Riau Book - Anda putus sekolah atau kuliah? membutuhkan ijazah untuk melanjutkan sekolah atau bekerja? Pelayanan kami profesional karena kami akan memberikan bukti, bukan sekedar janji.
Itulah kalimat dari sebuah blog untuk meyakinkan konsumen yang ingin mendapatkan status pendidikan formal dengan cara ilegal. Judul tulisan promosi di blog tersebut adalah "Jasa Pembuatan Ijazah Palsu" yang diposting sejak 2014. Hebatnya, pelaku secara terang-terangan menampangkan nomor telepon dan alamat email serta lainnya.
Hasil penelusuran, ada ratusan situs dan blog yang mengiklankan jasa pembuatan ijazah asli tapi palsu, seluruhnya cukup untuk meyakinkan, karena dilengkapi dengan contoh ijazah dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia yang seakan telah mereka produksi hasil pesanan konsumen sebelumnya. Begitu mudahnya?
Untuk mencari tahu kebenaran atas perdagangan ijazah ilega lewat dunia maya tersebut, Tim RiauBook.com kemudian melakukan penelusuran mendalam.
Pelaku yang dihubungi lewat telepon mengakui menyediakan jasa pembuatan untuk berbagai jenis ijazah, mulai dari sekolah dasar hingga SMA bahkan D3 hingga Starta II. Harga yang ditawarkan pelaku mengaku bernama Risdanto itu beragam, mulai Rp4 juta untuk ijazah SD hingga SMA, dan Rp6 juta hingga Rp16 juta untuk ijazah aspal D3-SII.
Tidak tanggung-tanggung, pelaku juga mancatut sejumlah nama universitas terkemuka seperti Universitas Andalas, Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan bahkan Universitas Riau (UR).

"Selain ijazah aspal, kami juga melayani pembuatan berbagai jenis dokumen penting lainnya seperti kartu tanda penduduk, kartu keluarga, buku nikah dan lainnya. Ada juga jasa pembuatan NPWP, SIUP dan BPKB kendaraan," kata pelaku.
Proses pembuatan untuk satu pesanan dengan satu item menurut pelaku memiliki tingkat kesulitan yang berbeda sehingga lama pengerjaan tergantung dari pesanan. "Kalau ijazah itu paling lama satu minggu," katanya.
Apakah ijazah pesanan terdaftar di universitas tersebut? Pelaku tidak bisa menjamin hal itu. "Tapi jika ingin terdaftar, tarifnya lebih besar lagi," katanya.
Risdanto adalah satu dari ratusan pemilik blog dan situs di internet yang menyediakan jasa pembuatan ijazah aspal. Beberapa di antaranya merupakan pelaku penipuan, namun beberapa diklaim sebagai penyedia jasa yang benar-benar mampu untuk menghasilkan ijazah aspal. Bahkan dikabarkan, beberapa dari kelompok ini terorganisasi, bekerjasama dengan orang dalam di universitas tertentu.
Informasi lainnya, banyak ijazah palsu yang dihasilkan para pelaku merupakan pesanan berbagai kalangan termasuk pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai wilayah.
Banyak Pesanan PNSMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi menanggapi kemungkinan penggunaan ijazah palsu untuk memuluskan karir di kalangan PNS. Jika benar ditemukan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa ujian penyesuaian bagi mereka yang tertipu oleh perguruan tinggi abal-abal, maupun penurunan kepangkatan bagi mereka yang sengaja membeli ijazah palsu.
"Ada 2 caranya. Kalau dia palsu dengan disadari, mungkin saja dia tahu bahwa perguruan tinggi ini tidak ada atau dia dengan membeli, itu kita akan turunkan pangkatnya. Kalau sarjana itu IIIA kalau dia masuk, jadi kalau dia dapat pangkat IIIA saja ijazahnya palsu, ijazah yang terakhir apa, kita turunkan langsung," ucap Menpan-RB Yuddy.

