RIAUBOOK.COM - Hari ini, Kamis (9/8/2018) tepat 61 tahun Provinsi Riau berdiri, upacara peringatan yang diadakan di Halaman Kantor Kator Gubernur Riau berlangsung hikmad bernuansa Melayu.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden RI ke 3, Bacharuddin Jusuf Habibie, dan tamu undangan lainnya.
Di usia lebih dari setengah abad, masih banyak harapan yang ditertuju kepada pemerintah setempat dalam mewujudkan Riau yang lebih baik, khususnya dalam kesejahteraan masyarakat.
Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, M.Sc mewakili kalangan akademisi kepada RiauBook.com mengatakan, yang perlu dilakukan kedepan adalah mengolah sumber daya alam di industri hilir sebagai langkah dalam meningkatkan pendapatan daerah.
"Kedepan, yang diperlukan adalah bagaimana kita berfikir untuk sumber pendapatan itu selain Migas, sehingga yang perlu dikembangkan itu adalah memanfaatkan sumber daya alam yang potensial di kita, seperti perkebunan sawit, kelapa, karet dan sebagainya, terpenting lagi tidak hanya menjual bahan baku, tapi berfikir untuk mengolah Industri hilir dalam peningkatan nilai tambah sumber daya alam," kata Aras saat ditemui, Rabu (8/8/2018).
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT Riau pagi tadi, dalam sambutannya mengatakan,
Dalam kurun waktu 2014-2017 Provinsi Riau telah mampu memperbaiki ketimpangan pendapatan antara kelompok masyarakat, tergambar dari indeks gini rasio yang mengalami penurunan dari 0,379 menjadi 0,325 atau tergolong dalam kategori relatif merata.
"Kemajuan yang dicapai Provinsi Riau dalam penanggulangan kemiskinan selaras dengan capaian SDG's 2017 pada pencapaian sebesar 7,41 persen atau menurun sebesar 1,41 persen dari tahun," kata gubernur.
Sementara itu, perkembangan investasi di Riau dari tahun 2014 menunjukkan trend yang positif, di mana realisasi investasi PMDN pada tahun 2014 sebesar Rp7,77 triliun, meningkat menjadi sebesar Rp10,83 triliun pada tahun 2017, sedangkan PMA terjadi penurunan, dimana pada tahun 2014 sebesar 1.369,56 juta US$ menjadi 1.061,10 juta US$ pada tahun 2017.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau tergolong kategori tinggi (71,79) dengan nomor 6 tertinggi secara nasional.
"Tingginya IPM Provinsi Riau didukung oleh peningkatan kinerja indikator pembentuk antara lain Usia Harapan Hidup yang terus meningkat dari 70,76 tahun 2014 menjadi 70,99 tahun pada tahun 2017," kata dia.
Kemudian, Rata-rata Lama Sekolah tahun 2014 sebesar 8,47 naik menjadi 8,76 pada tahun 2017, angka harapan lama sekolah tahun 2017 yaitu 13,03 tahun sudah di atas wajib belajar 9 tahun.
Terakhir, Pengeluaran per kapita ril penduduk Provinsi Riau terus mengalami peningkatan dari Rp10,26 Juta pada tahun 2014 menjadi Rp10,67 Juta pada tahun 2017. (RB/Dwi)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…