RIAUBOOK.COM -Akibat tindakan represif aparat keamanan yang dialami oleh aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) beberapa hari lalu di Istana Negara. Hari ini, Jumat sore pukul 14.00 wib, ratusan kader KAMMI wilayah Riau akan menggelar aksi di markas Polda Riau.
Seperti informasi yang diterima Riaubook.com, masa aksi ini akan berkumpul terlebih dahulu di sebelah kantor Gubernur Riau. Ketua umum KAMMI wilayah Riau, Padli, S.Pd membenarkan informasi terkait rencana aksi yang akan ia lakukan bersama mahasiswa lainya dari berbagai kampus yang ada di Kota Pekanbaru.
"Kita mengajak seluruh Kader KAMMI Wilayah Riau untuk mengadakan parlemen jalanan," kata Padli yang juga mantan ketua Bem Unri ini, Jumat (26/5/2017).
Sebagaimana diketahui, ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara pada hari Rabu 24 Mei lalu berujung rusuh. Hal ini dikarenakan aparat kepolisian melakukan pemukulan dan penahanan para aktivis. Satu diantaranya adalah ketua KAMMI, Kartika Nur Rakhman.
Aksi yang sepi dari pemberitaan nasional ini, kini mendapat perhatian khusus dari berbagai elemen mahasiswa di seluruh Indonesia. Bahkan, akun facebook para aktivis mahasiswa dari kader KAMMI ini pun membanjiri postingan dengan mengunggah foto-foto peserta aksi yang menjadi korban pemukulan polisi.
Seperti diketahui, aksi yang dimulai pukul 14.00 wib di Istana Negara itu awalnya berlangsung kondusif. Para anggota KAMMI berganti-gantian menyampaikan orasinya. Mereka membawa atribut KAMMI, bendera, serta poster yang berisikan ironi penegakan hukum di indonesia.
"19 tahun reformasi membuat kondisi negara semakin jauh dari cita-cita Kemerdekaan", ungkap Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman di depan Istana Negara, seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu (24/5/2017) .
KAMMI menuntut agar dituntaskannya berbagai kasus korupsi yang mandek selama ini. "Kami menuntut agar dituntaskannya kasus Mega Skandal BLBI, kasus bailout Century, dan kasus KTP elektronik," kata Kartika.
Sementara itu, akibat tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan ini, pimpinan nasional keluarga alumni KAMMI mengutuk kekerasan yang terjadi pada mahasiswa yang berunjuk rasa.
Mereka pun meminta segera dibebaskan mahasiswa yang ditangkap.
"Kekerasan dan represifitas aparat keamanan harus diusut tuntas," ujar Rahmantoha Budiarto, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Keluarga Alumni KAMMI, seperti reales pernyataan sikap resmi yang diterima Riaubook.com. (RB/yopi/rol)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…