OPINI

Dari Pekanbaru Saya Berdoa untuk Habib Rizzieq

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.

(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)

"Rugi-untungnya perjuangan harus dinilai dengan rugi-untungnya Islam". (Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum terakhir Partai Masyumi)

Habib Rizieq belakangan ini kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tak tanggung-tanggung, laporan itu datangnya bertubi-tubi. Laporan itu bagaikan air hujan yang turun. Dimulai oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dengan laporan bahwa sang ulama yang masih punya ghirah itu telah menistakan agama Katolik dalam ceramahnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tak sampai di situ, Habib kemudian dilaporkan juga oleh Student Peace Institute. Menurut pelapor, ulama kita ini dengan terang-terangan menyebarkan kebencian di depan khalayak ramai dan hal ini merusak kerukunan umat beragama.

Dan yang terbaru, 30 Desember 2017, kali ini datangnya dari Forum Mahasiswa-Pemuda Lintas Agama. Laporannya itu tak jauh berbeda dengan apa yang dilaporkan oleh Student Peace Institute, yaitu katanya Habib merusak NKRI dan memecahbelah umat Islam.

Tulisan saya ini tidak mengomentari apakah Habib telah menistakan agama atau merusak NKRI atau memecah belah umat Islam. Saya malas membahas dan mengomentari laporan-laporan dari "orang-orang terdidik" itu. Hanya menghabiskan waktu dan energi saya saja. Lebih baik saya bercerita tentang bagaimana ulama kita dalam menghadapi ujian dakwah. Lebih baik pula saya bercerita tentang tantangan ulama dalam menegakkan Islam. Lebih baik pula saya bercerita tentang cobaan ulama dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar. Lebih baik pula saya bercerita tentang perjuangan ulama dalam berdakwa. Karena yang pastinya, perusak NKRI itu bukanlah Habib, tetapi koruptor dan "budak-budak" asing yang memalukan itu.

Apa yang terjadi dengan Habib Rizieq hari ini atau dulunya ketika di tahun 2003 pernah ditahan dan dipenjara oleh negara ini, itulah ujian dakwah. Tak mudah memang. Jalan yang mendaki lagi berliku itu. Saya yakin, Habib menyadari resiko perjuangannya itu.

Di Indonesia, fitnah, pencekalan, maupun kriminalisasi terhadap para ulama bukanlah hal yang baru sama sekali. Dulunya juga begitu. Buya Hamka adalah salah satu ulama yang menghadapi ujian dakwah itu. Tepatnya pada masa orde lama, Soekarno.

Buya ditahan atas perintah Soekarno. Buya dituduh merencanakan pembunuhan terhadap Soekarno. Bagi ayah Megawati itu Buya telah melanggar Undang-Undang Nomor 11/PNPS/1963 Tentang Pemberantasan Kegiatan Subversi. Padahal, Buya ditahan karena menolak idiologi Nasakom yang dipaksakan oleh Soekarno. Nasakom ini akronim dari Nasionalis, Agama, dan Komunis. Buyapun tak bisa menolak takdir. Takdirpun membawa Buya selama 2 tahun 4 bulan ke dalam jeruji besi itu. Kebebasan fisik Buya direnggut oleh sang penguasa orde lama itu. Untungnya, jiwanya masih hidup. Ya tentu saja. Namanya ulama.

Di dalam pemeriksaan Buya pun dipaksa untuk mengaku oleh polisi. Buya dihardik. Buyapun dibentak. Polisi membentak ulama ya Allah. Kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari hal demikian terhadap ulama. Tak hanya itu, Buya hampir disetrum. Kalau dikontakkan ke tubuh Buya dalam batasan maksimum, Buya bisa meninggal. Itulah pengakuan polisi muda yang menjaga Buya. Perlu diingat, polisi muda ini baik kepada Buya. Atasannyalah yang hampir menyetrum Buya Hamka itu. Buya sebut atasan itu dengan sebutan Inspektur M.

Di samping itu, seperti pengakuan Irfan Hamka, anak Buya Hamka, dalam buku yang berjudul "Ayah, Kisah Buya Hamka Masa Muda, Dewasa, Menjadi Ulama, Satrawan, Politisi, Kepala Rumah Tangga, Sampai Ajal Menjemputnya", bahwa: "... buku-buku karangan Ayahpun dilarang terbit dan beredar. Dengan ditahannya Ayah, otomatis ia tidak bisa lagi memenuhi undangan untuk berdakwah. Padahal selama ini dari sana lah rezeki Allah mengalir untuk kehidupan keluarga. Pemasukan praktis terhenti. Untuk menyambung hidup, Ummi mulai menjual barang dan perhiasan".

Begitulah ujian yang dialami oleh Buya. Pemerintahan Soeharto yang mengeluarkan Buya dari fitnah sang proklamator itu. Saya mengatakan ini fitnah, sebab pesan terakhir Soekarno kepada anak-anaknya adalah, kalau ia mati, ia hanya mau dishalatkan oleh Buya Hamka.

Buyapun menyhalatkannya walaupun banyak karib kerabat Buya yang menolak ketika itu. Dengan alasan Soekarno adalah orang munafik. Tapi Buya membela Soekarno. Kalau tidak saya ditahan, manala mungkin bisa selesai Tafsir Al-Azhar ini. Buya juga mengatakan, Soekano telah bangun mesjid terbesar di Asia Tenggara untuk umat ini, Mesjid Istiqlal.

