RIAUBOOK.COM - Pansus Hak Angket KPK di DPR pagi ini, Kamis (6/7/2017) bertolak ke Lapas Sukamiskin, Bandung untuk menemui para napi koruptor. Keberangkatan ini dipimpin langsung Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunanjar Sudarsa.
Hadir pula wakil Agun di Pansus, Dossy Iskandar dan anggota Pansus yang baru tampak ikut di rombongan M Misbakhun.
Pansus menemui napi koruptor untuk mengorek bagaimana cara pemeriksaan KPK dalam satu kasus korupsi. "Kami fokus di proses pemeriksaan penyidikan pada saat di KPK," kata Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Risa Mariska, Rabu (5/7/2017).
Selain proses pemeriksaan, Pansus angket akan menanyakan soal pembayaran denda perkara korupsi. Napi koruptor juga akan ditanya tentang ganti rugi yang diputuskan majelis hakim dalam persidangan.
Langkah Pansus menemui napi koruptor ini bisa dibilang sebuah manuver. Sebelumnya, Pansus juga punya rencana untuk memanggil langsung mantan koruptor ke DPR.
"Iya pasti, ada yang polisi, jaksa, ada yang mantan koruptor, pasti ini banyak dipanggil semua. Makanya saya nggak bisa mengatakan outcome-nya a, b, c, tergantung hasil penyelidikannya," ucap Agun, Rabu (14/6/2017).
Dalam kunjungan ke Lapas Sukamiskin, Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham I Wayan Dusak akan ikut bersama dengan pansus. Agun mengatakan mekanisme kunjungan Pansus ke Sukamiskin akan mengikuti aturan Ditjen Pas.
Adapun beberapa napi koruptor yang ditahan di Sukamiskin di antaranya tersangka kasus dugaan suap kuota gula impor Sumatera Barat, Irman Gusman yang merupakan mantan ketua DPD dan Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) yang juga suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, terkait suap pengadaan satellite monitoring ke pejabat Bakamla.
Selain nama di atas, ada juga mantan anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi yang kena kasus suap Rp 2 miliar dari bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, pada Maret 2016 terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta di Baleg Daerah DPRD DKI. Ariesman Widjaja juga turut dipenjarakan di Sukamiskin.
Ada juga mantan anggota DPR Andi Taufan Tiro yang terjerat kasus suap Rp 7,4 M terkait proyek di Kementerian PUPR untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, mantan ketua umum Demokrat Anas Urbningrum terkait kasus korupsi proyek Hambalang, dan lain-lain. (RB/dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…