RIAUBOOK.COM- Kebakaran yang melanda komplek perumahan Siak Cinatown atau di pasar lama Siak, membawa luka yang mendalam bagi warga yang menjadi korban ganasnya amukan si jago merah.
Warga etnis Tionghoa yang menjadi mayoritas tinggal di perumahan itu tak kuasa menahan kesedihan melihat rumah dan harta bendanya hangus dilalap api.
Hal itu disampaikan salah seorang warga Tan kepada Bupati Siak yang saat ini mengambil cuti kampanye Pilgubri Syamsuar, saat calon Gubri tersebut melihat toko-toko yang terbakar di jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam Siak, Sabtu (17/2/18).
"Saya sudah 34 tahun tinggal di sini Pak Syamsuar. Sekarang habis terbakar. Toko dan barang berharga semua ikut terbakar. Baju sehelai saja tak bisa diselamatkan, hanya badan tersisa," kata Ibu Tan, kepada Syamsuar, di lokasi puing-puing sisa kebakaran.
Tan menceritakan, kejadian itu sangat cepat terjadi, saat itu ia sedang tertidur, saat terbangun ia langsung melihat kobaran api yang sangat besar. Ia langsung menyelamatkan diri kemudian mencoba meminta pertolongan kepada warga untuk menyelamatkan harta bendanya namun tidak ada yang membantunya.
"Siapa yang akan mengganti ini pak Syam. Aku bisa gila ini, ini toko tempat kami cari makan pak, harta benda tak dapat kami selamatkan pak, hanya baju di badan dapat kami bawa," jelasnya dengan nada haru.
Mendengar kesedihan itu, Syamsuar langsung merangkul warganya, dan berjanji Pemerintah Kabupaten Siak akan membantu.
"Ini musibah kita bersama. Sekarang kita tak tahu berbuat apa dulu. Sabar saja dulu. Kita berdoa bersama agar musibah ini ada hikmahnya," kata Syamsuar.
Sedangkan saat ini, Pemkab Siak telah menyiapkan posko pengungsian di samping klenteng Hock Siu Kiong dan dapur umum. Jika kurang, nanti akan di buat posko di belakang RSU Siak.
"Disitu ada bangunan baru, di situ dulu mereka tinggal. Yang penting makanan dan kesehatan mereka harus di jaga. Kita harus sabar menghadapi musibah ini. Kami ingin menyelamatkan kalian semua," kata Syamsuar.
Sebagaimana diketahui, etnis Tionghoa ini sudah lama tinggal di daerah tersebut, mereka sudah ada di Siak sejak zaman Kerajaan Sultan Syarif Kasim.
"Sedih kita lihat mereka. Mereka dan tempat ini juga saksi sejarah Kerajaan Siak," ungkap Syamsuar. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…