RIAUBOOK.COM - Perburuan satwa liar masih terus mengancam harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae). Saat ini, pihak berwenang masih mendalami kasus pembunuhan harimau sumatera dan perdagangan organ di Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan informasi dihimpun, Sabtu (27/5/2017), dugaan tindakan ilegal itu didukung fakta hilangnya beberapa organ tubuh harimau malang itu.
"Yang sudah hilang, kumis, alat vital, ujung ekor dan kulit bagian tempurung kepala," kata Halasan Tulus, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Sumatera, Jumat (26/5/2017) kemarin.
Bukan cuma beberapa organ tubuhnya hilang, di kaki harimau itu juga ditemukan luka bekas jeratan. "Nanti kita akan lakukan olah TKP," sebut Halasan.
Perdagangan organ harimau diduga masih marak terjadi mengiringi mitos yang beredar di masyarakat. Sebagian orang beranggapan bagian tubuh satwa ini dianggap memiliki kekuatan magis atau dapat menjadi obat. Kelamin harimau, contohnya, diyakini dapat meningkatkan kejantanan.
Seperti diberitakan, seekor harimau sumatera jantan mati ditombak warga saat masuk ke Dusun Indah, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Labura, Sumut, Kamis (25/5/2017) pagi. Warga menyatakan membunuhnya saat mengejar bebek.
Setelah mati ditombak, bangkai harimau malang itu dikubur masyarakat. Saat petugas Balai Konservasi Wilayah III Kisaran BKSDA Sumut ingin mengambilnya, warga meminta diselenggarakan acara adat.
Setelah perdebatan yang alot, Kapolsek Aek Natas datang ke lokasi. Begitu pula dengan Danramil setempat. Setelah negosiasi, petugas dapat membongkar kuburan harimau itu dan membuat serah terima untuk membawa bangkainya ke Mapolsek Aek Natas kemudian dikirim ke BKSDA Sumut.
Setelah diperiksa, sejumlah organ tubuh harimau yang diperkirakan berusia 5-6 tahun itu telah hilang. Di kaki individu sepanjang 160 cm, tinggi 68 cm dan sekitar 160 kg itu pun ditemukan bekas jeratan. (mdk)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…