RIAUBOOK.COM- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Darwin Susandi, minta para pengusaha kapal angkutan penumpang yang ada di Kepulauan Meranti, tidak sembarangan menaikkan ongkos.
Sebelum menaikkan ongkos, harus melalui kesepakatan antara pemerintah masyarakat dan pengelola angkutan itu sendiri.
Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat. Kenaikan ongkos mesti didasari keputusan pemerintah. Itupun jika ada kenaikan harga BBM.
Atau saat menghadapi hari hari besar keagamaan. Seperti lebaran, natal dan tahun baru. Di luar itu tidak ada kenaikan ongkos,"kata Darwin usai melakukan pertemuan dengan pihak pengusaha angkutan kapal di ruang rapat DPRD Meranti, Rabu,(1/8/2018).
Politisi Partai PAN itu mengatakan, cukup riskan jika menaikkan ongkos kapal secara sepihak. Dan kita sudah mendengar keluhan masyarakat atas kenaikan ongkos tersebut, yakni ongkos dari Selatpanjang menuju Tanjung Balai Karimun maupun tujuan Batam dan ke Bengkalis.
"Mendengar keluhan tersebut kita langsung gelar pertemuan, baik dengan pengelola angkutan termasuk instansi teknis terkait.
Kalau sebelumnya sudah ada kenaikan tiket dari Selatpanjang- Batam dengan tarif Rp. 180.000, diturunkan menjadi Rp.140 sekali jalan. Dan jika PP menjadi hanya Rp.260.000.
Sementara dari Selatpanjang ke Tanjung Balai Karimun dari 140.000 dan diturunkan menjadi Rp.110.000 dan jika melakukan perjalanan pulang pergi hanya dibayar Rp.200.000 saja. Sementara Selatpanjang - Bengkalis Rp120 ribu sekali jalan dan tidak ada PP, "terang dia.
Diperoleh informasi dari pihak pengelola angkutan mengakui kenaikan tarif tersebut guna memenuhi perlengkapan dalam peningkatkan keselamatan penumpang. Menurut pengusaha bernama Ayong itu mengaku ongkos yang ideal dari Selatpanjang- Batam setidaknya harus dikisaran Rp.150.000 sekali jalan.
Hearing yang digelar Komisi II tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Darwin Susandi, dan diikuti anggota komisi lainnya Dedi Putra, M Tartib dan Taufiek. Turut serta Sekwan Irmansyah, Kepala KSOP Selatpanjang Usman YS, Kasishub Aready juga dari Pelindo, dan sejumlah pengusaha pengelola angkutan penumpang.(mcr/jos)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…