RIAUBOOK.COM - Pihak Telkomsel telah berulang kali mengingatkan pelanggannya untuk tidak memberikan kode atau pin My Telkomsel ke sembarang orang, terlebih yang tidak dikenal.
Alasannya, bisa jadi itu dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab bahkan menjadikan pelanggan Telkomsel sebagai korban penipuan.
Aditya (32), warga Pekanbaru, Riau, kepada RiauBook.com, Sabtu malam (13/5/2017) mengungkap dirinya hampir menjadi korban penipuan hadiah undian Telkomsel.
"Saya pernah memberikan pin My Telkomsel ke seseorang lewat telepon beberapa waktu lalu," katanya.
Setelah itu, lanjutnya, seseorang tak dikenal mengaku dari GraPARI Telkomsel menghubunginya lagi, ceritanya Aditya menjadi pemenang undian senilai Rp10 juta.
"Selamat Pak, Anda keluar sebagai pemenang undian Telkomsel yang baru saja diundi, nilainya Rp10 juta. Selamat ya bapak," kata Aditya menirukan percakapan pelaku.
Saat mencoba melakukan penipuan, pelaku menggunakan nomor telepon 082175583874, namun sebelum menghubungi, kata Aditya pelaku mengirimkan pesan 'hilang' yang mengatasnamakan GraPARI Telkomsel.
"Awas kalau ada pesan yang dilihat tulisannya dari GraPARI dan hilang saat dibuka jangan buru-buru percaya, mereka itu pelaku penipuan," katanya.
Kemudian, dia melanjutkan, jika si penelpon mendadak menawari hadiah uang tunai dengan meminta segera menuju ke mesin ATM, jangan buru-buru pergi.
"Terpenting, jangan berikan kode atau pin My Telkomsel kepada sembarang orang," dia mengakhiri.
Informasi dari website resmi Telkomsel, My Telkomsel adalah aplikasi self-service yang memberikan user experience yang baru dan mudah untuk pelanggan Telkomsel, pelanggan dapat isi pulsa atau bayar tagihan, mencari dan aktivasi paket.
RiauBook.com juga mencoba menelusi pelaku kejahatan itu dengan terlebih dahulu mengirim pesan singkat ke nomor 082175583874.
Bunyi SMS yang dikirim ke nomor tersebut adalah: "Apakan benar saya mendapatkan hadiah atas undian Telkomsel?"
Dalam hitungan detik, dari nomor itu muncul SMS "hilang" yang sekali dibuka tidak bisa disimpan, bertuliskan GraPARI.
Berjarak beberapa detik kemudian, pelaku menelepon menggunakan nomor yang sama: "Ya bapak, selamat malam, barusan mengirimkan pesan tentang undian Telkomsel. Apakah benar?"
Dengan nada santai, pelaku tidak membenarkan informasi tersebut: "Maaf Pak, informasi yang bapak terima salah, atau salah nomor," kata pemilik nomor telepon itu.
Tidak putus disitu, Tim RiauBook.com juga mencoba cara lain menggunakan nomor telepon yang sempat dibobol My Telkomsel-nya untuk menghubungi nomor yang sama.
Jawaban pelaku berbeda 90 derajat, pelaku langsung mengetahui pemilik nomor telepon dan berbicara sangat meyakinkan.
"Iya benar, bapak pemenang undian Telkomsel," kata pelaku yang dihubungi.
Dia kemudian meminta si penelepon segera menuju ke mesin ATM untuk mengecek dana masuk yang akan segera ditransfer sebesar Rp10 juta dengan tidak memutus sambungan telepon.
Dengan berpura-pura, RiauBook.com melakukan rekayasa keberangkatan menuju mesin ATM, caranya dengan menyalakan mesin kendaraan sepeda motor, niatnya agar pelaku benar-benar mendengar karena sambungan telepon tidak diputus.
Beberapa menit kemudian, pelaku kembali menelepon dan menanyakan apakah sudah sampai di mesin ATM. Setelah itu dia menginstruksi segera memasukkan kartu ATM ke mesin ATM BCA.
"Harus masin ATM BCA ya pak," kata pelaku.
Dia meminta masuk ke aplikasi mesin ATM dan menyuruh segera memencet menu e-Money, tujuannya agar transaksi keuangan calon korbannya tersedot lewat aplikasi tersebut.
Namun pelaku yang mulai curiga, kemudian memutuskan komunikasi, saat dihubungi kembali, dia tidak lagi menjawab. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…