Opini

"Melawan Rasa Ketakutan"

Oleh: Bagus Santoso

Warga Riau berdomisili di Pekanbaru

Rasa takut itu mengubah menjadi energi pemberani. Aku bersama istri dan anak- anakku menabalkan niat untuk berangkat ke Jakarta. Dengan satu tekad gabung aksi bela Islam, apapun terjadi.

Kekuatan ini muncul, setelah aku yakini bahwa perasaan khawatir dan takut akan terus menghantui. Mengusir rasa takut itu tidak ada jalan lain kecuali harus dilawan.

Jelang Jumat (4/11/2016) kemarin aku ajak si bungsu Bimo menuju Masjid Istiqlal. Nona Istriku dan putri Brillian tidak aku ajak, berdua tinggal di salah satu penginapan. Tugasnya berdoa dan mempersiapkan segala sesuatu jika terjadi sesuatu hal yang yang sudah menjadi takdir Tuhan.

Seusai Salat Dhuha, jam 9.30 WIB menjelang siang. Jalanan tempat aku sekeluarga menginap di kawasan Tanjung Duren yang biasanya macet tumben lengang. Aku sengaja memilih Grab sepeda motor karena mobil tidak mencari penumpang.

Berboncengan, Anakku Bimo aku kempit di tengah. Sepanjang jalanan lengang mal dan pertokoan banyak yang tutup. Baru setelah 3 kilometer jelang Masjid Istiqlal macet total.

Di kanan kiri jalan terlihat barisan jamaah rata-rata memakai peci, baju koko dan bersorban memadati jalanan. Beruntung aku pakai Grab sepeda motor bisa menyelusup di pinggiran jalan kadang naik ke trotoar, berhenti, berbelok- belok ke gang kecil.

Bus- bus berjajar rapi di sepanjang jalanan. Ruas jalan pun menjadi sempit. Aktivitas massa sudah membludak. Ucapan salam saling tegur sapa dan pekikan takbir "Allah Akbar" menggema bersahut- sahutan.

Padatnya massa untuk lewat jalan depan Masjid Istiqlal sangat sulit. Sambil menahan panas terpaksa sepeda motor merayap membelok ke arah pasar baru. Si Bimo kehausan minta minum. Di Pasar meski sudah pukul 10.25 WIB masih lengang pertokoan juga masih tutup.

Setelah istirahat sejenak dan minum, aku lanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal. Dengan susah payah akhirnya sampai di depan jalan utama halaman Masjid dengan jalan kaki. Karena kendaraan sudah sesak padat.

Riuh rendah gema takbir bercampur deru derap langkah ribuan jamaah menggetarkan jiwa. Spanduk dan berbagai coretan di kertas karton beraneka warna dan tulisan. Kibaran bendera kain hitam tulisan "Lailahaillalah" berkibar- kibar.

Di halaman depan jalan utama menuju masjid terbentang spanduk jamaah Riau. Ada tulisan; Kami Masyarakat Riau dukung fatwa MUI, sampai mati kami kawal # Tangkap Ahok, # Penjarakan Ahok, # Basmi Ahok. Serta tulisan lain yang bernada imbauan.

Aku dan Bimo bersusah payah masuk Masjid, Alhamdulilah bisa masuk ke dalam. Perjuangan masuk masjid pada aksi bela Islam ini mengingatkan peristiwa ibadah haji ketika melaksanakan tawaf di Masjidil Haram.

Setelah di dalam tidak ada ruangan yang lowong. Aku menuntun Bimo berniat ke lantai atas. Tapi sekali lagi sesaknya minta ampun. Aku menyerah lalu berkeliling mencari jalan keluar. Hawa panas lantai bawah Masjid memeras keringat. Akhirnya dapat jalan keluar di sisi barat tepatnya di sudut bawah tempat Imam Masjid.

Seperti keluar dari gua, lega menghirup udara dan melihat sinar matahari. Sambil berjalan dari arah barat le timur sisi masjid bagian utara sudah penuh jamaah. Di dekat taman ruang hijau yang berbatasan dengan kanal jamaah sudah membentuk shaf.

