RIAUBOOK.COM - Organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah resmi dibubarkan oleh negara lewat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.
Keputusan ini disampaikan usai rapat terbatas tingkat menteri di jajaran Kemenko Polhukam. Namun dari pantauan RiauBook.com, Senin (8/5/2017) website resmi organisasi ini masih aktif atau belum diblokir pemerintah.
Website Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) https://hizbut-tahrir.or.id, masih bisa diakses, dan dari sebuah kanal pada website itu, dituliskan sejarah singkat berdirinya organisasi tersebut di Indonesia.
Lewat website tersebut, organisasi ini menuliskan Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina.
Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.
Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.
Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…