RIAUBOOK.COM - Ratusan masa dari organisasi masa (ormas) Islam dan remaja masjid Dumai duduki Taman Bukit Gelanggang Dumai, Riau, mereka ingin mencegah adanya masa yang hendak melakukan aksi bakar 1.000 lilin.
Dari pantauan Riaubook.com di taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau, terlihat ratusan orang yang terdiri dari berbagai organisasi berjaga untuk mengantisipasi pelaksanaan aksi 1.000 lilin yang diduga akan dilaksanakan oleh para pendukung Ahok pada Minggu (14/5/2017) malam.
Diketahui, ormas yang berkumpul tersebut adalah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Front Pembela Islam (FPI) Kota Dumai serta remaja masjid.
Dikatakan ketua BKPRMI Kota Dumai, Gunawan, menyebutkan, kehadiran dirinya beserta anggota ormas lainnya di Taman Bukit Gelanggang Dumai, untuk menolak adanya aksi 1000 lilin yang rencananya akan digelar dipusat keramaian tersebut.
"Kota Dumai sampai saat ini aman dan kondusif, Kita tidak ingin adanya oknum yang memprovokasi dan mengganggu situasi yang aman ini dengan cara membawa urusan Jakarta terkait kasus Ahok dibawa ke Dumai," kata Gunawan, Minggu (14/5/2017).
Disebutkannya juga, aksi 1000 lilin yang dilaksanakan diberbagai daerah lain, seperti Kota Pekanbaru menyisakan sampah lilin, sehingga kehadiran mereka untuk mengontrol Bukit Gelanggang yang merupakan ikon Kota Dumai .
"Kita warga Dumai tidak ingin kerak lilin mengotori Dumai," katanya kembali.
Ratusan orang ini berada di taman Bukit Gelanggang kota Dumai sekitar pukul 20.00 WIB, dan membubarkan diri sekitar pukul 22.00 WIB tanpa adanya orasi maupun aksi lainnya.
"Sebelumnya kita membaca tautan di halaman Facebook yang menghimbau warga Dumai terkait aksi 1000 lilin di taman Bukit Gelanggang ini," katanya.
Selain itu, masa yang diduga akan melakukan aksi 1000 lilin untuk Ahok tidak terlihat berada di taman Bukit Gelanggang kota Dumai.(RB/Iwan).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…