Riau Book - Lihatlah, di tengah Kota Bertuah, "berjibun" berbagai jenis kendaraan mewah, terparkir di sepanjang jalan yang mengintari gadung belasan lantai yang dihuni para pejabat dan PNS Kantor Gubernur Riau, hingga mengintari Kantor Wali Kota Pekabaru.
Kendaraan ini lalu lalang di jalanan yang mulus, kerap parkir di pusat-pusat perbelanjaan super megah, hingga di kompleks perumahan super mewah. Sebagian berada di lorong-lorong dan emperan toko dan bahkan di lokasi-lokasi eksekutif yang menyediakan layanan eksklusif. Panti pijat, atau bahkan tempat karoke yang disediakan, bukan sekedar untuk yang hobi bernyanyi.
Namun pemandangan itu berbanding terbalik dengan kondisi pinggiran kota. Ada satu kompleks perumahan, berada di ujung Kota Bertuah, mengarah ke Pangkalan Kerinci, Ibu Kota Pelalawan. Perumahan Pemko Bertuah Sejahtera namanya.
Mirisnya, masyarakat di kompleks perumahan yang berlokasi di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru ini tidak sesuai dengan namanya. Hampir merata, seluruh keluarga di perumahan ini merupakan kalangan masyarakat miskin dan rentan miskin.
Doni misalnya, sehari-hari bekerja secara serabutan. "Saya kuli bangunan, gaji pas-pasan untuk makan saja, untuk bayar kredit rumah selalu saja menunggak. Kemarin hampir disegel," katanya.
Kemudian Al Imran yang sehari-hari berprofesi sebagai pembuat sumur bor. "Sekali gali sumur saya diupah Rp150 ribu, tapi sayangnya proyek pengeboran sumur tidak setiap hari ada. Paling banyak dalam sebuan ada sepuluh kali, jadi gaji paling besar cuma Rp1,5 juta. Dicukup-cukupkan saja buat makan, gali lobang tutup lobang," katanya.
Miris lagi yang dialami Suyepi. Ayah dua anak ini bekerja sebagai tenaga harian lepas di sebuah perusahaan perbankan dengan gaji yang super hemat, cuma Rp1,2 juta sebulan. Jauh dari Upah Minimum Kota (UMK) yang ditetapkan yakni lebih Rp2 juta.
Nasib Suyepi lebih miris, karena isterinya mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Dia pusing, setiap hari harus memikirkan biaya pengobatan yang rutin, sementara seorang anaknya membutuhkan biaya pendidikan Sekolah Dasar (SD).
"Anak saya yang satu lagi, yang kecil, terpaksa saya titipkan ke kakak karena tidak sanggup kami membeli susunya. Kebetulan kakak saya itu tidak punya anak, dan pasti dia sayang ke anak saya yang kecil itu," kata dia.
Doni, Al Imran dan Suyepi adalah beberapa dari ratusan keluarga di Kompleks Perumahan Bertuah Sejahtera yang kini mengalami himpitan ekonomi luar biasa. Jangankan berfikir untuk menabung, banyak masyarakat di daerah ini justri mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan makan setiap harinya.
Untuk membayarkan kredit perumahan subsidi itu, beberapa dari mereka harus rela berhutang ke seorang rentenir. Dampaknya, mereka kemudian terjebak. Tak heran akhirnya banyak rumah di dalam kompleks ini yang kemudian sisegel pihak perbankan.
Proyek BermasalahNamun siapa yang sangka, ternyata kompleks perumahan sederhana Pemko Bertuah Sejahtera sebelumnya merupakan proyek gagal Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau.
Sejumlah pemuka masyarakat sekitar, mengatakan, lahan Perumahan Pemko Bertuah Sejahtera di Kelurahan Kulim, Tenayanraya sebelumnya dibeli oleh Pemerintah Kota Pekanbaru mengatasnamakan pribadi untuk pembangunan perumahan khusus PNS.
Namun seiring waktu, karena tidak ada PNS yang beriniat membeli rumah tersebut, pihak pengembang mengalihkan penjualannya ke masyarakat umum.
Saat ini sudah ada lebih 300 rumah yang berdiri di atas lahan sekitar 2 hektare itu. Sebagian besar rumah-rumah tersebut juga telah dihuni oleh pemiliknya yang juga nasabah BTN Cabang Pekanbaru.
Perumahan yang dibangun PT Riau Makmur Sejahtera itu sebelumnya bermasalah setelah pihak developer mengklaim tanah wakaf warga sebagai bagian dari rencana pembangunan fasilitas sosial perumahan.
Menurut penelusuran, sebelumnya proyek perumahan bagi PNS itu ditangani oleh mantan Asisten II Bidang Ekbangsos Akmal JS. MoU antara Pemko dan 7 developer ditandatangani pada 9 Juni 2006.
Namun, satu developer mengundurkan diri. Ke-6 developer tersebut yakni PT Kharisma Mandiri, PT Riau Makmur Sejahtera, PT Kebun Buana Abadi, PT Triwahana Eka Putra, PT Brain Laksamanan dan PT Cahaya Buana. Jumlah rumah yang bakal dibangun mencapai 3.788 unit, sebagian berada di atas lahan yang saat ini menjadi Perumahan Pemko bertuah Sejahtera ditangani oleh PT Riau Makmur Sejahtera.(RB/fzr)
IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…