungai Siak ini bukan hanya seremonial belaka, namun diharapkan melalui aksi yang telah dilakukan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat Pekanbaru khususnya di sepanjang tepian Sungai Siak agar lebih peduli terhadap lingkungan dan menimbulkan budaya bersih sungai Siak.
"Untuk itu, kami selaku panitia pelaksana aksi bersih ini kamu sangat mengapresiasi partisipasi aktif tamu undangan dan masyarakat yang hadir untuk mensukseskan aksi bersih sungai Siak ini." terang Elmawati, Sekretarias Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru.
Pada kesempatan ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru memberikan perahu fiber kepada Forum Batang Siak, yang merupakan kelompok masyarakat peduli sungai serta bibit pohon kepada seluruh masyarakat dan peserta aksi bersih sungai.
Bagikan bibit pohon di DAS Siak
Pemerintah Kota Pekanbaru sempena hari jadi juga membagikan 2.000 bibit pohon kepada masyarakat. Tapi, bibit pohon dibagikan hanya kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam Aksi Bersih Sungai Siak.
Ketua panitia hari jadi Pekanbaru ke-235, Zulhelmi Arifin menyebut, dalam Aksi Bersih Sungai Siak ini masyarakat yang ikut, bisa menukarkan sampah dengan bibit pohon.
"Panitia sudah menyiapkan sebanyak 2.000 bibit pohon berbagai jenis," kata Zulhelmi.
Zulhelmi menyebutkan, Pemko berharap dapat memotivasi masyarakat untuk sama-sama menjaga dan mencintai lingkungan.
"Mari kita jaga dan cintai lingkungan untuk anak cucu kita ke depan," ajaknya.
(adv)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…