RIAUBOOK.COM - Dinas Pendidikan Riau tengah mempersiapkan pelatihan dan sertifikasi guru untuk mengajar muatan lokal budaya Melayu yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru mendatang, nantinya, pelajaran tersebut akan diwajibkan untuk setiap sekolah.
"Muatan lokal itu wajib dua jam pelajaran, tapi kita tidak hanya fokus disitu, nanti guru-guru yang mengajar mata pelajaran itu dihitung sertifikasinya," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Riau Indra Agus Lukman kepada RiauBook.com, Minggu (27/5/2018).
Kata dia, diluar itu, pihaknya juga akan mengembangkan seluruh kegiatan untuk pelajaran terkait dengan budaya lokal.
"Seperti olah raga, itu ada silat, nanti kita kembangkan silat lokal kita, kalau dia di pendidikan moral dan Pancasila, nanti kita kembangkan juga tentang budaya terhadap orang tua, sebagainya, menurut aturan budaya lokal, saat ini tim kita sedang mempersiapkan itu," tutur Indra.
Lebih lanjut, Indra mengatakan pihaknya tidak melakukan penambahan untuk guru yang akan mengajar mata pelajaran tersebut, namun lebih memberdayakan guru yang sudah ada.
"Kalau untuk gurunya kemarin sudah ada, tapi karena ini tidak dihitung sebagai jam pengajaran, maka mereka tidak fokus disitu, besok itu akan dihitung sertifikasinya dua jam mata pelajaran, itu yang akan kita urus, karena memang guru yang mengajar untuk bidang kebudayaan ini juga terbatas, kita akan melakukan pelatihan, bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Laboratorium Bahasa," kata dia.
Intinya memberdayakan guru yang ada, sambungnya lagi.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi tersebut, Indra berharap guru yang nantinya akan mengajar muatan lokal di Provinsi Riau akan lebih fokus. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…