RIAUBOOK.COM - Akibat dilanda defisit anggaran, sejumlah sektor dalam rencana pembangunan daerah di Provinsi Riau mendapat imbas rasionalisasi demi menjaga kestabilan likuiditas keuangan daerah.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat diminta cermat dalam melihat program yang menjadi prioritas.
Lantas, bagaimana dengan nasib pendanaan sektor pariwisata yang dinilai akan membantu mendongkrak pendapatan Riau saat produksi Migas tidak lagi bisa diharapkan?
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan kalau pariwisata merupakan sektor yang dianggap strategis dalam menyokong dan menumbuhkan ekonomi daerah, apalagi saat Provinsi Riau tidak lagi bisa mengharapkan pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang kian menurun.
"Pariwisata ini di dalam RPJMD kita merupakan salah satu program strategis daerah, tentu itu jadi perhatian kita dalam penganggaran, ibu Esti (Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata) juga menyampaikan, pariwisata Riau sejak 2015 meningkat secara signifikan, dan ini bagus dampaknya terhadap perekonomian masyarakat," kata gubernur kepada RiauBook.com, Rabu (30/8/2018), di Kediaman Bupati Kabupaten Kuantan Sengingi.
Apalagi, gubernur melanjutkan, dalam Kabinet Presiden Jokowi pariwisata dijadikan sebagai leading sektor dalam penambahan devisa.
"Nantinya, pariwisata akan mengalahkan sektor Migas, kita mempunyai peluang untuk mengembangkan itu, seperti Pariwisata Berbasis Budaya dengan adanya empat sungai besar," kata gubernur.
Karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Riau akan mewujudkan mimpi supaya Riau menjadi pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara sesuai Visinya.
"Kita berusaha untuk bisa lebih banyak lagi yang lolos penilaian kurator di Wonderful Indonesia, dari seratus sekian, ini sudah tiga yang lolos, dan itu sudah dibantu oleh Kementerian Pariwisata berupa promosi dan bantuan pelaksanaan iven tersebut, artinya kita harus pandai-pandai menggunakan anggaran dan berkomunikasi ke Pemerintah Pusat," demikian gubernur. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…