RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mencurahkan isi hatinya tenang kondisi "Bumi Lancang Kuning" yang sedang diterpa masalah keuangan di hadapan Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa.
Dalam sambutan saat acara penandatanganan kesepakatan pertukaran data konsumsi BBM, Rabu (16/10/2018) di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Pekanbaru, Wan Thamrin tak sungkan membeberkan cerita miris yang dialami Riau.
Kata Wan Thamrin, dirinya merasa ada yang tidak beres dengan provinsi yang ia pimpin, "sebenarnya Riau ini ada masalah barangkali, Riau ini sangat bergantung sekali kepada Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, terus terang saja kalau dihitung kali-kali untung dan sebagainya, tak tahu kita berapa".
"Sekarang, Riau ini sangat-sangat prihatin sekali, kalau kata orang Melayu, air sudah sampai sini (mengisyaratkan diri akan tenggelam), sekarang APBD kita minus, Bu Asisten III mau menjalankan kegiatan tak bisa karena memang tidak ada lagi dana, padahal sekarang ini masih Oktober," Wan Thamrin bercerita.
Wan Thamrin sendiri mengakui apa yang ia ceritakan tersebut melenceng dari konteks acara, namun dirinya tetap saja melanjutkan cerita, berharap agar Kepala BPH Migas mau membicarakan masalah yang dihadapi Riau ini ke ranah Pemerintah Pusat.
"Apa pun namanya, itu disebabkan karena tunda salur, barangkali oleh-oleh untuk Bapak BPH Migas, barangkali ini bisa dibicarakan, tahun ini kita tunda salur Rp1 triliun lebih, PAD kita tak terkejar untuk menutupi itu. Tolong pak, perjuangkan ini bersama, dimana celahnya saya siap".
"Karena kita tak paham lagi mesti bagaimana, dan bagaimanapun Riau ini bagian dari NKRI," kata Wan Thamrin menutup curahan hatinya. (RB/Dwi)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…