Praktis tidak bisa lagi dilalui, sebagian jamaah sudah ada yang menunaikan sholat sunat. Sebagian lain masih mondar- mandir sambil berteriak Allahu Akbar tanpa henti. Tiba- tiba Bimo tertarik untuk bergabung dengan remaja bersorban dan membawa bendera panji- panji Islam bertuliskan Lailahaillallah. Bimo diberi kertas karton warna hijau bertuliskan "Tangkap Ahok, basmi Ahok" . Aku sempat mengabadikan aksi Bimo ketika diajak gabung.

Karena tidak ada tempat lowong, bersama Bimo dan ramai jamaah lainnya bertahan diluar pintu masjid yang digunakan akses pintu masuk Imam dan pejabat negara. Banyak tokoh yang datang dan dikawal laskar Islam, tentara dan polisi. Terakir jelang Salat Jumat tokoh Islam Aa Gym juga lewat dan sempat aku jepret lewat iphone.

Ada sifat keramahan dan saling tolong menolong pada aksi bela Islam jilid 2 ini. Para pedagang asongan turut membagikan roti dan minuman secara gratis. Di sepanjang saya lewat pergi dan halaman parkir juga banyak ibu- ibu yang memberikan nasi bungkus gratis. Sebuah pemandangan yang nyaris gak akan ada di hari- hari biasa.

Salat Jumat telah dimulai, banyak jamaah yang berwudhu dengan memakai satu botol air mineral tersedia di setiap tempat. Panitia Masiid atau donatur dengan suka rela memberikan air mineral untuk wudhu. Masjid Istiqlal adalah terbesar ketiga sedunia setelah Masjidil Haram dan masjid Nabawi seakan tak mampu menampung mungkin setengah juta jamaah.

Begitupun tempat wudhu, dan toilet harus antre panjang. Padahal menurut pengurus Masjid Istiqlal sudah dilengkapi dengan 600 buah keran air. Dapat dibayangkan bagaimana panjangnya antrean jamaah. Karena situasi darurat jamaah dianjurkan berwudhu dengan sebotol air mineral.

Dalam khutbahnya Imam besar Masjid Istiqlal Prof DR Nasaruddin Umar mengatakan bagi umat islam Al- quran adalah kebenaran sejati dan sekaligus menjadi pandangan hidupnya. Maka seperti umat agama lain, maka wajar kalau umat islam tersinggung jika ada orang yang sengaja mendesakralisasi, apalagi jelas- jelas menghina kitab suci Al-quran.

Seakan meneguhkan kepada jamaah, khutbah imam masjid besar ini kalau dihubungkan dengan situasi dan kondisi terkini yang dihadapi muslim Indonesia atas kasus Ahok. Seusai Salat Jumat jamaah juga mendapatkan pengarahan dari tokoh dan pemuka agama disambut gegap gempita takbir dan yel yel semangat perjuangan Islam.

Akhirnya ratusan ribu jamaah seusai Salat Jumat, melakukan gerakan aksi bela Islam. Sama dengan ketika masuk, untuk keluar masjid juga dibutuhkan perjuangan berat.

Akibat membludaknya jamaah membutuhkan waktu berjam- jam. Sempat terhalang 3 mobil parkir di jalan keluar, namun setelah diultimatum dengan beringsut - ingsut mobil itu bisa dipindahkan.

Sesak dan lamanya untuk keluar dari kawasan Masjid membuat jamaah harus sabar. Tetap juga ada yang rela memanjat pagar masjid. Termasuk saya dan anakku Bimo dibantu oleh serombongan remaja bersorban - Alhamdulilah berhasil.

Aksi bela Islam terus sampai malam hari. Barisan jamaah Islam dari luar daerah ; Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Barat Madura dan diyakini dari semua provinsi se Indonesia terutama dari Jakarta terus berkobar. Menuntut Presiden turun tangan dan tegas terhadap kasus dugaan penistaan Islam yang dilakukan Ahok. Calon petahana Gubernur DKI Jalarta.

Hari ini, Sabtu (5/11/2016) pukul 7.30 WIB, saya sekeluarga sengaja lewat dan menyambangi ke depan gedung DPR RI. Aksi bela Islam hari pertama ini memberikan kelegaan bagi saya, istri dan anak- anakku. Demontrasi berjalan damai tidak anarkis. Terdengar takbir dan ucapan bahwa gerakan pembela Islam tidak akan terhenti sampai perjuangan berhasil.

