RIAUBOOK.COM - Tekait dengan Jembatan Siak III yang disalah gunakan oleh dua orang pemuda karena memanjat dan melakukan atraksi nekat berjungkir balik pada bagian tertinggi konstruksi jembatan tersebut, kini mendapat sorotan serius dari Pemprov Riau.
Nekatnya, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook atas nama Rahma Yudi M S dengan caption "Jangan ditiru. Ini adegan berbahaya", yang kini menjadi viral tersebut, kedua pemuda itu tampak sama sekali tidak menggunakan pengaman apapun dalam aksinya.
Mereka bertaruh nyawa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan bahwa secara prinsip, tanggung jawab jembatan tersebut juga dibebankan kepada pengguna barang.
"Konteks aset yang sudah dibentuk, kemudian dimanfaatkan, nah, ketika dimanfaatkan, tentu ada instrumen lain yang berperan disana, kalau jalan, jembatan, ada fungsi-fungsi lain yang berperan disana, seperti perhubungan, lalu lintas angkutan jalan, kemudian kepolisian yang dalam hal ini polisi lalu lintas," kata Syahrial Abdi Kepada RiauBook.com saat wawancara di Kantor Gubernur Riau, Senin (26/2/2018).
Bilau mengatakan, pihaknya akan turut serta mendorong forum lalu lintas untuk sama-sama melakukan pengawasan.
"Jadi dia tidak kaitan dengan aset sendiri," kata Syahrial.
Sebelumnya, video tersebut juga sempat menuai berbagai macam komentar, ada yang takut melihat aksi dua pemuda tersebut, ada pula yang menganggap hal tersebut tidak patut untuk dilakukan karena dapat membahayakan keselamatan jiwa, malah ada pula yang memuji dengan aksi tersebut dengan memberikan tanda like atau jempol.
Namun, tampaknya bagi kedua pemuda tersebut hal itu malah menjadi aksi yang seru, apalagi saat salah seorang dari meraka yang memakai kaos hitam dan celana pendek sempat melakukan 'had stand' di puncak jembatan Siak III tersebut.
Seperti yang diketahui, adegan semacam itu bukan kali pertama dilakukan oleh kaum muda penantang maut, belakangan ini aksi serupa sering dilakukan sering dilakukan khususnya di luar negeri.
Aksi nekat memanjat gedung, menara atau jembatan kerap dilakukan pecinta 'rooftoping'sebutan untuk aksi demikian, kian lama menjadi tren tersendiri, meski telah ada korban meninggal karena gagal saat dalam melakukan aksinya, tampak nya hal tersebut menjadi kepuasan tersendiri bagi para penantang maut.
Seperti halnya Wu Yongning, pria asal China yang menemui ajalnya setelah pada 8 November 2017 lalu, jatuh dari gedung setinggi 62 lantai di Changsha, Ibu Kota Provinsi Hunan. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…