Sebelumnya praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu menjadi perhatian publik setelah ada pengaduan dari masyarakat terhadap 18 perguruan tinggi. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengancam akan menutup dan membubarkan pergururan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah.
"Kepada semua masyarakat mohon jangan melakukan transaksi jual beli ijazah. Kalau ada perguruaan tinggi yang menjual ijazah, akan saya tutup, saya bubarkan," katanya.
Nasir mengatakan penindakan tegas terhadap perguruan tinggi yang tidak menjalankan proses yang benar perlu dilakukan untuk meningkatkan marwah bangsa Indonesia, pendidikan negeri, pendidikan swasta maupun pendidikan tinggi. "Masalah ijazah memang perlu kita lakukan penindakan, sebab ini sudah menjadi isu nasional. Dan kami akan melakukan inspeksi mendadak kemana dan di mana saja," tukasnya.
Menristek Dikti Muhamad Nasir sebelumnya juga sudah menggelar sidak pada 2 perguruan tinggi swasta di Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta. Ada 2 perguruan tinggi tersebut diduga memperjualbelikan ijazah palsu dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah tergantung tingkatan strata pendidikan tinggi yang diinginkan.
Sebelumnya kepolsian juga telah mengamankan belasan tersangka pembuat ijazah palsu. Dua di antaranya yakni Bad (34) dan Kus (52) mengaku menjalankan bisnis ilegal tersebut karena ada kerjasama dengan pihak di Perguruan Tinggi tertentu.
Berdasarkan informasi warga, polisi mengatakan keduanya sehari-hari melakukan praktek pemalsuan ijazah di salah satu kios, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur. Di lokasi, polisi menemukan sejumlah ijazah palsu, surat-surat kendaraan palsu, dan satu set komputer yang digunakan untuk membuat ijazah abal-abal tersebut. Kuat dugaan mereka juga menerima pesanan untuk membuat STNK dan BPKB palsu.
Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku meraup keuntungan dari satu ijazah S1 palsu sebesar Rp 3 juta, sementara ijazah S2 palsu Rp 45 Juta.
Masyarakat Mulai SakitPengamat pendidikan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani mengatakan fenomena jual beli ijazah dan ijazah palsu merupakan indikasi masyarakat Indonesia yang "sakit".
"Fenomena tersebut bukan hanya indikasi kegagalan atau kesalahan sistem pendidikan di negeri kita, tetapi juga indikasi masyarakat kita yang "sakit". Itu merupakan penyebab dasar dari persoalan ini," kata Titik Handayani dihubungi di Jakarta.

Titik mengatakan yang parah adalah masyarakat yang "sakit" itu adalah mereka yang ingin menduduki posisi-posisi tertentu seperti calon kepala daerah, anggota legislatif bahkan orang-orang yang ingin naik pangkat secara instan.
Hal itu, kata Titik, secara sosiologis sudah disebutkan oleh Emile Durkheim dan Robert Merton yang memperkenalkan teori anomi. Menurut teori tersebut, terdapat kesenjangan antara norma sosial dan ideologis dengan yang dipraktikan sehari-hari oleh masyarakat.
Individu yang mengalami anomi akan berusaha mencapai tujuan-tujuan bersama dari suatu masyarakat tertentu, tetapi tidak dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut secara sah karena keterbatasan sosial.
"Akibatnya, individu tersebut akan memperlihatkan perilaku menyimpang seperti ijazah palsu. Adanya gaya hidup hedonisme, dengan situasi yang sulit, juga mendorong masyarakat dan seseorang menghalalkan segala cara dan instan," tuturnya. (RB/fzr)
IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS



Golkar Riau Akan Dipimpin Seorang Pejuang, Bukan Petarung
Goresan; Nofri Andri Yulan, S.Pi (Generasi Muda Partai Golkar)1. PI (Parisman Ikhwan) didukung penuh oleh Ketua DPD I Partai Golkar…