Riau Book
- Sembilan kabupaten/kota di Riau meliputi Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Meranti, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Bengkalis serta Kota Dumai telah selesai melaksanakan pemilihan langsung Pilkada serentak 2015. Di antara banyak calon bupati/wali kota, ada beberapa yang memiliki nasib paling tragis setelah menelan kekalahan. Berikut ulasannya.
1. Indra Putra - Pilkada Kuantan Singingi (Kuansing)
Rapat Pleno Penghitungan Suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menunjukkan adanya dua pasangan saling bersaing ketat dalam perolehan suara. Yakni Indra Putra-Komperensi dan Mursini-Halim.
Awalnya pada hitungan cepat yang digelar secara independent oleh lembaga non pemerintahan, pasangan Indra Putra-Komperensi mengungguli dua pesaing lainnya yakni Mursini-Halim dan Mardjan Ustha-Muslim.
Namun pada detik-detik terakhir hingga sampai pada pleno penghitungan suara di tingkat kabupaten, Indra Putra bersama pasangannya harus puas berada di posisi kedua dengan kekalahan yang sangat tipis dari Mursini-Halim.
Indra yang berhasil mengumpulkan sebanyak 63.118 suara atau 39,52 persen, kalah dengan Mursini-Halim yang berhasil meraup suara 63.628 atau sekitar 39,84 persen.
Baik Mursini maupun Indra Putra sebelumnya merupakan anggota DPRD Riau yang harus melepas jabatannya untuk maju di Pilkada serentak 2015. Dibandingkan Mardjan Ustha yang merupakan mantan petinggi PT Perkebunan Nusantara V dengan kekayaan mencapai Rp17 miliar, Indra memang merupakan calon yang nasibnya paling tragis.
Selain harus kehilangan jabatan legislator, Indra juga terancam menelan kekalahan yang sulit dia terima karena hanya terpaut sekitar 400 suara atau setara 0,32 persen saja dari Mursini, teman lama di kursi legislatif.
2. Agus Widayat - Pilkada Dumai
Rapat pleno KPU Dumai sebelumnya telah menetapkan pasangan Zulkifli AS-Eko Suharjo sebagai pemenang Pilkada 9 Desember lalu. Zulkifli yang merupakan Wali Kota Dumai priode 2004-2009 mengalahkan pasangan petahana, Agus Widayat-Maman Syufriadi.
Sakitnya, pasangan Agus Widayat-Maman Syufriadi berada di posisi paling buncit dari lima pasangan calon.
Pasangan Zulkifli AS-Eko Suharjo yang diusung Partai Nasdem mendulang 32.618 suara. Kemudian peraih suara terbanyak kedua didapat calon nomor urut 4, pasangan Abdul Kasim-Nuraini dengan 30.315 suara.
Paslon nomor 3, Amris-Sakti sebanyak 20.882 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1 Muhammad Ikhsan-Yanti Komala meraih 20.298 suara. Sementara incumbent Agus Widayat-Maman Syufriadi yang merupakan nomor urut 5 berada di posisi sesuai nomor urutnya dengan hanya 12.663 suara sah.
Agus Widayat harus menelan kekalahan paling tragisnya bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama sepuluh tahun menjadi partai penguasa.
3. Herliyan Saleh - Pilkada Bengkalis
Selain Agus Widayat dan Indra Putra, nasih paling tragis juga dialami Herliyah Saleh yang harus menelan kekalahan mutlak dari Amril Mukminin yang berpasangan dengan Muhammad.
Ketua DPW Bengkalis Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan calon petahanan berpasangan dengan Riza Pahlefi tersebut berada pada posisi paling buncit dari tiga pasang calon yang maju di Pilkada Bengkalis.
Pada pleno yang dipimpin Ketua KPU Defitri Akbar dan Komisioner beberapa waktu lalu, Amril Mukminim- Muhammad paslon dari nomor urut 1 keluar sebagai pemenang Pilkada Bengkalis dengan perolehan 99.213 suara
Kemudian di posisi kedua, di tempati paslon nomor urut 3 Sulaiman Zakaria- Noor Charis Putra dengan perolehan 59,097 Suara. Dan disusul paslon nomor urut 2 Herliyan Saleh- Riza Pahlefi dengan perolehan 58,861 Suara.
Jumlah suara sah 217,171 suara dan tidak sah 6,352 suara serta keseluruhan total suara 223,523 suara dengan partisipasi pemilih 60,25 persen.
Parahnya, setelah kalah di Pilkada Bengkalis, Herliyan Saleh masih harus berurusan dengan penegak hukum dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial.
Mabes Polri bahkan telah menetapkan Herlyan Saleh sebagai tersangka atas kasus dana bantuan sosial Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp29 miliar.
Dalam kasus ini, polisi sebelumnya juga sudah menahan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bengkalis Jamal Abdillah, serta mentersangkakan lima pejabat Bengkalis baik legislatif yang masih aktif maupun tidak.
Oleh Fazar Muhardi




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…