Riau Book -Pada 2014, ada laporan dalam jurnal psikiatriJAMA yang menyatakan bahwa pornografi menciutkan otak manusia. Tapi, psikolog Simone Kühn yang menulis laporan itu menengarai bahwa temuan itu tidak konklusif dan belum jelas.
"Belum jelas, entah menonton tayangan pornomenyebabkan otak berubah atau memang orang yang lahir dengan jenis otak tertentu menyebabkannya menyaksikan lebih banyak tayangan porno," katanya.
Nah, kenyatannya ada sejumlah hal lain yang memang merusak jaringan kompleks otak kita, bahkan menciutkan otak itu sendiri.
Penciutan di sini adalah pengurangan sel kelabu (grey matter) di otak. Otak yang menyusut terlihat pada orang dengan sakit kepribadian anti sosial dan orang yang kecanduanalkohol dalam jangka panjang.
Lebih parah lagi kalau seseorang mengidap Alzheimer atau mengalami
encephalopathyyang bersifat kronis traumatis. Otak lebih babak belur lagi.
Kata Kim Gorgens, seorang profesor muda di Graduate School of Professional Psychology di University of Denver, akibat dari penyusutan otak adalah "hilangnya ingatan jangka pendek, hilangnya daya penciuman, dan perubahan kepribadian—misalnya jadi meledak-ledak—dan mungkin kehilangan ingatan gerak."
Berikut ini adalah 10 hal yang dapat merusak otak kita:
1. Penyalahgunaan alkohol
Kecanduan alkohol dan obat sama-sama merusak otak secara jasmani, terutama di bagian depan (frontal lobe). Bagian depan otak adalah tempat semua fungsi eksekusi, pembuatan keputusan, tugas jamak (multitasking), menguasai emosi dan menangani stress.
Dr Harold Urschel, penulis bukuHealing the Addicted Brain, mengatakan, ketika seseorang sakit, otak memerintahkan untuk mencari bantuan. Ketika seseorang kecanduan, bagian otak yang bertugas meminta bantuan tadi telah cedera.
"Orang kecanduan adalah orang yang tidak sadar telah bermasalah. Mirip halnya dengan Alzheimer, yaitu penderitanya tidak mengetahui sedang mengidapnya sehingga menjadi semakin parah," katanya.
Lebih mengerikan lagi, kecanduan juga berdampak kepada sistem limbicdi bagian tengah otak. Di situlah pusatnya pengendalian yang memerintahkan orang untuk mati atau lapar.
Di situ juga tempat dorongan seks dan pelepasan dopamine. Jika zat yang tidak semestinya malah menyusupkan dopaminedan bukan karena alasan alamiah, sistemnya korsleting sehingga tidak lagi membuat keputusan melalui frontal lobe, jadi otak malah sekadar bereaksi.
"Jika dimisalkan sebagai komputer, maka sistem limbicitulah prosesor Intelnya. Kecanduan dimisalkan seperti mencolok obeng tepat ke prosesor itu," jelasnya.‎
2. Menggunakan ekstasi
Menurut Dr Cliifford, ekstasi adalah bagian dari sejumlah kecil obat yang memang sesungguhnya sampah bagi otak.
"Kita memiliki reseptor yang dapat menangani opiateyang dikembangkan oleh perusahaan farmasi. Tapi ekstasi tidak dibuat supaya bisa diterima oleh reseptor dan sebenarnya malah merusak neuron-neuron otak," jelas neulorog di Providence Saint John's Health Center di kota Santa Monica, California itu.‎
3. Stres
Stres memiliki peran tumpang tindih dengan penyalahgunaan zat. Orang yang mengaku stres tinggi, tertekan, atau mendapat diagnose PTSD, semuanya memiliki ciri serupa, yaitu kehilangan volume otak di bagian hippocampus.
Pada dasarnya, ketika kita mengidap stres kronis, dampak neurobiologisnya adalah penyusutan otak.
