RIAUBOOK.COM - Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edward Sanger mengatakan jadwal untuk siaga darurat kebakaran lahan dan hutan sampai tanggal 30 November 2017, dan untuk menghadapi musim penghujan, pihaknya telah menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada tim BPBD Kabupaten/Kota untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam mengantisipasi bencana banjir.
"Mengingat fluktuasi cuaca yang terjadi pada tahun ini kan berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, namun demikian, kita akan tetap waspada untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap, kalau ini tercapai, berarti kita selama 2 tahun berturut-turut sudah menjaga Riau dari bebas asap, pemecah rekor setelah selama 18 tahun," kata Edward.
Lanjut Edward, hal ini merupakan satu bentuk apresiasi yang telah dicapai dan tidak terlepas dari bantuan BNPB Pusat dan dorongan Gubernu Riau, Arsyad Juliandi Rachman.
"Kami juga BPBD sangat mengantisipasi benjana banjir, dimana kami juga sudah memberikan informasi dan sosialisasi kepada kawan-kawan di Kabupaten/Kota untuk menginformasikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada dan tinggal di bantaran sungai, agar mereka waspada dan berhati-hati, jika curah hujan sudah mulai besar," Edward menuturkan kepada Riaubook.com di kantor BPBD Provinsi Riau, Jumat (3/11/2017).
Edward mengatakan, untuk pemetaan lokasi rawan banjir, pihaknya melakukan dari Kampar hingga Indra giri Hilir.
"Biasanya itu kita untuk plotting mulai dari Kampar, karena Kampar itu biasanya kiriman dari Sumatera Barat, masuk di PLTA, kemudian juga Rokan Hulu, kemudian nanti ke Kuantan Sengingi, kemudian ke Rokan Hilir, baru ke Indra Giri Hulu, dan kemudian terakhir bermuara ke Indragiri Hilir," jelasnya.
Mengenai puncak musim penghujan, Kata Edward Badan Klimatologi dan Geofisika belum bisa memperkirakan terkait hal tersebut, namun, lanjut Edward, sekarang ini sudah mulai masuk musim penghujan.
"Makanya, saya dua siaga ini, satu siaga kebakaran hutan, satu lagi banjir," sebut Edward.
Dituturkannya, terakhir belakangan ini sebagian dari daerah Selatan dan Utara Provinsi Riau mengalami kekeringan, hasil dari koordinasi dengan BMKG, kata Edward, disebabkan karena adanya pengaruh dari badai Lanni di Filipina Utara.
"Sehingga pada 3 hari lalu, banyak muncul titik-titik hot spot kan?, sehingga saya harus optimalisasi kesana, tapi Alhamdulillah beberapa hari kemaren, kita telah melakukan upaya-upaya pemadaman dari tim darat kita, dan Heli Water Bombing yang kita lakukan, alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan," ujarnya. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…