Semoga Allah mengabulkan. Amin. Allahu Akbar

Jakarta, 5 November 2016

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Disandera Grup WA

Riau Book - Saya ikut di belasan grup WhatsApp. Umumnya adalah grup-grup yang menyatukan kembali keping-keping masa lalu ketika nasib…

Foto

Islam, Syariah, dan Halal

Oleh: Ikhwan Abidin Basri(Anggota Dewan Syariah Nasional)Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari gelombang ekonomi Islam yang terjadi…

Foto

Masjid Istiqlal, Masjid Kemerdekaan

Riau Book - (Masjid Istiqlal akan menjadi titik kumpul bagi massa yang akan turun melaksanakan aksi besar-besaran menuntut Basuki Tjahaja…

Foto

Ahok ! Mereka Tak Tahu

Riau Book - Ibu-ibu Jakarta ini mungkin tak tahu bahwa lelaki yang mereka kerubuti sedang tak disukai. Mereka merangseknya untuk…

Foto

Pensiun

Riau Book - Sejarah mengajarkan, politik itu senantiasa keruh, bahkan cenderung kotor. Tapi sayangnya, ia juga candu yang melenakan. Dihembus-hembus…

Foto

"Aku Khawatir Gara-gara Ahok"

Oleh: Bagus SantosoWarga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.Aku sekeluarga tinggal di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tidak ada kaitan apalagi kepentingan dengan…

Foto

Orang Makassar

Riau Book - Jangan pernah mencurigai isi pembicaraan dari orang-orang Makassar yang sedang berkumpul rame-rame. Mereka tidak akan pernah serius.…

Foto

Si Petir Dainichi

Riau Book - Inilah Showa yang disebut Mamoru Kodama sebagai "harta karun industri koi". Wajah koi ini berenang di…

Foto

China, Made In China

Riau Book - Mereka memang suka meniru. Menempuh jalan yang sama. Bahkan menjiplak mentah-mentah. Tapi dengan sedikit ubahan, dan menguasai…

Foto

Jalan di Inhil Ini Rawan Kecelakaan, Warga Pinta Pihak Terkait Untuk Memperhatikan

Riau Book - Di simpang tiga Jalan Baharudin Jusuf tepatnya di ujung Jalan Kembang Tembilahan, di sudut belakang Kantor Bupati…

Foto

Islam, Keberagaman, dan Ahok

Oleh: Dahnil Anzar Simanjuntak(Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah)Seorang pria paruh baya mendatangi saya setelah menyampaikan tabligh di salah satu…

Foto

Tak Harus Bilang Cantik

Riau Book - Media sosial menjadikan setiap orang kini adalah penulis. Segala gaya tulisan tersaji seperti aneka hidangan di meja…

Foto

Pungli !

Riau Book - Pada hari ulang tahunnya yang ke-lima-puluh, 20 September 1977, Laksamana Soedomo menerima hadiah kejutan dan dianggapnya begitu…

Foto

Pungli Birokrasi dan Gaya Hidup

Oleh: Bagus Santoso, anggota DPRD Provinsi Riau.Guncangan pungli begitu dahsyatnya. Meluas dan melebar ke penjuru sudut negeri. Selama ini pungli…

Foto

Pesta Jakarta

Riau Book - Sylviana Murni menawarkan buah-buahan di atas meja kepada Ahok. Senyum sang mantan None Jakarta tersungging manis. Ahok…

Foto

Gedung Sebelumnya yang Diperuntukkan untuk Unisi akan Difungsikan

Riau Book - Gedung tinggi yang terletak di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, sebelumnya diperuntukkan untuk UNISI menjadi wacana baru tentang…

Foto

Rekanan !

Riau Book - M. Sanusi, bekas ketua komisi di DPRD DKI, punya banyak mobil, di antaranya sedan Audi A5 dan…

Foto

2 Tahun di Sisa Kepemimpinan, Bupati Inhil HM Wardan Rencanakan Buka Isolasi

Riau Book - Jalur transportasi darat memang masih menjadi masalah utama di Indragiri Hilir (Inhil). Seperti masih banyaknya desa yang…

Foto

Simalakama Biaya Pilkada

Oleh : Bagus SantosoTahapan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) serentak kabupaten/ kota tahap kedua sudah dimulai. Di provinsi Riau…

Foto

Agama Tersakiti Ketika Hukum dan Agama Dipolitisasi

Kehidupan politik di Indonesia saat ini diibaratkan sebuah bola salju , seperti yang kita ketahui ada 1001 permasalahan yang di…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan