Riau Book - Bencana kabut asap tebal akibat pembakaran hutan dan lahan dan juga kiriman dari Provinsi Jambi masih terus menyelimuti Kabupaten Pelalawan, Riau hingga pemerintah setempat kembali memperpanjang libur sekolah.
"Tidak hanya memberikan dampak buruk pada meningkatnya penyebaran penyakit seperti Inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kian memburuknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), bahkan Dinas Pendidikan Pelalawan, kembali mengambil kebijakan untuk memperpanjang libur sekolah. Namun demikian, dalam kebijakan libur sekolah ini, Disdik terpaksa meliburkan total siswa dari PAUD/TK sampai kelas 12 hingga akhir pekan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pelalawan Syafruddin Kamal MM, Kamis (3/9) di Pangkalan Kerinci.
Menurutnya, keputusan tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta UPTD Disdik Kecamatan yang memaksa sekolah diliburkan hingga Sabtu (5/9/2015) mendatang.
"Kami tidak mau jatuh korban dari pelajar akibat kabut asap ini. Pelalawan seperti lautan kabut asap hari ini bahkan sejak seminggu terakhir. Kalau sebelumnya hanya PAUD/TK sampai kelas 3 SD yang sekolah yang kita liburkan (1-3/9), namun mulai hari ini (Jumat, 4/9,red) sampai Sabtu sekolah dari PAUD/TK sampai kelas 12 diliburkan total. Jadi, dengan adanya instruksi ini, maka saya menegaskan agar tidak ada sekolah lagi yang melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Dan jika ada sekolah khususnya PAUD dan TK yang tidak mengindahkan intruksi ini, maka sanksi tegas tentunya akan kita berikan," ujarnya.
Diungkapkan mantan Kepala Satpol PP Pemkab Kampat ini, bahwa memang keputusan untuk meliburkan siswa adalah wewenang Disdik. Namun demikian, keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Untuk itu, maka sekolah harus ikut aturan kita dan jangan malah melanggar, karena kondisi udara saat ini dikabupaten Pelalawan sudah masuk dalam kategori tidak sehat. Dan tentunya masa libur ini akan kembali kita perpanjang, jika kondisi kabut asap semakin parah. Namun demikian, jika kondisi kabut asap sudah hilang dan udara kembali sehat, maka aktifitas KBM pada Senin (7/9) mendatang akan kembali dimulai seperti biasa atau kembali masuk sekolah. Intinya, libur sekolah akibat kabut asap ini sifatnya situasional," bebernya.
Disinggung terkait ketertinggalan pelajaran sekolah akibat libur, mantan Kepala Dishubkominfo Pemkab Dumai ini menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan terobosan atau pelajaran tambahan kepada seluruh pelajar. Dengan demikian, maka tentunya upaya yang dilakukan pihaknya ini dapat mengejar ketertinggalan pelajaran akibat libur panjang dampak dari Kabut asap.
"Selain itu, kita juga meminta agar pihak sekolah tetap memberikan pelajaran rumah bagi siswa. Begitu juga orang tua agar mengawasi anak selama liburan. Tetap belajar dirumah agar tidak ketinggalan pelajaran. Ini sudah kondisi siaga darurat kabut asap. Penderita penyakit akibat asap semakin meningkat tajam, dan kita tidak mau siswa menjadi korban," paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan H Syamsul Anwar SH MH mengatakan, bahwa saat ini Indeks standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada angka PM.10 dibawah 200 dengan kategori tidak sehat akibat kabut asap. Sedangkan dampat kabut asapt tersebut, sangat menggangu aktifitas pengguna jalan dengan jarak pandang maksimal 200 meter.
"Dan diprediksi ISPU ini akan terus bertambah. Pasalnya, kondisi angin bertiup dari arah Timur barat daya menuju Selatan, sehingga diprediksi kabut asap akan tetap bertahan di Pelalawan, sebelum titik api di Jambi dan sejumlah kabupaten di Riau padam total. Untuk itu, kita menghimbau seluruh unsur elemen masyarakat khususnya pihak perusahaan agar komit melakukan penanganan karhutla di HGU dan sekitar areanya masing-masing. Karena karhutla ini akan merupakan tindak pidana," ujarnya seraya menyebutkan kabupaten Pelalawan masih terpantau 48 hotspot dengan konviden 80 persen melalui satelit NOAA 18 dan Terra Aqua.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan dr Endid R Pratiknyo menambahkan, bahwa sejak sepekan terakhir telah terjadi peningkatan penderita kasus ISPA sebanyak 150 kasus akibat kabut asap tebal telah terjadi disejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan.
"Penemuan Kasus ISPA ini banyak ditemukan di kecamatan Pangkalan Kuras dengan jumlah sebanyak 40 kasus. Sedangkan sisanya berada di kecamatan Pelalawan, Bunut, Teluk Meranti, Langgam, Pangkalan Kerinci dan kecamatan Kerumutan. Untuk itu, kita minta agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas diluar ruangan atau ruang terbuka, sehingga tidak berdampak meningginya kasus ISPA ini. Dan kita bersama BLH serta BPBPKD telah melakukan koordinasi untuk mendistribusikan masker kepada masyarakat di Negeri Amanah ini," pungkasnya. (MC)




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…