RIAU BOOK- Bupati Rokan Hulu, H Suparman SSos MSi menegaskan tidak menyimpan dendam kepada masyarakat Kecamatan Ujungbatu, meskipun saat pilkada serentak lalu dirinya kalah perolehan suara. Suparman juga menyampaikan tetap akan memperhatikan pembangunan di Kecamatan Ujungbatu, karena dirinya tidak ingin permusuhan dan fitnah memfitnah terjadi di tengah-tengah masyarakat.
"Kami berharap agar masyarakat, alim ulama, cerdik pandai dan ninik mamak mendukung Pemerintah Kabupaten Rohul. Kami tidak ingin lagi ada anggapan dari masyarakat yang menilai jika Suparman menjadi Bupati, Ujungbatu tidak akan diperhatikan," kata mantan Ketua DPRD Riau ini saat menghadiri acara Bolimau Cono di Gedung LKA Ujungbatu, Sabtu (4/6).
Suparman meminta kepada para pemuka adat di Kabupaten Rokan Hulu agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan pungsinya (tupoksi). Karena, jika adat disalahgunakan dapat merusak citra adat tersebut dimata daerah lain.
"Hendaknya adat digunakan sesuai porsinya, jika disalahgunanakan seperti mencampuri urusan politik akan merusak citra adat ini di mata daerah lain," jelasnya.
Suparman menyampaikan, tidak ada permusuhan antara dirinya dengan Hafith Syukri rival politiknya sewaktu pilkada serentak lalu. Malahan, katanya sebelum mencalon ke KPU Rohul dirinya berkeinginan untuk berpasangan dengan Hafith Syukri.
"Di sini saya buka, bahwa saya dengan Pak Hafith Syukri tidak ada permusuhan, malahan sebelum pencalonan saya berkeinginan bersanding dengan Pak Hafith, tetapi tidak tahu alasannya niat kami ini tidak kesampaian," kata pria yang terkenal suka berorganisasi ini.
Suparman juga mengutarakan, telah melakukan verifikasi program pembangunan Rokan Hulu ke depan, di mana beberapa program yang telah disusun oleh bupati sebelumnya akan tetap digunakan. "Beberapa program yang dianggap kurang akan direvisi, sementara yang dianggap baik akan dilanjutkan," tukasnya.
Lebih jauh lagi, Bupati Suparman berharap di bulan suci Ramadan 1437 Hijriyah ini, masyarakat berlomba-lomba untuk membuat kebaikan dan meningkatkan ibadah. Dan yang paling utama masing-masing individu harus merenungkan kesalahan yang telah diperbuat selama ini. "Anggaplah Ramadan ini yang terakhir buat kita, mari renungkan apa kesalahan yang telah diperbuat dan jangan malu untuk meminta maaf kepada sesama," ajaknya.
Ke depan Bupati Suparman berniat untuk melestarikan tradisi budaya yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, salah satunya dengan cara mempromosikan kepada pengunjung yang datang ke daerah yang terkenal dengan Negeri Seribu Suluk ini.
Pada kesempatan yang sama, salah seorang tokoh masyarakat Ujungbatu, Dipendri merasa bangga dengan kehadirian Bupati Rohul Suparman di Kecamatan Ujungbatu, atas nama masyarakat Ujungbatu dirinya mengaku siap mendukung program yang dibuat Bupati.
"Kami atas nama masyarakat Ujungbatu mohon maaf kepada Pak Bupati Suparman jika salah menilai Bapak sewaktu pilkada lalu," kata Dipendri yang juga staf ahli Bupati Rohul ini.
Sementara itu, Datuk Bendahara Ujungbatu, Datuk H A Hakam dalam sambutannya menyampaikan, tradisi Potang Bolimau Cono merupakan peninggalan dari nenek moyang masyarakat asli Ujungbatu, yang biasa dilaksanakan sekali dalam setahun untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Datuk H A Hakam menambahkan, tradisi Bolimau Cono ini hendaknya dapat dikembangkan. Ia meminta kepada generasi muda untuk melestarikan tradisi yang telah menjadi peninggalan para pendahulu.(RB)
| Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…