Berkaca dari pengalaman di atas, saya yakin bahwa Habib Rizieq tahu betul dengan kisah Buya Hamka di atas. Saya pun yakin bahwa Habib pun sudah tahu dengan konsekuensi perjuangan nahi munkar yang ia bertahan dengannya selama ini.

Karena itu, saya Wira Atma Hajri, Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang dari negeri Melayu, Pekanbaru, saya berdo'a untuk ulama yang masih punya ghirah itu.

Wahai Allah, tolong Engkau panjangkan umur Habib Rizieq. Engkau Yang Maha Kuat, tolong Engkau kuatkan ia. Tolong Engkau kuatkan keluarganya. Tolong Engkau kuatkan isteri dan anak-anaknya. Tolong Engkau istiqomahkan ia di jalan-Mu.

Tolong Engkau bantu ia. Andai kata ia terluka, mohon Engkau sembuhkan. Tolong Engkau angkat derajatnya lebih tinggi lagi. Tolong Engkau ciptakan kedepannya ribuan ulama seperti ia, sebab Islam dan Indonesia butuh Habib Rizieq wahai Allah. Ya muqollibal qulub. Wahai Allah Engkau Sang Pemilik hati. Tolong Engkau obati hati-hati yang sakit, yaitu hati orang-orang yang membenci para ulama-Mu. Amin.

Tentang Penulis

Wira Atma Hajri, lahir di Bangkinang (Riau), 11 Maret 1990. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (2008). Meraih gelar Sarjana Hukum dari Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sebagai lulusan terbaik (2012), dan Magister Hukum dari departemen yang sama di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dengan predikat kelulusan "Terpuji" (Cumlaude) dalam waktu 13 bulan (2013). Saat ini adalah Dosen Tetap Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Riau pada Fakultas Hukum UIR. Di samping itu juga dipercayakan oleh Rektor UIR sebagai Pengelola UIR Press. Penulis bergabung dengan lembaga dakwah Majelis Dakwah Islamiyah Kota Pekanbaru dengan Nomor Indeks/Keanggotaan 628 (2009-sekarang).

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

2017, Tahun Baru Penuh Kejutan, Ini Catatan untuk Amerika Serikat dan Donald Trump

Riau Book - Seluruh manusia di muka bumi baru saja merayakan datangnya tahun baru 2017 yang diprediksi bakal banyak kejutan…

Foto

Kalijodo, Wajahmu Kini

Riau Book - Tuan Basukiiiii, hati-hati sepedanya kepleset kondom bekas... #eh. Saya hanya mau mengingatkan sodara-sodara semua, taman baru…

Foto

Bergelimang Kemuliaan Hidup, Dicokok KPK

Riau Book - Dua hari menjelang tutup tahun, Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Hartini mengakhiri gelimang kemuliaan hidup yang puluhan…

Foto

Fatal, Ketika Kapolri dan Seskab 'Tak Paham' Konsep Dasar Hukum

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)Tertanggal 14…

Foto

Akhir Tahun, Jalur Darat Diprediksi Tidak Akan Terjadi

Riau Book - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mengatakan kondisi lalu lintas jelang tahun baru 2017 masih dalam kondisi…

Foto

Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan…

Foto

Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan…

Foto

Jusuf Kalla, Penulis yang Baik dan Pembaca yang Rajin

Riau Book - Tak banyak yang tahu Jusuf Kalla adalah penulis yang baik. Gaya menulisnya mirip dengan gayanya bertutur: praktis,…

Foto

Munafik Kita Kalau Mengatakan Negeri Ini Baik-baik Saja

Oleh: Wira Atma Hajri,S.H.,M.H.Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau"Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika…

Foto

Islam dan Etika Debat

Tradisi debat yang disinyalir menandakan kemampuan berpikir kritis sebenarnya dimiliki setiap bangsa dan peradaban. Namun, sebagian kalangan menganggap tidak setiap…

Foto

Aparat Radikal, Kepalanya Penuh Doktrin yang Tak Sejalan dengan Kesatuan

Riau Book - Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak mati saat sedang berpidato. Pembunuhnya, Mevlut Mert Aydintas, anak…

Foto

Menghakimi yang Zahir: Lagi Pula Niat Ahok Siapa yang Tahu?

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati..."…

Foto

Masyarakat Padati Halaman Kantor Gubernur Riau, Nobar dengan Gubri

Riau Book - Ribuan masyarakat memadai halaman kantor Gubernur Riau untuk menyaksikan laga panas antara Timnas Indonesia melawan Thailand di…

Foto

Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai NKRI

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan…

Foto

Perdamaian Lintas Agama Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan…

Foto

Allah Berikan Hadiah Melalui Al-Maidah 51

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Kajian Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)Umat Muhammad itu…

Foto

Mar'ie Muhammad, Berpulangnya 'Mr. Clean'

Riau Book - Saya masih menyimpan foto dari upacara kecil tiga belas tahun lalu ini, akad nikah saya di pagi…

Foto

Saatnya Pejabat Profesional di OPD Baru

RENDAHNYA serapan anggaran belanja daerah Provinsi Riau dibawah 70 persen pada tahun 2015, 2016 sehingga mencatat silPa Rp 3 triliun…

Foto

Perginya George Junus Aditjondro

Riau Book - Perginya George Junus Adidjondro mengingatkan kembali tulisannya yang merangkai aneka fakta berjudul ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK TRAGEDI…

Foto

30 Jam Menanti Cahaya Listrik PLN, Padam Tak Berkesudahan

Riau Book - Pulau Kijang bagai kota mati, terlihat gelap gulita di malam hari. Ya ibukota dari Kecamatan Reteh (salah…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan