RIAU BOOK- Tak terima uang simpanannya raib di rekening Bank BPR Sarimadu Kantor Kas Kabun, puluhan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalsa Kecamatan Kabun mendatangi kantor DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Senin (23/5) siang. Rombongan tersebut datang bersama Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPSI Kalsa, Muhammad Husni SP. Rombongan diterima oleh Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, dan anggota DPRD Rohul Mohd Aidi.
Kepada Ketua DPRD Rohul, Husni menyampaikan, awalnya mereka membuka dua rekening di bank BPR Sarimadu pada 10 Agustus 2015 lalu atas nama Sawaluddin Tobing sebesar Rp 65 juta, dan rekening atas nama Benijar Purba sebesar Rp50 juta.
Menurut Husni, uang senilai Rp 115 juta tersebut merupakan hasil kerja anggota SPSI Kalsa, dan rencananya akan dibagi menjelang bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri mendatang. "Kami punya bukti slip setoran yang divalidasi oleh pihak bank," jelas Husni.
Husni menambahkan, pada 29 Februari 2015 lalu, begitu mereka mengecek tabungan melalui print out, angka dalam tabungan sudah berkurang. "Saldo rekening Sawaluddin Tobing yang awalnya Rp 65 juta berkurang menjadi sekitar Rp 2,3 juta. Sedangkan saldo rekening atas nama Benijar Purba dari Rp50 juta berkurang dan menjadi sekitar Rp 5 juta," jelasnya.
Pihak SPSI Kalsa sudah mengajukan surat ke bank BPR Sarimadu Kantor Kas Kabun. Melalui suratnya pada 4 Maret 2016, pimpinan bank tersebut.
Kantor kas bank tersebut menjawab surat SPSI dan mengaku pihak bank siap bertanggung jawab. Masalah itu tengah diproses oleh Direksi Bank Sarimadu di Bangkinang, Kampar. Sekitar sepakan lalu, pengurus PUK SPSI Kalsa dibuat tidak nyaman karena mendapat informasi dari salah seorang pihak BPR Sarimadu Kantor Kas Kabun, bahwa pihak bank tidak bisa mempertanggungjawabkan uang mereka yang raib, dan menyarankan SPSI Kalsa mengajukan tuntutan hukum ke Pengadilan.
"Kami mengharapkan DPRD Rokan Hulu mengawal kasus ini. Kami sebagai nasabah merasa dirugikan," keluh Husni.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri mengakui dewan akan memanggil pihak BPR Sarimadu Kantor Kas Kabun dalam pekan ini, untuk mengetahui mengapa saldo rekening milik PUK SPSI Kalsa bisa berkurang.
DPRD Rohul juga akan pertanyakan bentuk pertangungjawaban bank tersebut, sesuai surat jawaban yang dibuat oleh pimpinan BPR Sarimadu pada 4 Maret 2016 lalu. "Akan kita pertanyakan bagaimana bentuk pertanggungjawaban mereka ke nasabah," jelasnya.
Kelmi menambahkan, bila dalam mediasi akan datang tidak ada pertangungjawaban dari pihak BPR Sarimadu, maka DPRD Rohul akan membuat laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pimpinan BPR Sarimadu Kas Kabun, M Rofiq ketika dikonfirmasi Riau Pos melalui telepon selulernya, Selasa (24/5) mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. "Unsur pidana sudah kita lapor ke pihak kepolisian. Nanti akan ada proses lanjutan. Kalau memang uang itu hilang dari rekening nasabah, kita tetap tanggungjawab," katanya.(RB)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…