RIAUBOOK.COM - Pemerintah pusat menetapkan tugas untuk Dinas Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2017, untuk melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) alias kawin suntik terhadap 1.186 ekor sapi.
Sekitar 70% atau 771 ekor diantaranya ditargetkan harus bunting untuk selanjutnya dapat beranak. Sehingga diperkirakan tahun 2018 mendatang, di Kepulauan Meranti akan ada kelahiran sapi setidaknya bertambah 700 ekor lebih.
"Dengan demikian, mulai tahun 2018, hingga tahun berikutnya akan terjadi pertambahan populasi sapi guna menutupi kebutuhan daging lokal," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jaka Insita SP, melalui Kabid Peternakan drh. Sri Noviriani, didampingi Kasie Peternakan Ifwandi, Senin (29/05/2017).
"Kita ditarget untuk tahun 2018 setidaknya akan ada pertambahan anak sapi sebanyak 771 ekor dari target 1.186 ekor yang akan diinseminasi buatan (suntik), dari 2.191 ekor sapi betina yang masih produktif yang terdapat di berbagai desa dan kecamatan yang ada di Meranti. Dan dari dua ribuan ekor sapi betina produktif tersebut dipilihlan 1.186 ekor yang akan mendapat suntikan. Dan diperkirakan 70 persen diantaranya akan bunting alias bakal beranak," jelas Sri Noviriani.
Ditambahkan Ifwandi, program inseminasi buatan tersebut, baru pertama dilakukan di Meranti. Dan pihaknya saat ini masih terus melakukan hal itu di berbagai desa dan kecamatan yang menjadi sentra-sentra peternakan selama ini. Yakni Kecamatan Tebingtinggi Barat, Tebingtinggi Timur dan Kecamatan Merbau.
"Kami juga optimis, target 1.186 ekor tersebut akan bisa tercapai. Sebab setiap hari petugas kami di lapangan berupaya mendapatkan sapi-sapi betina produktif tersebut untuk dilakukan kawin suntik," terang Ifwandi.
Mengenai sumber IB lanjut Ifwan, mereka datangkan dari Lembang- Jawa Barat serta dari peternakan yang ada di Tenayan Raya-Pekanbaru.
Pihaknya juga mengimbau para peternak sapi yang ada di Kepulauan Meranti, kembali diingatkan agar tidak sampai menyembelih sapi betina yang produktif.
Jika ada petani atau peternak yang akan menyembelih ternak sapi, khusus sapi betina agar dilaporkan terlebih dahulu kepada instansi terkait. Sebab untuk menentukan sapi betina produktif atau tidak lagi produktif adalah instansi terkait.
Masyarakat yang terbukti melalaikan imbauan ini, akan mendapatkan sanksi hukum tegas. Untuk itu sapi betina mulai saat ini tidak bisa sembarang lagi dipotong dan harus ada persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah, baru sapi betina bisa disembelih,"imbuh Ifwan. (RB/Jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…