Riau Book - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer, memiliki kepribadian yang unik. Dia dikenal sebagai kepribadian yang tegas dan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat lewat berbagai program pemerintahan.
"Saya orang yang bekerja dulu baru berfikir. Kalau kata orang otak kiri saya ini lebih dominan," kata Jefry Noer di suatu kesempatan di Kampar saat menjamu para tamu dari kalangan pers.
Soal bekerja, pria kelahiran Selatpanjang 1960 silam ini memang tidak diragukan lagi. Banyak berbagai program yang dijalankan Jefry Noer kerap menarik perhatian berbagai pihak, bahkan kalangan pengusaha dari Negeri Jiran, Malaysia.
Dalam menjalankan program pemerintahan, Jefry Noer berpihak pada kepentingan masyarakat dan itu diwujudkan secara nyata. Salah satu program nyata teranyar Jefry adalah Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE).
Program yang difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh tersebut saat ini berjalan meski tidak didukung oleh kalangan legislator di daerah itu.
Ketegasan Jefry Noer disebut-sebut mirip dengan jiwa kepemimpinan Prabowo Subianto. Bahkan tidak jarang, orang-orang yang berada di sekelilingnya tidak sanggup untuk mengikuti gaya kepemimpinan keduanya.
Ilmu Matematika
Kepribadian unik Jefry Noer yang kedua selain ketegasan adalah keterampilan angka-angka atau ilmu matematika yang luar biasa. Dia selalu berbicara realistis menggunakan angka-angka yang logika.
Ahli menilai, keterampilan unik Jefry Noer juga dorongan atas otak kiri yang dominan. Semisal ketika dia berpidato soal Program RTMPE. Keberhasilan dapat dicapai dengan sistem hitungan yang jelas.
Lewat RTMPE masyarakat bisa berpenghasilan Rp15 juta hingga Rp25 juta setiap bulannya. Jefry Noer merincikan, di atas lahan seribu meter persegi, keluarga mandiri dapat memelihara enam ekor sapi, seratus ekor ayam petelur dan kolam lele serta menanam ragam jenis sayuran termasuk cabai dan bawang merah.
Untuk diketahui, bahwa dari enam ekor sapi tersebut, setiap bulannya akan menghasilkan 500 hingga 1.000 liter urine yang kemudian akan diolah menjadi biourine yang akan dijual seharga Rp15 ribu per liter. Dengan demikian, dari kencing sapi saja, keluarga RTMPE sudah menerima hasil lebih kurang Rp7,5 juta hingga Rp15 juta setiap bulannya.
Pemasukan tambahan lainnya ada pada pengelolaan kotoran sapi menjadi biogas.
Jefry menjelaskan, untuk kotoran sisa olahan biogas itu, kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Setiap bulannya, dari kotoran padat saja, menghasilkan satu ton. Jika dijual Rp1.000 per kilogramnya, maka ada penghasilan tambahan bagi keluarga RTMPE sebesar Rp1 juta.
Kemudian dari kotoran cair yang juga akan diolah menjadi pupuk organik. Menurut dia dapat menghasilkan 150 hingga 250 liter setiap bulannya. "Anggap saja rata-rata menghasilkan 150 liter per bulan, jika dikalikan Rp10.000 per liternya, maka sudah menambah penghasilan sebesar Rp1,5 juta," katanya.
Untuk enam sapi yang dipelihara, lanjut Jefry, bisa menjadi tabungan dan investasi luar biasa. Karena enam ekor sapi Bali tersebut, akan menghasilkan keturunan (anak) enam ekor setiap tahunnya. Jika dalam waktu tiga tahun, maka tabungannya akan berkembang atau bertambah sebanyak 18 ekor.
Untuk diketahui, katanya, harga sapi setiap tahunnya tidak pernah turun atau terus naik. Jika sekarang dibeli dengan harga Rp10 juta per ekor, maka tahun depan bisa lebih mahal lagi. Anggap saja hingga tiga tahun ke depan harganya tetap, maka ketika itu, keluarga RTMPE sudah mendapatkan hasil sebesar Rp180 juta.
Hasil yang tak kalah juga dapat didatangkan dari ternak ayam Alpu. Setiap harinnya, demikian Jefry, dari seratus ekor ayam Alpu itu, dihasilkan 50 hingga 75 butir telur. Anggap saja rata-rata 50 butir, jika dikalikan Rp2.000 per butir, pemasukan tambahan keluarga RTMPE adalah sebesar Rp100.000x30 totalnya Rp3.000.000 setiap bulannya.
Kemudian hasil dari ternak lele yang dapat dipanen setiap dua bulan dengan perkiraan hasil rata-rata Rp3,5 juta per dua bulan atau per bulannya Rp1.750.000. Serta dari hasil tanaman sayuran khususnya bawang merah, keluarga mandiri dapat penghasilan Rp4 juta setiap bulannya.
"Jika program ini didukung dan dijalankan masyarakat, maka Kampar tidak hanya terbebas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh saja, namun juga swasembada daging, ayam, sayuran dan lainnya," kata dia.
Kemampuan Analisa dan Objektivitas
Kepribadian unik Jefry Noer lainnya adalah kemampuan dalam menganalisa dan objektivitas. Lagi-lagi menurut ahli ini juga didukung otak kirinya yang lebih dominan.
Tidak dapat dipungkiri, Jefry Noer dalam keberhasilan era kepemimpinannya saat ini didukung oleh analisis yang tepat. Dia selalu melakukan pemantauan kinerja atas orang-orang yang ada di sekelilingnya sehingga tidak terjadi pendustaan yang justru menghambat pembangunan daerah.
Hal itu dibuktikan dengan telah banyak pejabat yang dimutasi karena setelah dalam analisisnya tidak bekerja maksimal atau justru menjadi "benalu".
"Pejabat yang ditunjuk harus ikut mendayung kapal, jangan hanya memberat-beratkan saja. Bisa karam kapal kalau tidak cepat diganti," kata Jefry di suatu kesempatan. (RB/fzr)




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…