Seketika Pekanbaru Mencekam

RIAUBOOK.COM - Siang yang panas ketika ratusan orang tengah berunjuk rasa soal Jakarta dan penistaan agama, tiba-tiba kabar mengejutkan meyebar begitu cepat lewat berbagai media sosial. Kabar itu tentang ratusan pesakitan yang berusaha kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5/2017).

==================================================================================

Seorang pria berkumis baru saja tiba di sebuah kedai kopi pusat kota budaya melayu, duduk di antara empat rekannya sambil memberikan kabar 'angin' tentang kerusuhan para pesakitan.

"Ratusan tahanan kabur dari Rutan Sialang Bungkuk, kejadiannya baru saja". Ungkapan nada kerasnya membuat sejumlah pengunjung yang ada di dalam kedai kopi itu sejenak tercengang.

Pria berkemeja ini melanjutkan cerita tentang informasi yang baru ia terima lewat pesan selular itu. Tidak lama kemudian, kabar tersebut sampai di berbagai media online, membuat ribut para netizen yang 'nangkring' di media sosial.

Disusul berbagai media televisi yang secara update turut menyoroti peristiwa itu. Judulnya; Ratusan Napi Rutan Sialang Bungkuk Kabur.

Informasi kaburnya ratusan napi dan tahanan itu disambut dengan kekhawatiran mendalam bagi banyak masyarakat Kota Madani.

Seorang isteri menelpon suaminya yang sedang bertugas, sebaliknya suami yang bekerja mengkhawatirkan keadaan isteri dan anak di rumah.

Sejumlah rumah ibadah memberikan pengumuman tentang peristiwa tersebut. Pesannya warga agar mewaspadai adanya ratusan napi yang kabur.

Informasi tentang tahanan kabur yang menyekap seorang anak bahkan sempat menjadi tranding, tidak kalah kabar mengenai napi yang merampas sepeda motor warga.

Seketika Pekanbaru mencekam. Sejak siang hingga malam, kawasan madani layaknya kota 'koboi'. Ribuan polisi dan TNI dilibatkan dalam peristiwa ini. Kejar-kejakaran antara aparat dengan napi dan tahanan terjadi di mana-mana.

Melintas di Jalan Harapan Raya, berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi Rutan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, kemacetan panjang terjadi.

"Kabarnya ada satu napi yang kabur tadi siang ditangkap di tengah jalan ini," kata Fani, seorang warga sekitar.

Mobil-mobil polisi dan TNI dengan lampu sirine pun hilir mudik di berbagai kawasan, mulai jalan-jalan utama hingga ke berbagai pelosok kota. Pengejaran para "koboi" masih berlanjut hingga malam.

Jebol Pintu

Dari informasi kepolisian, ada sebanyak 250 napi dan tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk saat masyarakat tengah menjalankan Shalat Jumat.

Kaburnya ratusan pesakitan dengan cara menjebol pintu kanan saat pengawasan terpecah dengan peristiwa keributan yang disebabkan minimnya ketersediaan air bersih.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tedjo, mengatakan sekira pukul 11:30 WIB tahanan protes.

"Mereka mendobrak pintu kanan rutan, mereka kecewa dengan pelayanan rutan," katanya.

Di saat kejadian yang sama, juga tengah berlangsung aksi unjuk rasa kelompok Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Jenderal Sudirman. Mereka menuntut hukuman berat bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Djahaja Purnama (Ahok). Sebagian besar aparat sibuk untuk pengamanan aksi yang dilaksanakan usai Shalat Jumat tersebut.

Pengamanan aparat pun terpecah, namun dilaporkan pada saat siang itu, kepolisian sempat menerjunkan ratusan anggota dibantu dengan TNI dan sipil untuk mengejar para napi dan tahanan.

Sejak siang, satu persatu napi dan tahanan yang kabur berhasil diamankan. Ada juga yang menyerahkan diri.

Hingga malam sekitar pukul 23.00 WIB, jumlah yang berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke rutan sudah mencapai 160 orang.

Situasi Mencekam

Fokus aparat kepolisian dan TNI pun kembali terpecah. Selain masih memburu puluhan napi dan tahanan yang masih berkeliaran, malam sekitar pukul 22.00 WIB para pesakitan di Rutan Sialang Bungkuk kembali mengamuk hingga juga membutuhkan pengawalan ekstra.

Selain berteriak sebagai bentuk protes perlakuan yang dianggap kurang manusiawi, banyak napi dan tahanan juga melemparkan batu ke aras luar rutan, mengarah ke aparat kepolisian.

Dari pantauan, ada beberapa polisi yang terkena batu yang dilemparkan para napi, beruntung petugas yang berjaga mengenakan rompi anti peluru dan pelindung kepala.

Dari informasi yang didapat, ada sebanyak 200 personel Brimob Polda Riau yang berada di lokasi rutan untuk pengamanan malam itu. Sejumlah masyarakat setempat juga masih di sekitar lokasi untuk melihat-lihat kondisi.

