RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui tetap tegar dan tabah walau selama ini dirinya terus menerus difitnah oleh pihak-pihak terntentu yang ingin merusak citranya dihadapan rakyat.
"Ada macam-macam, ada yang menuduh, ada yang memfitnah, Presiden Jokowi itu antek asing. Pertanyaannya adalah, antek asing yang mana?" kata Jokowi dalam pidato usai penabalan dirinya sebagai Datuk Seri Setia Amanah Negara oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018).
Jokowi menjelaskan, begitu banyak fitnah dan tuduhan yang disebarkan lewat berbagai cara, baik dunia maya maupun oleh kampanye hitam, tapi dia tetap tabah dan sabar.
"Selama empat tahun, saya diam, diam dan sabar. Sabar Ya Allah, sabar..." kata Jokowi sambil mengelus dada.
Walaupun sudah banyak pekerjaan besar yang diselesaikan untuk kepentingan rakyat, demikian Jokowi, pasti ada juga yang tidak senang dan mencoba terus mengganggu.
Presiden menjelaskan, bahwa dalam empat tahun terakhir ini, dia telah menjalankan sejumlah program prorakyat.
Seperti pengembalian hak negara, hak rakyat atas pengelolaan migas yang telah lebih 94 tahun dikuasai oleh asing.
"Insya Allah kedepan blok migas di Riau akan sepenuhnya dikelola oleh negara lewat Pertamina yang nanti juga akan bekerjasama dengan perusahaan daerah (BUMD)," kata Jokowi.
Kemudian proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai dan jalan tol Pekanbaru-Sumbar, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Banyak yang ngomong proyek tol ini tidak akan selesai, tapi buktinya terus berjalan dan beberapa tahun lagi akan selesai. Kita lihat nanti bagaimana dampak baiknya untuk rakyat," kata Jokowi.
Dalam pidatonya, Jokowi juga menegaskan bahwa penyelesaian bencana kebakaran lahan dan hutan penyebab munculnya kabut asap sebelumnya menjadi prioritas pihaknya.
"Saya perintahkan, mulai dari Panglima TNI, Kapolri, Danrem dan Kapolda, Kapolres dan Dandim. Jika ada kebakaran lahan di Riau, kita tahu itu tanggung jawab siapa dan harus siap untuk dicopot dari jabatanya," kata Jokowi.
Syukur alhamdulillah, demikian Jokowi, dengan upaya yang serius akhirnya sejak tiga tahun ini Riau bebas dari asap yang selama lebih 17 tahun membelenggu masyarakat di daerah bahkan sampai mencoreng nama baik bangsa.
"Dulu saya malu, masalah asap selalu disebut-sebut dalam setiap acara kenegaraan di tingkat Asia maupun dunia. Dan sebagai bangsa yang besar, kita malu. Maka masalah ini memang harus segera selesai dan dengan dukungan serta bantuan semua pihak, masalah asap ini akhirnya terselesaikan," katanya. (RB/fzr)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…