4. Melewatkan sarapan
Dr Sanam Hafeez, seorang psikolog syaraf dan psikolog sekolah di New York City, menjelaskan, orang yang tidak menyantap sarapan akan memiliki kadar gula darah yang rendah. Hal ini berlanjut kepada kurangnya pasokan gizi ke otak sehingga otak mengalami penyusutan seiring dengan berjalannya waktu.
Suatu makalah tahun 2012 yang dimuat di British Journal of Nutrition mengungkapkan bahwa ingatan dan perhatian bisa diperbaiki pada orang dewasa yang makan sarapan rendah gula, misalnya roti bulir, oatmealdan sereal tinggi serat lainnya.
5. Kelebihan makan
Menyantap lebih daripada yang diperlukan tubuh ikut andil kepada pengerasan arteri sehingga memperlambat kerja otak.
Kenyataannya, menurut suatu artikel dalamMaryland Medical Journal, satu-satunya hal yang lebih dahsyat memperkeras arteri daripada makan berlebih adalah penyakit sipilis.
Terlalu banyak makan makanan manis dan berlemak secara perlahan dapat menyebabkan perubahan sambungan-sambungan otak yang mengendalikan perilaku makan dan kaitannya dengan reseptor rasa nikmat.
6. Merokok
Nikotin yang ada dalam tembaku merangsang bagian otak yang memancarkan neurotransmitter yang mempengaruhi mood, selera makan, dan rasa nikmat. Tapi nikotin juga meningkatkan risiko stroke, yang terjadi ketika pembuluh darah dalam otak pecah dan bocor, sehingga berpotensi merusak syaraf. Dalam kasus berat, korbannya bisa lumpuh, lemah otot menetap, dan kesulitan bicara atau makan, linglung, dan sulit berkoordinasi.
7. Tidak cukup tidur
Kurang tidur, sebagaimana halnya dengan stres, berakibat luar biasa pada tubuh. Kekurangan itu melemahkan dorongan, mengurangi perhatian, merampas kecepatan otak, ingatan, pembuatan keputusan dan bagaimana bertindak terhadap emosi.
Kurang tidur benar-benar bersifat racun pada syaraf (neurotoxic) dan pada kaum dewasa muda, hidup mereka ditandai dengan kekurangan tidur yang berkepanjangan.
Jangan menganggap remeh dampak nyata gangguan tidur pada perkembangan otak, dan kita harus lebih waspada.
8. Menatap telepon seharian
Kebiasaan buruk yang dilakukan sepanjang hari oleh orang banyak adalah melihat telepon secara otomatis, tanpa memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk duduk memikirkannya.
Berulang memeriksa layar tanpa berpikir menguatkan harapan gratifikasi yang segera dan kesulitan menangani keadaan pikiran yang negatif.
9. Tidak berolahraga
Otak kita memerlukan dopamine, dan kegiatan jasmani menghasilkannya secara alamiah. Kasihan mereka yang sudah memiliki kadardopamineyang rendah, karenadopamineitulah yang membuat motivasi diri—seperti orang yang diseret kegym.
Mau dibilang apa, tapi memang benar. Kegiatan kardiovaskuler membantu pertumbuhan otak. Tidak perlu berlatih seperti mau ikut lomba triathlon. Sebenarnya cukup melalui peningkatan detak jantung selama 60 hingga 120 detik.
Bisa melalui sejumlah hal, misalnya bersepeda, main bola basket, berjalan-jalan, melakukan seks—semuanya pilihan yang baik untuk menjaga ketajaman otak.
10. Kurang cukup minum air
Kalau bisa memilih, orang lebih suka jus daripada air, karena air membosankan. Tapi sadarlah, sebagian besar otak terdiri dari air. Jadi, ketika kita kekeringan (dehidrasi), seluruh bagian tubuh mencuri air dari otak supaya tetap menjalankan mekanisme jasmani lainnya.
Artinya, sel-sel otak kekeringan dan menciut, atau menekan tengkorak sehingga kita merasa pusing.
Kuncinya adalah minum sebelum merasa haus. Bawalah sebotol air dan makan buah, yang secara alamiah memang penuh air. (liputan6.com)




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…