Selain kepolisian, juga ada bantuan pengamanan dari pasukan TNI, malah mereka yang tadinya berada di dalam rutan, terpaksa keluar akibat situasi yang semakin buruk.

Hingga pukul 23.00 WIB, aparat kepolisian dan TNI masih mengepung rutan untuk mengantisipasi kaburnya tahanan dan napi seperti tadi siang.

"Kalau keinginan mereka tidak dipenuhi, napi dan tahanan mengancam akan terus berbuat rusuh," kata Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara.

Tuntut Penghapusan Pungli

Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan amukan para nara pidana (napi) dan tahanan dipicu pelayanan yang tidak baik.

Maka kemudian, lanjut dia, para napi dan tahanan melakukan aksi keributan seperti demonstrasi hingga menuntut agar Kepala Rutan dicopot dari jabatannya.

Malah ada pungutan liar (pungli) yang kabarnya dilakukan para oknum penjaga yang selama ini dibebankan ke para napi dan tahanan Sialang Bungkuk.

Mereka, kata Kapolda, juga meminta agar pungutan uang dibebankan kepada para tahanan dihapuskan.

"Anggota Brimob dan Sabhara masih terus disiagakan di luar rutan, walau belum bisa masuk karena situasi sedang buruk," katanya malam itu.

Salah satu tuntutan napi dan tahanan langsung mendapat respon Dirjen Pemasyarakatan (Pas) I Wayan K Dusak. Dia berjanji Kepala Rutan Sialang Bungkuk, Teguh, akan segera dievaluasi.

Tapi sebelum dievaluasi, pihaknya masih memberi waktu bagi Teguh menyelesaikan kewajibannya mengembalikan ratusan penghuni rutan yang terdiri dari tahanan dan narapidana.

"Dia selesaikan dulu tanggung jawabnya baru dievaluasi," kata Dusak.

Kelebihan Kapasitas

Kasus-kasus napi dan tahanan yang kabur dari rumah pesakitan sudah sangat sering terjadi. Pihak berwenang beralasan hal itu disebabkan kondisi rutan dan lapas di berbagai wilayah yang tidak lagi layak akibat kelebihan kapasitas.

Di Rutan Sialang Bungkuk, menurut kepolisian kelebihan kapasitasnya sudah mencapai 500 persen, yang seharusnya hanya bisa menampung 361 warga binaan, ternyata dipaksakan masuk mencapai 1.800 warga binaan.

"Inilah yang menjadi penyebab, terjadinya gesekan antar napi, ditambah lagi pelayanan dan fasilitas yang tidak memadai," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tedjo.

Sementara itu, di Jakarta, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebutkan, jumlah narapidana se Indonesia saat ini mencapai 202.406 orang. Padahal, rata-rata kapasitas lapas secara nasional hanya untuk 118.000 orang.

Sejumlah rutan dan lapas yang menonjol dalam hal kapasitas yang berlebih menurut dia yakni; Medan, Surabaya, Salemba, Cipinang, Banjarmasin, dan juga Riau.

"Ada yang sampai 700 persen over capacity. Ini yang jadi fokus kami," kata Yasonna.

Tingginya jumlah narapidana tak diiringi dengan jumlah petugas lapas. Perbandingan rata-rata nasional antara petugas dan warga binaan adalah 1:56. Harusnya kapasitas ideal adalah 1:20.

Namun, di beberapa daerah, jumlah kelebihan itu sangat tinggi. Di Lapas Cipinang, misalnya, rasionya mencapai 1:121. Sementara itu, di Rumah Tahanan Cipinang 1:167, Lapas Medan 1:169, dan Rutan Medan 1:233.

Oleh karena itu, penambahan petugas lapas sangat dibutuhkan. Terlebih lagi, jumlah narapidana semakin bertambah, sedangkan jumlah petugas kian berkurang karena banyak sipir yang memasuki masa pensiun.

Sebelum peristiwa Rutan Sialang Bungkuk, Yasonna Laoly sudah sempat mengingatkan, minimnya petugas rutan yang tak sebanding dengan jumlah napi dan tahanan menimbulkan potensi besar terjadinya kerusuhan.

"Saya katakan, kalau ini terjadi keributan dan kerusuhan, petugas-petugas itu jadi tape betulan. Makanya kadang kita kasihan juga," kata Yasonna beberapa waktu sebelum kasus Rutan Sialang Bungkuk.

Yasonna memaparkan, sejak dirinya menjabat Menkumham pada 2014 lalu, penambahan narapidana hingga tahun ini mencapai 40.000 orang.

Jumlah itu diyakini akan terus bertambah hingga potensi kerusuhan di seluruh lapas dan rutan di tanah air sangat besar. Dengan demikian, selain Pekanbaru, kota-kota lainnya juga terancam mencekam.

