RIAUBOOK.COM - Seorang hijaber cantik asal Turki, Kubra Dagli mencuri perhatian dunia. Selain kecantikan parasnya yang buat pangling banyak orang ia ternyata sukses meraih prestasi gemilang dalam ajang kejuaraan taekwondo.
Sehingga Kubra Dagli dinobatkan sebagai juara dunia taekwondo internasional di Lima, Peru 2016 lalu.
Prestasi Dagli tentu membuat masyarakat Turki bangga. Sayangnya, di sisi lain, Dagli malah dihujani kritik lantaran penampilannya mengenakan hijab dan tampil di muka umum, bertentangan dengan tradisi lama masyarakat Turki.
Meski begitu, Dagli hanya menganggap cemoohan itu sebagai kritik yang membangun. Pada setiap wawancara, dia menyatakan menentang segala bentuk diskriminasi dan lebih mengutamakan profesionalitas.
Dua tahun berlalu, Dagli melebarkan sayapnya. Dia juga dikenal sebagai atlet cantik berhijab.
Kecantikan Dagli dan Gaya Hijabnya
Kubra Dagli berhasil menyabet medali emas pada kejuaraan tersebut. Saat itu, ada yang mengkritik jika wanita berhijab seharusnya tidak menekuni Taekwondo.
Dagli telah membuktikan jika wanita berhijab mampu berprestasi, sekalipun di dunia olahraga.
Wanita cantik ini kerap berbagi aktivitas di Instagram. Mulai dari latihan Taekwondo hingga liburan.
Dagli kerap dipuji-puji berkat kecantikannya. Gaya hijabnya yang simpel menjadi ciri khas dia.
Meski dengan riasan yang simpel, Dagli tetap tampil flawless. Setuju kan?
Kisah Dahli Jadi Juara Dunia Taekwondo
Hijaber cantik asal Turki, Kubra Dagli, 20 tahun, berhasil menorehkan prestasi. Dia menyabet medali emas pada kejuaraan Taekwondo dunia yang digelar di Lima, Peru.
Prestasi Dagli tentu membuat publik Turki bangga. Tetapi, di sisi lain, Dagli malah dihujani kritik lantaran penampilannya mengenakan hijab.
Antara penganut paham sekuler maupun agama di negara itu punya pendapat yang kuat terkait posisi Dagli. Seperti diberitakan media al-Monitor, masyarakat sekuler terpecah dalam pandangan mengenai hijab.
Sebagian dari mereka menganggap hijab diterima di Turki yang berlatar belakang sekuler. Sementara sebagian yang lain menganggap hijab adalah lambang keterbelakangan.
Sementara sejak politik Islam menguat di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, kaum religius menganggap telah terjadi bencana moral.
Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc bahkan secara tegas menyatakan seharusnya wanita bisa keluar rumah hanya pada bulan Ramadan dan tidak pada bulan-bulan lainnya.
Meskipun media-media sekuler di Turki menyebut Dagli merupakan model atlet yang berhasil menunjukkan hijab bukan halangan, perempuan itu tetap mendapat cemoohan.
"Mengapa Anda menutup kepala? Sementara kaki Anda terbuka pada setiap posisi. Anda bisa melakukannya dengan kepala terbuka pula. Cara ini tentu akan bermasalah, semoga Allah memberikan akal sehat," bunyi salah satu komentar.
Sementara pembaca lain menyarankan Dagli sebaiknya menghabiskan waktu di rumah. Sehingga dia bisa menjadi juara baca Alquran sebagai gantinya.
Dagli menanggapi hal itu sebagai kritik yang menganggu. Pada setiap wawancara, dia menyatakan menentang segala bentuk diskriminasi dan lebih mengutamakan profesionalitas.
"Mereka tidak bicara tentang kesuksesan saya, tapi soal hijab saya. Saya tidak ingin seperti ini. Kesuksesan kita harus disampaikan. Kami berusaha keras, kami membuat negara dan tim kami menjadi juara dunia. Inilah kebanggaan kami," kata Dagli di akun media sosial milik dia.
Sang juara mengatakan hijab diizinkan oleh badan-badan pengawas olahraga dunia, meski dia pernah mengenakan bandana pada 2013. Tantangan terbesar yang dia hadapi adalah latihan saat Ramadan, saat para Muslim harus menjauhi makanan dan minuman di siang hari.
(Sumber: dream/independent.co.uk)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…