Riau Book - Naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat di Pulau Bengkalis tak terlepas dari lamanya rehabilitasi (perbaikan) dermaga satu roll on roll off (Roro) Air Putih, Pulau Bengkalis.
Padahal minggu lalu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa pada 5 November dermaga tersebut sudah bisa digunakan, namun faktanya tidak. Bahkan sampai saat ini masih belum bisa dioperasikan.
Molornya penggunaan dermaga I sebagaimana ditargetkan J'afar Arief menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Bengkalis, DR. Indra Gunawan Eet, Jum'at (11/11/2016).
Indra Gunawan Eet yang akrab disapa Eet mengatakan, efek dari molornya rencana pengoperasian dermaga I membuat perekonomian masyarakat Pulau Bengkalis semakin berat. Sebab, harga kebutuhan pokok (bahan pangan) merangkat naik. Sebab, hampirnya seluruh kebutuhan pokok didatangkan dari luar.
"Saya prihatin melihat naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat. Sebab, semunya didatangkan dari luar. Bahkan sayur dan cabe saja dari Sumbar," kata Eet.
Menurut Eet, naiknya harga kebutuhan pokok karena penyeberangan Roro berjadwal terganggu akibat perbaikan dermaga satu. Sementara dermaga dua yang diresmian pemakaianya dua hari menjelang lebaran Idul Fitri 2016, tak berfungsi normal. Karena tergantung pasang naik. Akibatnya suplai kebutuhan pokok masyarakat juga terganggu.
Prihatin dengan kondisi ini, Eet mendesak Dishubkominfo agar mendesak kontraktor agar mempercepat penyelesaian kerjanya. Percepatan perbaikan dermaga satu harus menjadi skala prioritas.
"Sayur, cabe, beras dan kebutuhan sehari-hari lainnya didatangkan dari luar. Dengan belum selesainya perbaikan dermaga I Roro, harga kebutuhan pokok naik. Beban masyarakata makin berat," kata Eet dengan nada prihatin.
"Bagi saya siapapun kontraktornya, penyelesaiannya harus lebih cepat. Sebab, ini menyangkut kebutuhan orang banyak. Jadi penyelesaiannya harus jadi prioritas," tegas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkalis tersebut.
Beban lain yang harus ditanggung masyarakat yang punya urusan penting di Sungai Pakning maupun sebaliknya, terpaksa naik pompong dengan ongkos Rp30 ribu sekalis jalan. Selain mahal, juga rawan kecelakaan.
Untuk itu, instansi berwenang harus menertibkan penyeberangan pompong tersebut, sebelum jatuh korban.
"Jangan sampai seperti tragedi pompong yang ditumpangi TKI yang tenggelam Batam. Setelah kejadian baru sibuk. Jangan seperti itu. Kita harus mencegah tragedi seperti di Batam," pungkasnya. (Doang)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…