Oleh Fazar Muhardi

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Dirjen Pas: Karutan Sialang Bungkuk Bakal Dievaluasi, Tapi Sebelumnya Kembalikan Dulu 200 Napi yang Kabur

RIAUBOOK.COM - Karutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Teguh, akan dievaluasi akibat dari kaburnya ratusan penghuni rutan, demikian Dirjen Pemasyarakatan (Pas)…

Foto

Ketika Polisi Gendong Anak Sekolah Terobos Genangan Air di Dumai

RIAUBOOK.COM-Banjir yang menerjang jalan Sultan Syarif Kasim, Dumai, Riau membuat arus lalu lintas sedikit tersendat, pengendara harus nekat menerebos banjir…

Foto

Bupati Inhil: Ciptakan Kondusifitas Daerah Bersama Masyarakat

RIAUBOOK.COM - Guna menciptakan kondusifitas daerah, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengharapkan penegak hukum bersama masyarakat senantiasa menjaga…

Foto

Warganet Heboh, Kakek Dikira Gembel, Beli Motor Harley

RIAUBOOK.COM - Seperti kebanyakan pegawai sales atau marketing diler motor. Mereka lebih melayani orang yang datang dengan penampilan mewah dan…

Foto

Panitia HPN Provinsi Riau 2017 Sediakan untuk 'Selfie'

RIAUBOOK.COM- Memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Riau 2017 ke 71, panitia menyediakan photo booth di area jalan sehat yang…

Foto

10 Ribu Kupon Disediakan untuk Masyarakat Dumai Sempena HPN Provinsi Riau 2017

RIAUBOOK.COM- Sebanyak 10 ribu lembar kupon di sediakan panitia jalan sehat untuk masyarakat, acara tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Pers…

Foto

BK3S Riau, Sasar Bibir Sumbing hingga Puting Beliung

RIAUBOOK.COM - Pihak Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Riau tahun 2017 ini akan melakukan beberapa kegiatan yang menyentuh…

Foto

Serunya Latihan Perang TNI di Lanud Pekanbaru Jelang Ramalan Perang Semenanjung Korea

RIAUBOOK.COM - Masih dalam rangkaian Latihan Bido Gesit-2017 di Lanud Roesmin Nurjadin, seluruh jajaran yang terlibat melaksanakan Latihan SAR Tempur…

Foto

Tanda-tanda Cinta Bersemi dan Itulah Wanita Idaman Anda

RIAUBOOK.COM - Setiap manusia diyakini telah memiliki jodohnya sendiri, namun tidak banyak orang yang tahu tentang tanda-tanda bahwa cinta itu…

Foto

Sudah Ada Korban Jiwa, Gubri Perintahkan Pj Wali Kota Berkoordinasi Atasi Banjir di Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Mencermati perkembangan Kota Pekanbaru saat ini, yang semakin sering dilanda banjir bila hujan turun, Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi…

Foto

'May Day' di Bengkalis Beda Lagi, Buruh Ngecat Masjid dan tanam Pohon

RIAUBOOK.COM - Para buruh di Bengkalis, Riau, yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) memperingati Hari Buruh Sedunia…

Foto

Berita itu Harus Benar, Jaya: Tapi Tak Semua Kebenaran Diberitakan, Kalau Dampaknya Memecah Belah Bangsa

RIAUBOOK.COM - Kebebasan berpendapat dan mengungkapkan pendapat, berubah menjadi kebebasan menghina dan mengungkapkan penghinaan, kebebasan berdusta dan mengungkapkan penghinaan, kebebasan…

Foto

Jembatan di Inhil Ambruk, Gubernur Riau: Kita Perlu Bangkit dan Waspada

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang tengah berada di Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyempatkan diri untuk meninjau…

Foto

Waspadalah! Modus Pungli Biasanya Disertai Tindakan Kekerasan

RIAUBOOK.COM - Ada berbagai modus oknum melakukan tindakan pungutan liar dna biasanya disertai dengan tindakan kekerasan, demikian Wakapolres Kepulauan Meranti,…

Foto

Gubri Kunjungi Korban Tanah Longsor di Kuala Enok, Indragiri Hilir

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meninjau langsung longsor yang terjadi di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Indragiri Hilir, Senin…

Foto

Penataan Kota untuk Minimalisir Narkoba, Pemprov Riau Siap Bantu Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan siap membantu Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mengatasi persoalan narkoba yang merajalela di…

Foto

Kiamat Sudah Dekat, Manusia Siapkan Penyimpanan Benih di Kutub Utara, Ini Foto-fotonya

RIAUBOOK.COM - Di Arctic Circle yang berjarak 1.287 kilometer dari Kutub Utara, tepatnya di Pulau Spitsbergen, Norwegia, terdapat Svalbard Global…

Foto

Bupati Wardan: Jadikan Indragiri Hilir Lumbung Qori dan Qoriah

RIAUBOOK.COM - Melalui momen Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di tingkat Kecamatan, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengajak seluruh…

Foto

Dana Hibah LAM Riau Belum Cair, Sekda: Nanti Saya Cek Apa Kendalanya

RIAUBOOK.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau mengatakan idealnya dana hibah untuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau sudah bisa dicairkan.…

Foto

Giliran Kuansing, PLN Cabut Subsidi 11.000 Pelanggan Daya 900 VA

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Pusat melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencabut subsidi listrik untuk 11 ribu pelanggan di Kabupaten Kuantan Singingi…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan