RIAU BOOK- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menyiapkan Rp300 miliar sebagai bentuk keseriusan membangun wisata alam dan hutan tropis di wilayah Gunung Bongsu, baik itu di Kecamatan Rambah, Rambah Samo dan Bangun Purba. Sehingga, dampaknya nanti bisa meningkatan pendapatan masyarakat.
"Insya Allah kita sudah siap studi kelayakan, kemudian pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul juga sudah menyiapkan detail engineering design (DED). Mudah-mudahan 2016 ini pengembangan dan pembangunan infrastruktur wisata, Pemkab Rohul akan mengucurkan dana sekitar Rp300 miliar," kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Rohul, Nifzar, Jumat (27/5).
Nifzar menambahkan, kini diperkirakan pengunjung yang datang ke Negeri Seribu Suluk sekitar 6 ribu per bulannya. Jika, mereka belanja di Rohul sekitar Rp20 ribu per orang, maka dalam satu
tahun perputaran uang di Rohul mencapai Rp72 miliar.
"Apalagi saat ini dengan adanya Masjid Agung Islamic Center Rohul, setiap hari libur Sabtu dan Ahad pengunjung membludak. Datang baik dari kabupaten tetangga maupun dari provinsi tetangga," tambahnya.
Untuk itu, kata Nifzar, Pemkab Rohul sudah menyiapkan objek wisata alternatif, sebelum sampai kepada objek wisata unggulan baik itu Islamic Center, Hapanasan, Air Panas, Danau Cibogas, Danau Manaming, Gua Sikafir, Batu Gajah, Air Terjun Aek Matua, hutan tropis di Kecamatan Bangu Purba dan lainnya. Nifzar menambahkan, bagi masyarakat yang datang dari Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), wisata alternatifnya adalah Benteng Tujuh Lapis di Dalu-dalu Tambusai. Kalau masyarakat Rohil, Bengkalis dan Siak, alternatifnya objek wisatanya Rantau Binuang Sakti (RBS) Kepenuhan. Sementara bagi wisatawan dari Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), alternatifnya yaitu Istana Rokan di
Kecamatan Rokan IV Koto.
"Seterusnya masyarakat yang datang dari Kota Pekanbaru wisata alternatifnya Air Terjun Tujuh Tingkat di Kecamatan Tandun. Jadi dari semua sisi masyarakat ingin datang ke Rohul punya wisata alternatif, sebelum sampai ke Kota Pasirpengaraian. Ini memang visi-misinya
Bupati Rohul Suparman dan Wakil Bupati Sukiman membangun dengan konsep kawasan," pungkasnya.
Ia menambahkan, obyek wisata kawasan Gunung Bongsu tersebut, kini lahan sudah dikoordinasikan dengan pihak Pemprov Riau untuk mengalihkan fungsi hutan dari Hutan Produksi Konservasi (HPK) kepada Hutan Penggunaan Areal Lainnya (HPL).
"Sekitar 3 ribu hektare lebih telah diajukan untuk dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RT/RW) Provinsi Riau. Pihak DPRD provinsi juga sudah menyepakatinya, kita tinggal ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI dan Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH)," jelas Nifzar.(RB)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita
Riau


Golkar Riau Akan Dipimpin Seorang Pejuang, Bukan Petarung
Goresan; Nofri Andri Yulan, S.Pi (Generasi Muda Partai Golkar)1. PI (Parisman Ikhwan) didukung penuh oleh Ketua DPD I Partai Golkar…